
"kamu kenapa, sayang?" Tanya Lia dengan nada khawatir.
namun Syila masih tetap saja menangis.
"Udah jangan nangis! sekarang bilang sama tante, kenapa? hmm?" Tanya Lia kembali.
Syila...
gadis itu merenggangkan pelukannya dan kemudian menatap Lia sayu.
"Syila udah ga suci lagi tante, hiks... hiks..." jawab Syila yang masih dengan posisi nya.
sedangkan Lia, Ia hanya diam dengan Perasaan heran.
"Maksud kamu apa? tante ga ngerti?" Tanya Lia bingung.
pasalnnya ia memang tidak mengerti dengan perkataan calon mantunya ini.
Dan dengan masih sesegukan, Syila menatap Lia dan kemudian tangannya pun menyingkab rambut yang menutupi lehernya yg penuh dengan bercak kemerahan. dan seketika gadis itu pun kembali memeluk Lia dan tangisannya pun semakin pecah.
sedangkan Lia...
wanita paruh baya itu hanya menghela napas panjangnya. dia kira ada apa... sungguh Syila membuatnya khawatir.
"Hiks..hiks.. tante Syila takut, gimana kalau mamah sama papah ngusir Syila saat tau kejadian ini? Syila ga mau jadi gelandangan tante! sekarang masa depan Syila udah hancur Tan... Syila udah ga bisa ngejalanin hidup ini lagi tan...Syila bener bener takut tan... hiks...hiks...," ucap Syila mendramatis.
"Cup... cup... udah sayang! jangan nangis dong... maapin Rafi ya, katanya Rafi khilaf." ucap Lia sembari mengelus ngelus punggung Syila.
namun dengan spontan gadis itu melepaskan pelukannya dan menatap Lia.
"Oh jadi ka Rafi yang ngerenggut kesucian Syila. hiks... hiks... tega banget ka Rafi!" ucap Syila dengan masih sesegukan.
"Duh bukan gitu, sayang! Rafi ga ngelakuin sejauh itu kok. kamu masih suci." ucap Lia jelas membuat Syila langsung menghentikan tangisannya.
__ADS_1
"Serius tan?" Tanya Syila dengan wajah seriusnya.
"Iya, sayang... lagian kalau Rafi sampe ngelakuin itu sama kamu, sekarang dia udah ga bisa napas lagi, udah tante bunuh tu anak!" ucap Lia dengan tangan yang mengepal.
seakan ia akan benar benar marah jika putra semata wayangnya itu benar-benar melakukan hal tersebut.
"Jadi Syila bener bener masih suci tan?" Tanya Syila sumringah.
"Iya, sayang!" jawab Lia terkikik kecil saat melihat reaksi gadis cantik itu.
"Alhamdulilah Syila masih suci.... terimakasih ya allah...," ucap Syila dengan kedua tangan yang diangkat sedada.
seakan ia berdoa dan benar benar bersyukur kejadian yang ada di pikirannya benar benar tidak terjadi.
(Hayo sebelum nya mikir apa?π
"Apa lo lihat lihat!" sergah Rafi kepada gadis cantik yang duduk di hadapnnya ini, saat gadis itu terus menatapnya tajam.
"Mesum." hanya itu kata kata yang di keluarkan gadis itu, Syila, dan kemudian ia pun kembali pokus kemakannanya,
"Alah pura pura ga tau, yaiyalah mana ada maling ngaku, kalau ngga penuh penjara." ucap Syila sinis.
"Ga usah ngebacot, mau sekolah kaga lo?" ucap Rafi datar dan kemudian ia berdiri dari duduknya,
"Rafi kamu ini ngomong yang lembut bisa ga sih, Syila itu pacar kamu!" tegur Lia dengan menatap Rafi tajam.
"Hari ini Syila ga sekolah dulu, mamah udah ijinin tadi ke wali kelasnya, Lagian mamah ga mau sampe teman teman kamu lihat kondisinya Syila, bisa bisa nama kalian berdua tercemar. mamah ga mau itu terjadi. jadi kamu aja yang sekolah!" sambung Lia menjelaskan.
Dan tanpa sepatah kata pun Rafi langsung pergi dari hadapan 2 wanita itu, namun sebelumnya ia mencium tangan mamahnya sekilas.
"Kita ngapain kesini tan?" Tanya Syila saat Lia membawanya ke sebuah butik yang terkenal di daerah jakarta.
"Nyari baju sayang." jawab Lia dengan mata yang menyapu sudut ruangan.
__ADS_1
"Baju? Buat siapa, tante?" Tanya Syila kembali
"Bukan buat tante, tapi buat kamu sama Rafi!"
"Hah buat aku sama ka Rafi, emang buat apaan?"
"Buat...,"
Ucapan Lia terpotong saat ada seorang wanita yg menghampirinya dengan menenteng sebuah Gaun berwarna merah yg begitu cantik.
"Misi bu Lia, ini pesenan ibu sudah jadi!"
"Oh iya terimakasih, ya." ucap Lia ramah.
"Oiyah sayang nih cobain!" ucap Lia dengna memberikan gaun itu kepada Syila.
syila gadis itu menerimanya dengan heran.
"Buat apa sih tan?"
" udah jangan banyak tanya, cobain gih?" Suruh Lia sembari mendorong pelan gadis itu keruang ganti.
dan dengan pasrah Syila pun menurut.
Beberapa menit kemudian Syila pun keluar dari kamar ganti dengan menggunakan gaun tersebut. namun, tatapan nya membulat saat melihat seorang laki laki tampan yang tengah terduduk di sopa di butik tersebut. dengan tatapan pokus ke hp nya, bahkan laki-laki itu pun terlihat sangat rapih dengan kemeja putih yang di balut jas hitam, astaga terlihat sangat tampan.
"Ka Rafi ngapain di sini?" Tanya Syila dengan wajah kaget.
Rafi...
laki-laki itu menoleh ke arah syila, namun seketika tatapannya melongo saat melihat lihat kekasihnya yang mengenakan gaun cantik tersebut.
"Woi aku nanya ka , di jawab napa!" ucap Syila dengan tangan yang di kibas kibas kan di depan Rafi. membuat laki-laki itu tersadar.
__ADS_1
*******************************************