
Mama memarkirkan mobilnya ke bagasi. Dan aku pun langsung masuk ke dalam rumah dengan membawa barang belanjaan milikku dan mama. Ayah nampaknya sudah pulang dan sedang beristirahat di sofa. Mungkin dia kelelahan karena terlalu banyak menyelesaikan pekerjaan kantor. Aku bergegas menuju kamar, rasanya tubuhku sangat lelah. Hingga akhirnya aku tertidur tanpa kusadari.
☆☆☆
Pagi yang cerah untuk mengawali hari yang cerah juga. Beberapa hari lagi perkemahan akan dimulai. Aku kembali mengingat akan kemah pertama kali. Dimana aku melihat seseorang yang sekarang telah menjadi kekasih hati. Tak bisa ku bayangkan diperkemahan ini aku akan mendapatkan perhatian yang lebih lebih lagi.
"Selamat pagi Syafa, wow... Ternyata hari ini kita pakai sepatu kembaran yang kita beli kemarin ya. Padahal kita gak janjian" Sapaku kepada Syafa.
__ADS_1
"Pagi juga Nisa, Eh iya ya... Soalnya aku mikir sepatu yang kemarin kan hitam polos dan akan ku gunakan untuk kemah nanti. Sementara sepatu yang kemarin kita pilih ini kan ada pleret putihnya jadi gak bisa dipake buat kemah" Sahutnya.
"Ternyata kita sepemikiran ya Syafa" Ujarku.
Aku pun duduk ditempatku. Dan pelajaran hari ini pun dimulai. Setelah sepulang sekolah, Syafa mengumumkan kepada teman teman yang berada dikelompok kami untuk berkumpul guna membahas keperluan kemah. Setelah semuanya kumpul. Syafa mengintruksikan kepada semuanya untuk mengutarakan pendapat mengenai tenda yang akan kami gunakan. Karena kami harus mencari dimana tempat penyewaan tenda yang akan kami gunakan. Sekolah sudah tidak menyediakan tenda lagi seperti saat kemah bakti osis. Jadi kami harus mencarinya sendiri.
Seperti hari hari biasanya, aku melaksanakan aktivitasku. Namun mama sempat memintaku sepulang sekolah nanti untuk pulang lebih awal dari biasanya. Karena mama akan mengajakku ke dokter spesialis jantung untuk memastikan apakah aku bisa ikut di acara perkemahan nanti atau tidak.
__ADS_1
Sepulang sekolah, mama sudah menantiku didepan gerbang. Syafa juga turut mengantarkanku namun dia tidak pulang bareng denganku karena harus mempersiapkan untuk perkemahan besok sore. Aku dan mama pun menuju ke rumah sakit.
Sesampainya disana, kami langsung mengambil antrian. Dan saat masuk, dokter menyambut kami dengan baik.
"Hey nisa, mari duduk sini. Dokter kangen lho sama kamu. Semenjak beberapa minggu lalu kamu dirawat disini. Dan setelahnya kamu tak berkunjung lagi, Jadi dokter merasa kamu tak mau bertemu denganku lagi" Candanya.
Dokter spesial yang menanganiku memang sangat ramah dan baik hati. Dia juga sangat menyayangiku seperti anaknya sendiri. Aku sempat mendengar cerita dari mama kalau dokter Reyhan juga pernah memiliki anak perempuan yang seumuran denganku. Dia juga mengidap penyakit yang sama namun sayangnya dia tidak bernasib baik. Tuhan lebih menyayanginya sehingga harus mengambilnya kembali. Maka dari itu, dokter Reyhan tidak ingin aku bernasib sama seperti anaknya. Dia ingin aku tetap hidup dan jida dia melihatku pasti dia seperti melihat anaknya sendiri.
__ADS_1