
***4 tahun kemudian***
Di sebuah ruangan yang terlihat luas dan megah ini, terlihat seorang pria berjas yang tengah bergelut dengan laptop nya.
sesekali pria itu menghela napas kasar saat melirik tumpukan tumpukan berkas yang berada di samping nya dan tidak mempedulikan iPhone nya yang sedari tadi berbunyi. entah itu telpon atau sekedar notif, yang di pikiran nya sekarang adalah kerja, kerja, dan kerja, dan bagaimana ia harus mengerjakan tumpukan berkas berkas itu dengan cepat.
'Tok... tok... tok'
"Permisi pak."
Sebuah ketukan pintu dan suara itu. membuat pria ini teralihkan.
ia menatap ke arah pintu dan berucap, "masuk."
"Ada apa?" tanya nya kepada salah satu pegawai nya yang bernama Dito, saat pria itu telah berada di hadapan nya.
"Ini pak. saya ingin menyerahkan berkas yang bapa inginkan waktu itu. berkas yang berisi biodata para mahasiswa Stanford yang akan melakukan praktek di rumah sakit bapak." ucap dito dengan menyerahkan tumpukan berkas itu di hadapan bos 'BESAR NYA'.
"mereka sudah datang?" tanya pria berjas itu dengan nada dingin.
"Sudah pak. tadi pagi, dan mulai besok mereka akan melakukan prakteknya! "
Pria berjas itu terdiam sejenak, menatap tumpukan berkas itu dengan datar.
"Yasudah kalau begitu besok kamu urus semuanya dan saya sendiri yang akan memimpin rapat sebelum para mahasiswa melakukan praktek." suruh nya.
"Baik pa saya akan urus semuanya. kalau begitu saya permisi." ucap Dito dan kemudian berlalu dari hadapan pria tampan pemilik perusahaan besar yang ia tempati sekarang.
Setelah kepergian salah satu pegawai kepercayaan nya, pria berjas itu meraih tumpukan berkas tersebut. ia mengambil satu persatu berkas yang berisi biodata para mahasiswa jurusan kedokteran dari universitas Stanford dari negara USA Amerika Serikat.
ia hanya mengambil nya tanpa membuka nya. sehingga tangan nya berhenti di sebuah tumpukan berkas terakhir, ia mengambilnya dan kemudian mmembukanyap seketika senyum miring terukir jelas di bibir tipis nya saat melihat biodata dari nama lengkap, tanggal lahir, nama orang tua dan jurusan nya. tidak lupa juga poto berukuran kecil yang terpang pang di sana.
"Selamat datang sayang!"
*****
__ADS_1
Seorang pria tampan dengan jas mahal yang membaluti tubuhnya itu keluar dari mobil mewahnya, ia berjalan dan di ikuti dua orang yang berpakaian jas kantor di belakang nya. seketika kedatangan nya pun di sambut baik oleh satpam yang menunduk hormat padanya pria itu memasuki area rumah sakit itu saat satpam telah membukai kan pintu yang terbuat dari kaca tersebut.
Pria itu berjalan dengan tampang datar. tidak mempedulikan sapaan hangat para dokter dan suster yang berlalu lalang.
akhirnya ia pun sampai di sebuah ruangan yang sudah ada seorang dokter yang cukup tua yang ia yakini itu adalah ketua dokter di rumah sakit best ini.
"Silahkan masuk pak." ucap dokter tersebut dengan ramah.
Dan langsung saja pria itu pun masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup besar. Dan sudah terlihat sekitar 40 mahasiswa yang sudah berdiri di samping samping meja.
"Selamat pagi semuanya." ucap dokter itu kepada para mahasiswa.
"Pagi dok."
"Nah anak anak. perkenalkan dia adalah pak Rafi Sanjaya, anak tunggal dari pak Sanjaya, selaku pemilik rumah sakit ini. dan sekarang pak Rafi lah yang akan mengambil alih rumah sakit ini." Ucap dokter tersebut yang membuat para mahasiswa perempuan berbisik bisik. bagaimana tidak, udah masih muda, ganteng, mapan lagi, siapa coba yang ga suka.
Sedangkan pria itu yang tak lain adalah Rafi. ia hanya berdiri dengan raut datar dengan mata yang menatap satu persatu mahasiswa tersebut. sehingga tatapan pria itu terhenti tepat di seorang gadis dengan rambut yang di gulung asal dan terlihat berantakan. namun malah terlihat cantik dan manis di wajah bule nya.
Pria itu tersenyum miring saat melihat gadis itu yang juga tengah menatap nya. dengan tatapan yang seperti shok dan kaget, seakan gadis itu tidak percaya apa yang dia lihat sekarang.
"Woy ngelamunmulu!"
"Eh lo denger ga sih?"
"fiks di kacangin ini mah."
"NONA ANASTASYA GUE LAGI NGOMONG SAMA LO YA!"
"Apa sih mi?" tanya gadis itu dengan kesal.
saat Ami yang bernotaben teman kuliahnya itu berteriak.
"Lo kenapa ngelamun mulu sih? perasaan setelah rapat, lo ngelamun mulu?" tanya Ami heran.
"Ngga ada apa apa, Mi." jawab nya malas.
__ADS_1
"Eh Syil... Pemilik Rumah Sakit ini ganteng ya, masih muda lagi. kek nya gue suka.!" ucap Ami dengan tersenyum gaje.
Gadis itu hanya menatap Ami datar dan berucap, "Oh."
"Ck... lo mah kebiasaan, singkat mulu!" ucap ami kesal.
"Ya terus?"
"Tau ah ngeselin lu mah." ucap Ami merajuk.
...****************...
Hai **hai hai kakak readers,...
ada yang rindu aku gak?
mksudnya rindu sama cerita ini...
oh iya maaf yaa terllambat update...
habis nya kemarin aku seharian ada kegiatan di sekolah jdi gk sempat pegang hp...
maaf yaaππππ
untuk ceritanya, aku skip untuk 4 tahun kemudian yaa... maaf kalau ceritanya gak jelas atau gak nyambung,,.
cukup sekian, Babay....
NEXT OR STOP?
RafSyil
Possessive Rich Man
ππ€ππ**
__ADS_1