Ketika Playboy Jatuh Cinta

Ketika Playboy Jatuh Cinta
Hari Bahagia


__ADS_3

Begitulah sepenggal kata yang kutulis diatas sana. Menggambarkan tentang rasaku saat ini. Aku mulai menutup lembaran yang mengungkapkan isi hatiku. Lalu aku membuka lembaran yang beberapa hari lalu pernah kutuliskan. Aku mulai membacanya perlahan, mencoba untuk flashback beberapa hari yang lalu. Hari dimana kesedihan sedang menghampiriku. Disaat mengetahui dia hanyalah mempermainkan rasa ini. Disana tertulis sekitar sepuluh hari yang lalu.


Date : 03/09/19


 Dear Diary 

__ADS_1


Aku bukanlah orang yang pandai menulis puisi. Bila itu terjadi, anggap saja ini hanyalah sebuah ungkapan hati. Tak perlu dihayati, cukup dimengerti.


Hari ini, aku tak tau pasti bagaimana perasaan ini. Aku bungkam, seakan menahan kesedihan. Terlalu banyak yang kusembunyikan. Aku benci, kepada diriku sendiri. Benci bila harus mengakui bahwa aku mencintainya, Takut kehilangannya, ataupun sebagaimana mestinya.


Sebuah coretan kecil yang kutulis beberapa hari lalu. Aku tak melanjutkan membacanya lalu segera menutup dan meletakannya ke tempat semula. Aku tak sanggup lagi bila harus mengingat kejadian itu. Seharusnya, aku melupakannya. Dan memulai hidupku yang baru mulai detik ini. Dengan orang yang kini sedang menyinggahi hatiku. Hari demi hari kulalui dengannya tanpa ada ikatan yang pasti.

__ADS_1


Disebuah taman saat hari libur, Dia mengungkapkan semuanya didepanku. Dengan membawa segenggam bunga mawar berwarna warni dan ditangannya juga terdapat 2 buah cokelat kesukaanku. Disitulah kak Firman bertanya kepadaku apakah aku bersedia menjadi kekasihnya. Dengan senang hati aku menjawab aku bersedia. Ini adalah pertama kalinya aku menerima seorang pria menjadi kekasihku. Cinta pertamaku tlah berhasil diraihnya. Diraih orang yang ku cinta. Kini aku tlah berhasil membuat nama kak Arul musnah didalam hatiku.


Keesokan harinya aku menceritakan kejadian hari ini kepada Syafa. Dia turut senang atas apa yang terjadi padaku. Untuk merayakan hari bahagia, aku mentraktir Syafa di koperasi. Saat kami sedang menuju koperasi, tiba tiba aku melihat kak Arul berada didalamnya. Disana juga ada kak Rima serta kakak osis yang lainnya. Aku dan Syafa masuk ke koperasi dengan ekspresi yang cuek. Kami bergegas mengambil makanan yang kami inginkan. Ketika aku hendak membayar, aku mendengar suara kak Arul memanggil nama syafa seraya berkata.


"Heh fa, kamu kok gak respone wa ku si. Aku sudah berkali kali menghubungimu, lewat sms juga gak ada respone sama sekali" Ujarnya kepada Syafa.

__ADS_1


"Maaf ya kak aku gak ada waktu buat bicara sama kakak. Aku mau kekelas dulu. Berhentilah mengusik hidupku" Jawab Syafa dengan nada yang tegas.


Kak Rima yang mendengar jawaban Syafa langsung tertawa merasa bangga dengan adiknya itu. Dia merasa puas karena sepertinya kak Arul mengekspresikan wajahnya kesal. Kelihatannya dia kesal karena sudah dipermalukan didepan temannya.


__ADS_2