
" Rafa.... Zahra takut!" panik Zahra saat Pesawat yang mereka tumpangi mengalami guncangan hebat.
keadaan dalam peaawat sudah kacau. teriakan saling bersahutan. hingga....
'Braaakh'
badan pesawat menghantam air laut dengan kuat membuat kerangka nya hancur berkeping keping.
"Zahra... Gue sayang lo!" Itu ucapan terakhir Rafa sebelum akhir nya pesawat yang di tumpangi nya hancur
*****
"Rafaaaaaa!" teriak Zahra
ia terlonjak dari ranjang nya dengam wajah kacau nya.
"Rafa... Hiks... Rafa... Rafaaa!" ia menangis sambil memeluk lutut nya.
"Rafa... Hiks... hiks... Rafaa!"
"Rafa di mana?"
ia kemudian bangkit dari posisi nya kemudian berlari mengelilingi rumah mencari keberadaan kekasih nya itu.
ia terus menyusuri setiap sudut rumah nua sambil menangis mencari kebeeadqan kekasih nya. namun tak ia temukan.
"Bang Sam! Aku harus kasih tau bang Sam!"
Zahra mengambil I-Phone nya kemudian menghubungi Abang nya.
*Via Telfon
"Bang Sam! hiks hiks!"
"Kenapa?"
"Rafa... Rafa kecelakaan pesawat saat aku sama dia mau ke Amrik!"
"Terus?" Jawab Samuel dengan suara tenang
"Rafa bang Sam.... Rafaaa! hikss... hiks...." raung Zahra sambil menangis
"Sekarang lo di mana?" nada suara Samuel masih terdengar tenang
"Di rumah!"
"Tadi lo bilang apa?"
"Rafa sama aku kecelakaan pesawat waktu mau ke Amrik, hadiri pernikahan paman Ari!"
"Sekarang lo di mana?" pertanyaan yang sama kembali di lontarkan oleh Samuel.
"Zahra di... ehh... Zahra di rumah... Tapi tadi Zahra sama Rafa lagi di pesawat?"
"sekarang jam berapa?"
"Jam 6 pagi?"
"lo kecelakaan jam berapa?"
__ADS_1
"Siang waktu masih di pesawat!"
"Dan sekarang lo di rumah dan ini masih pagi, Putri Azzahra?" gemas Samuel.
mengapa adik nya ini masih tidak nmengerti juga?
"Apa Zahra mimpi?"
"Menurut lo?"
"Tapi kayak nyata banget! Rafa datang terus kita berdua pergi naik pesawat terus wakyu kevelakaan Rafa bilang, Zahra, gue sayang lo! begitu loh bang... Kayak nuata banget!"
"Ngada ngada lo! mending siap siap ngampus sana!"
*Tuuut
"Ih banggg! bang halo bang bang Saaaam!" Zahra berteriak saat abang nya memutus sambungan telepon secara sepihak.
"Coba Aku telfon Rafa yaa?"
*Via telfon
"Hallo Rafa!" ucap Zahra saat sudah tersambung
"Hmm!" jawab Rafa
"Di mana sekarang?"
"Kamar! di Amrik!"
"Rafa ga kecelakaan?"
"Lo doa in gue?" tanya Rafa ketus
"Lo doa in gue sakit?"
"Bukan gitu... tadi Zahra....."
"Dah lah gue mau tidur!"
*Tuuut
"Yaah Rafa... malah di matiin!"
"Rafa sehat?"
"aku di rumah?"
"Rafa di Amrik?"
aku juga sehat?"
"Ga kecelakaan?"
"massa aku mimpi?"
"tapi kayak nyata banget?"
"Auh ah lebih baik Zahra ngampus!"
__ADS_1
Zahra bingung sendiri dengan diri nya saat ini.
ia berjalan menaiki tangga menuju kamar nya sambil terus menggaruk tengkuk nya.
"Massa aku mimpi?"
******
sementara di tempat lain...
"Apa lo juga mimpi hal yang sama seperti gue kemarin, My Zah?"
"apa maksud mimpi itu?"
"Rakaa!" teriak Rafa pada kembaran nya yang berada di kamarb sebelah
"Apa sih, Raf?"
Raka berdiri di hadapan nya sambil berkacak pinggang.
"gue mimpi Zahra!"
"Teruss?" Cibir Raka
"Tapi gue mimpi nya, Gue sama dia kecelakaan pesawat!"
"Teruss!"
"Yaa lo tau gak maksud nya apa? kata nya lo hebat?" balik cibir Rafa
"gitu aja gak tau! Oon!" kalau begiru ya lo Rindu sama dia. lo mau ketemu sama dia! makanya bang, jangan terlalu dingin sama pacar!" ucap Raka sambil membalik kan jempol nya di depan wajah Rafa yang langsung di tepis kasar oleh Rafa
"Pergi lo!" usir Rafa
"Tadi manggil sekarang ngusir, ga jelas banget jadi abang!"
'Braak'
Raka menggerutu kemudian menutup pintu kamar Rafa secara kasar.
*******
"Siapkan penerbangan ke Sidney sekarang juga!"
************
...**Zahra cuma mimpi yaa kakak readers๐...
...Ayo dong......
...like...
...like...
...like...
...koment...
...krisan...
__ADS_1
...makasih๐๐...
...maaf kalau gaje๐๐๐**...