
Seketika ada seseorang yang menarik tanganku dan membawaku entah kemana. Aku hanya menurut saja. Dan saat itu penutup mataku dibuka. Ternyata yang membawaku adalah kak Rima, aku sudah dapat menduganya walaupun dengan tatapan yang sayu.
Aku berada didepan gerbang menuju Sma. Aku tak sempat menengok kebelakang karena kepalaku cukup pusing disaat penutup mata dibuka. Mungkin teman temanku berada dihalaman kampus yang jaraknya agak berdekatan dengan sekolah kami. Didepan gerbang, aku menemukan teman baru yang tak kuketahui namanya. Sepertinya dia berbeda kelompok dan tak pernah seruangan denganku.
"Kalian harus berjalan mengikuti arah yang dimana terdapat lilin disekitarnya. Dan bila ada perintah, kalian harus melaksanakannya dengan baik. Kalian gak boleh panik ya" Ujar kak Rima.
"Baik kak, kami akan melaksanakannya" Sahut kami secara bersamaan.
__ADS_1
Aku dan teman baru yang tak kuketahui namanya itu berjalan bersama. Langkahku terasa berat saat melewati lilin demi lilin disekelilingku. Nampaknya teman yang berada disampingku ini seseorang yang penakut. Dia memegang tanganku erat.
Disaat kami sedang menandatangani kertas yang ada didekat dililin, ketika kami berbalik ternyata ada hantu yang menampakkan diri dihadapan kami. Teman disebelahku langsung berteriak ketakutan. Aku sangat kaget mendengar suara jeritan temanku ini sehingga dadaku terasa sesak sekali. Lalu aku tak sadarkan diri.
Yang kurasa hanya saat aku dibawa oleh seseorang yang tak kuketahui siapa dia. Aku pingsan karena mengidap penyakit jantung. Aku menderita penyakit ini beberapa bulan terakhir setelah Ujian Nasional Tingkat SMP. Entah mengapa penyakit ini menyerangku. Kata dokter, aku tidak boleh mendengar suara yang membuatku kaget. Bila itu terjadi maka penyakitku akan kambuh bahkan tak sadarkan diri. Ternyata benar, inilah yang menimpaku saat ini.
Kupandangi mereka yang berada didekatku meski dalam tatapan yang sedikit buram. Ternyata disana ada kak Firman. Apa mungkin dia yang membawaku keruangan ini tadi ketika pingsan. Namun aku hanya dapat menduga duga saja tanpa mengetahui faktanya. Mereka menghembuskan nafas lega melihatku sudah siuman.
__ADS_1
Pasti kak Firman sudah menceritakan kepada temannya yang berada disana perihal penyakit yang kuderita. Karena terlihat jelas bahwa mereka sangat panik dengan kondisiku saat ini. Kak Firman memberiku obat untuk mengatasi penyakitku ini sewaktu kambuh. Perhatiannya sungguh membuat hatiku sedikit berdebar terlebih ketika dia membuatkan teh hangat untukku.
Seusai meminum obat, aku disuruh beristirahat oleh kak Rima yang kebetulan berada disana. Namun aku memberanikan diri untuk menanyakan perihal temanku yang tadi berjalan bersamaku.
"Gausah mikirin yang lain dulu dek. Kakak sudah memintanya untuk langsung menuju ruangan dimana mereka akan dikumpulkan. Jadi kamu gaperlu khawatir" Ujar kak Rima menanggapi pertanyaanku.
"Iya kak, terima kasih banyak" Ucapku.
__ADS_1
Tanpa kusadari aku sudah tertidur pulas. Dan kini ragaku sudah melayang entah kemana.