
(Berebutan Syila)
"Udah, cukup!" ucap pria tampan ini dengan melempar kesal bola basket yang berada di tangannya.
Dan dengan langkah lebar pria ini menghampiri kedua manusia berbeda jenis itu yang tengah bercanda tawa. namun, berefek tidak baik bagi dirinya. konsentrasi nya buyar saat bermain basket dan di tambah ia merasa hatinya sedang terbakar sekarang.
"Cemburu dia!"
"Sok sok an sih mutusin si Syila... nyesel kan tu anak!"
"Hahaha bener... mutusin berlian, eh malah dapat kerikil."
"Katarak kali tu si Rafi!"
"Udah kita liat aja apa yang akan di lakuin si bos."
Ucap mereka, teman teman Rafi saat melihat pria itu yang berjalan menghampiri gadis cantik yang bernotaben mantan kekasih nya bersama seorang pria lain.
*****
"Ehh?"
Gadis cantik ini Syila, terlonjak kaget saat tiba tiba ada seseorang yang menarik tangannya.
"Ka Rafi...," gumam Syila tak percaya saat melihat siapa pelaku yang menarik tangannya.
Sedangkan Rafi, pria ini menatap tajam seorang pria yang berada di hadapannya yang tak lain adalah Ervin, yang juga di balas tatapan tajam oleh Ervin.
Rafi menoleh kan kepalanya menatap Syila yang juga tengah menatapnya.
"Lo ikut gue!" ucap Rafi datar dan langsung menarik tangan Syila tanpa persetujuan gadis itu.
meninggalkan Ervin yg menggeram marah.
"Awas lo, Fi! ga akan gue biarin Syila jatuh ke tangan lo lagi!" batin Ervin menyeringai.
*****
"Is lepasin!"
"Ka lepasin, sakit!"
"Ka, tangan aku sakit!"
"Ih... lepasin dong!"
"Ka Rafi... sakit!"
"Lepasin!"
"Woy... denger ga sih?"
"MasyaAllah.... ni orang tuli apa ya?"
"Lepasin atau aku teriak?"
"Ih dasar!"
"Yaudah aku teriak!"
__ADS_1
"TOLONG... TOLONG... ADA YANG MAU..... aws, sakit!"
Ringis gadis cantik ini saat tubuhnya terbentur tembok. karena pria itu yang mendorong nya kasar dengan tangan yang mengunci pergerakan nya.
Spontan Syila memundurkan wajahnya dengan tangan yang mendorong dada bidang milik Rafi saat jarak wajah mereka begitu sangat dekat.
"Lo diam atau gue cium?"
"Hah?"
Spontan gadis ini menutup mulutnya saat mendengar kata kata frontal pria itu.
"Gadis pintar!" ucap Rafi tersenyum miring.
dan kemudian menarik tubuhnya dan kembali menarik tangan gadis itu.
Ruangan osis...
itulah tujuannya...
Ruangan dimana tidak ada yang bisa masuk dengan seenaknya. dan ia suka tempat itu, karena itu adalah ruang kebesaran nya, di tambah jika bersama gadis ini, di jamin ia tidak mau keluar.
Sedangkan Syila, gadis ini menunduk malu saat semua siswa menatap nya.
*****
Syila...
gadis cantik ini duduk termenung di bangku nya. memikirkan kejadian beberap menit yang lalu, yang terus saja berputar putar di otaknya. apalagi memikirkan kata kata yang di lontarkan Rafi tadi, sungguh membuat otak nya ingin pecah.
Flasback on...
"Ngga boleh deket deket sama Ervin!"
"Dan ga boleh deket sama cowo lain!"
"Pokonya jangan deket sama semua cowo. kecuali gue, bokap lo dan kaka lo!"
"Mentang mentang kita udah putus, lo jangan seenaknya dong. ingat di sini perjodohan kita masih tetep jalan... karena bokap sama nyokap gue ga setuju, kalau perjodohan kita batal!"
"Jadi, seharusnya lo ngehargain orang tua lo dan orang tua gue. mereka udah cape cape ngejodohin kita, dan lo malah deket sama cowo lain?"
"Kesan nya lo kaya selingkuh tau ngga!"
"Harus mahal dong jadi cewe!"
Flashback off....
"Akhhhh...."
Ucap syila dengan prustasi saat kata kata Rafi terus berputar putar di otaknya.
Apakah Syila bisa mengatakan kalau Rafi cemburu, karena melihat kedekatan nya dengan Ervin?
Tapi mana mungkin? ya kali Rafi cemburu. atas dasar apa coba? Rafi kan ga mencintai nya. di tambah lagi posisi Rafi yang kini sudah ada Pahra.
Huh pusing deh...
"Ngapa lo, Syil?" Tanya Diva yang kini duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Ga tau!" jawab Syila acuh dan lebih memilih menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan yang ia buat di atas meja.
"Oiya Syil... tadi gue lihat lo di tarik tarik gitu sama Rafi?"
"Iya gue juga ngeliat, tadi kalian masuk ruangan osis?"
"Ko kalian bisa deket lagi?"
"Lo berdua balikan Syil?"
"Menurut gue ya Syil... jangan mau balik an sama Rafi! tau sendiri kan tu anak, bisa nya nyakitin terus ninggalin!"
"Setuju gue! apalagi sekarang ada Pahra...."
"Si Rafi nya aja bloon... lebih milih sampah dari pada berlian!"
"Tau nih... sekarang si Syila mau di embat juga!"
"Eh, ka Rafi tuh kaka kelas. manggil nya pake kaka dong!"
"Kaka kelas ke gitu? ga pantes di panggil kaka!"
"Bener...."
"Ya tapi kan guys...,"
"DIAM SALSA!"
"Iya... iya...."
"Tapi, ka Rafi ganteng ya guys?"
"Ganteng juga kalau sikap nya ke gitu mah, buat apa?"
"Ka Rafi manis, terus cool lagi, ah adem banget kalau liat nya!"
"SALSA LO DIAM ATAU KITA LEMPAR LO DARI LANTAI 2!"
"Sadizs nya kalian..."
Astaga.... Syila rasanya ingin menyumpal mulut ember teman teman nya ini.
Ngapa mereka pada heboh sih? jadi pen ganti temen.
Eh, jangan dong... gitu gitu Syila tetep sayang kepada ke 5 sahabat cantik nya ini. walaupun otak mereka pada setengah...
Ajeng...
Diva...
Alin...
Naya ..
dan Salsa.
Dasar emberπ
*******************************************
__ADS_1