
di dalam kamar bernuansa hitam dengan beberapa poster bergambar alat musik, seorang pria tengah berbaring sambil menatap layar IPhone nya yang menampilkan foto seorang gadis memakai daster dengan motif bunga bunga besar.
'dddrrrrtttttt'
saat ia akan menggeser layar nya, iPhone nya bergetar menandakan ada panggilan masuk. di situ, tertulis nama My Zah๐ค sebagai penelepon.
ia mengklik tombol berwarna hijau dan panggilan tersambung.
"Hallo Rafa Andreas. " suara lembut seorang cewek mengawali percakapan melalui telepon itu.
"Rafa apa kabar? " tak mendapat jawaban, gadis yang ternyata adalah Zahra itu kembali berbicara.
"Gue baik. " balas Rafa singkat.
"baguslah kalau Rafa baik." ucapnya.
gadis itu terdengar menghembuskan nafas perlahan. Rafa menyadari bahwa gadis itu sedang menahan sesak, namun ia berusaha tak mempedulikan gadis tersebut.
"Rafa tau, hari ini Zahra masuk kuliah lagi setelah 2 hari Zahra demam. hehe... karena Zahra tidur di lantai waktu hujan deras 2 hari yang lalu, untung aja Sisy datang dan menyelamatkan Zahra. kalau Sisy ga datang, mungkin Zahra sudah ada di pangkuan Tuhan ya... hehehe. "
Rafa tetap diam tak bergeming.
ingin sekali ia berbicara dan memarahi gadis tersebut karena tak menjaga kesehatan nya. namun ia urungkan.
"*dan Rafa tau, tadi senior Erwin paksa Zahra buat pulang sama dia. katanya ada yang mau dia jelasin ke Zahra. jadi Zahra setuju pulang sama dia. "
" bego. lo ga ingat terakhir kali lo di apa ini sama dia? bayangin putri Azzahra, kalau gue ga datang tepat waktu lo jadi apa*! " ucap Rafa dengan bentakan di akhir kalimatnya.
" *tapi tadi senior Erwin seperti sangat serius jadi Zahra iyakan ajakannya. "
"hmm... So, apa maksud lo telpon gue tengah malam begini*? " ucap Rafa
"maaf,,, tapi Zahra rindu Rafa. " cicit gadis tersebut. Rafa dapat mendengar gadis itu berbicara sambil menahan tangis, namun, diri nya tetap mempertahankan sikap acuh tak acuh nya.
__ADS_1
"gue ga rindu lo! " Jawab Rafa sarkas.
"g.. gapapa... hiks... gapapa Rafa ga rindu Zahra, itu hak Rafa, tapi Zahra rindu sama Rafa. d... dengan Rafa.. hiks... Rafa angkat telfon dari Zahra aja, Zahra udah senang, se... setidak nya Rafa ga benci Zahra. hiks... maaf,,, Zahra nangis, maaf. "
tembok pertahanan gadis itu runtuh. bicara nya yang terbatas bata dan isakan isakan kecil dapat Rafa dengar dari sambungan telpon.
"Rafa... kembaliii... "
isakan tangis tak dapat lagi di bendung oleh gadis itu. tangisan nya pecah, suara isakan tak putus terdengar dalam benda pipih multifungsi tersebut.
"Rafaaaa.... kembali ke Zahraaa. hiks... hiks.... kembali Rafaa." dengan isakan tangis nya, Zahra berusaha mengeluarkan suara walau susah payah.
"gue gamau. "
'jlebb'
sakit, pasti!
"Raff,,, Rafaa... beneran,,, beneran gamau kembali sama Zahra? " setelah memaksakan senyuman nya, gadis tersebut kembali bersuara.
"Tidak. gue tidak akan kembali menjadi kekasih lo."
tepat setelah Rafa mengucapkan kalimat itu, sambungan telepon terputus sepihak. di akhiri oleh Rafa sendiri.
pria itu membanting tubuh nya ke kasur king size milik nya kemudian melemparkan iPhone milik nya ke sembarang arah.
"aargghhhh.... gue benci lo menangis Zahra. apalagi karena gue, gue benci air mata lo, gue banci suara isakan lo, gue benci diri gue yang selalu buat lo bersedih, Zahraaaa! "
pria itu mengerang penuh emosi, dari sudut mata nya, terlihat bulir-bulir air mata yang menetes dengan teratur.
pria itu menangis...
pria itu benci mengetahui kekasih nya menangis...
__ADS_1
pria itu benci kekasih nya mengeluarkan air mata...
Namun, demi rencana besar nya, ia harus melakukan itu. menyakiti hati kekasih nya agar rencana nya berjalan dengan mulus.
...****************...
sementara di Sydney, Australia...
gadis cantik yang duduk sendirian di taman kampus ini terisak hebat setelah sangat kekasih memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
rambut nya yang awal nya tergerai indah kini telah acak acakan dengan sebagian besar rambut panjang nya menutupi wajah cantik nya yang berlinang air mata.
hingga, sebuah tangan kekar menggapai rambut yang menutupi wajah nya kemudian merapikan nya, mengikat nya asal ke belakang, sehingga tampak kah wajah cantik Putri Azzahra yang masih berlinang air mata.
"Azara, sudah cukup menangis nya. Ayo pulang. ga lucu kalau gue di gebukin orang karena lo nangis kan. ayo. "
pria yang ternyata adalah Erwin itu membantu Zahra berjalan dengan memegangi pundak nya. Sedangkan Zahra, gadis itu sama sekali tak mengangkat wajah nya hingga ia di duduk kan di dalam mobil Lamborghini hitam milik Erwin. air mata terus mengalir dari wajah cantik nya itu.
sementara Erwin, ia merasa sakit, melihat adik nya menangis, namun ia tidak bisa melakukan apa apa.
ia mengemudikan mobil sport milik nya menuju kawasan perumahan elit milik keluarga nya.
...****************...
hallo kakak readers ,,,,
gimana kabar nya, sehat ya...
semoga selalu sehat di manapun dan kapan pun.
oh iya, aku boleh minta tolong ga, bantu promosi ini cerita aku, di fb, atau d mana terserah.
aku sedih semakin lama pembaca nya semakin sedikit, jadi semangat nulis nya menurun๐ฅบ
__ADS_1