
Bila Esok
Bila esok aku terluka,
Izinkan aku memintamu untuk mengobatinya..
Bila esok aku terbaring,
Izinkan aku memintamu duduk disamping..
Bila esok aku tiada,
Izinkan aku melihat senyummu untuk yang terakhir kalinya..
Saat membaca kata yang ada di video tersebut, kak Firman tak kuasa menahan air mata seraya tersenyum tercipta dibibirnya.
Ternyata Nisa sering menuliskan puisi tentangnya. Dia juga banyak bercerita didalam diary tersebut. Kak Firman begitu sangat terharu ketika menemukan coretan coretan indah milik Nisa. Kata kata yang dibuatnya begitu menyentuh hatinya. Kak Firman lalu menambahkan salah satu tulisan diantara diary tersebut.
__ADS_1
Dear Diary
Aku yang pernah engkau kuatkan,
Aku yang pernah engkau bangkitkan..
Saat ku terjaga,
Hingga ku terlelap nanti..
Selama itu,
Tak apa kau pergi dari sini,
Menari bersama senja dan berbahagialah..
Aku akan terus disini,
__ADS_1
Sebab disini aku akan terus tinggal..
Bersama jingga,
Dan puisi tentang kita..
Mungkinkah kau kan kembali,
Temaniku meski hanya dalam sebuah mimpi..
Itulah kata yang dirangkai kak Firman disebuah kertas kosong yang berada diantara diary harian Nisa. Kak Firman tertidur dan bermimpi bertemu Nisa. Hingga keesokan harinya, dia merasa senang karena Nisa sudah menemuinya meski dalam mimpi. Dia nampak sudah berbahagia. Mungkin karena kak Firman sudah menuruti keinginannya. Dia yang menginginkan sahabatnya berbahagia, sekarang sudah dikabulkannya.
Syafa akhirnya berbahagia dengan kak Arul. Mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Kak Rima juga sudag menyetujuinya, karena kak Arul nampak bersungguh sungguh mencintai Syafa. Sedangkan kak Firman, dia mulai tinggal bersama kedua orang tua Nisa. Mereka sudah mengangkat kak Firman sebagai Anak angkat mereka. Karena semenjak kepergian Nisa, Orang tua Nisa sudah tidak memiliki anak lagi selain dia. Makanya kak Firman dan keluarganya sudah setuju atas apa yang diputuskan oleh orang tua Nisa. Kak Firman enggan mencari pengganti Nisa. Dia terus sibuk akan dunianya. Hingga dia lulus SMA dan mulai masuk ke Universitas yang menjadi Impian Nisa.
Dia terus berusaha menjadikan dirinya selayaknya Nisa dengan cita cita yang belum sempat Nisa capai. Orang tua Nisa membiayai kak Firman sampai lulus S1. Dan kini, dia sudah menjadi apa yang diharapkannya. Menjadi apa yang Nisa inginkan. Melalui impian yang belum sempat Nisa capai.
Begitupun dengan Kisah Cinta kak Arul dan Syafa. Mereka sekarang sudah berbahagia. Syafa nampaknya belum bisa melupakan sosok sahabatnya yang banyak membantunya dalam perjalanan Cinta mereka. Syafa terus mengunjungi makam Nisa jika dia kembali mengingatnya. Dia membawakan mawar kesukaan Nisa sembari menceritakan apa yang telah terjadi terhadapnya. Kini dia sudah berbahagia dengan seseorang yang dulu pernah menjadi idola Nisa. Dan Syafa juga dulu pernah menganggapkan sebagai seorang Playboy yang tak akan pernah mengenal Cinta dan bisanya hanya menyakiti hati wanita. Hingga pada akhirnya dia sekarang sudah menetap didalam hatinya.
__ADS_1
The End