
2 bulan kemudian.....
(Morning sickness)
Jam kini menunjukan pukul 9 pagi.... wanita cantik yang berusia 20 tahun ini terduduk dengan malas di karpet berbulu dengan tatapan yang pokus ke arah televisi dan sesekali tangan nya memasukan potongan potongan buah ke mulut nya.
Syila mengalihkan pandangan nya ke arah I-Phone nya yang bergetar. dan langsung saja wanita itu meraih nya.
"Tumben jam segini udah nelpon?" gumam Syila pelan saat membaca nama penelepon yang tertera di layar I-Phone nya.
"Haloww!"
"....."
"Loh ini ka Abun? ko hp Rafi bisa sama kakak?"
"....."
"Hah! Ko bisa?"
"....."
"Yaudah Syila kesana!"
'Tut'
Telpon di matikan.
"Mbaaa Dea....." teriak Syila.
Beberapa detik kemudian datang lah Dea dengan tergopoh gopoh.
"Kenapa non?"
"Tolong bantuin Syila siap siap ya... Syila mau ke kantor Rafi."
"Oh, baik non! mari saya bantu."
****
Syila berjalan cepat di kantor mewah tersebut. Ia mengabaikan para karyawan yang menatap nya heran karena kedatangan gadis blasteran tersebut. gadis ini semakin Mempercepat langkah nya saat para karyawan laki laki menatap nya yang membuat nya risih.
"Eh, tunggu tunggu!"
Syila menghentikan langkah nya saat seorang wanita menghentikan kan nya. ia memutar bola matanya malas menatap salah satu karyawan di kantor suami nya ini. yang masih jelas di pikiran nya karyawan yang berstatus resepsionis yang dulu memarahi dan mengusir nya.
"Lo.... bukan nya cewe yang waktu itu datang kesini buat nganterin makanan buat pak Rafi ya?" Tanya wanita itu dengan sinis.
"Maaf mba, saya gak ada waktu! saya buru buru...." ucap Syila dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
namun sial nya wanita itu malah mencekal tangan nya.
"Eit.... mau kemana Lo?"
Syila menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar.
"bukan urusan anda!" ucap Syila dingin.
dan langsung saja wanita itu pun melenggang pergi dari hadapan resepsionis itu.
Resepsionis yang ber name tag Tania itu pun berbalik menatap punggung Syila dengan tidak suka.
"dih songong banget sih tu cewe! tamu nya pak Rafi bukan sih? awas aja kalau gue ketemu dia lagi."
******
"Ka Abun...."
Pria tampan dengan balutan jas kantor itu pun menoleh menatap istri dari sahabat nya yang kini berjalan ke arah nya dengan wajah khawatir nya.
__ADS_1
"Eh... Syila udah datang?"
"Rafi nya mana?" bukan nya menjawab, gadis ini malah balik bertanya.
"Di kamar mandi Syil... coba Lo liat deh!"
Syila menganggukan kepala nya dan langsung saja gadis itu melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi yang tersedia di ruangan CEO ini.
"Rafi...." Lirih Syila sedih yang kini berdiri di ambang pintu menatap pria tampan dengan kemeja putih yang di gulung sampai sikut dan dasi yang di longgarkan.
terlihat wajah pria itu yang terlihat pucat!
Sang empu yang di panggil pun menoleh dan mendapati istri cantik nya yang berdiri dengan mata berkaca kaca.
"Sayang...." Ucap Rafi lemah.
bahkan kedua tangan pria itu pun menumpu di pinggiran wastafel untuk menahan tubuhnya.
'Greeepppp'
Rafi memeluk Syila dengan cepat. menelusup kan wajah nya di lekukan leher istrinya itu saat istrinya menghampiri nya.
"Kenapa bisa kaya gini sih?" tanya Syila khawatir.
"Ngga tau! perut aku mual, kepala aku juga pusing yang... pokonya ga enak banget!" jawab Rafi yang semakin erat memeluk istrinya itu.
"Emang tadi pagi kamu makan apa?"
Rafi menggeleng lemah di pelukan Syila.
"Cuman makan roti tadi pagi sama kamu."
"Selain itu? kamu jajan di luar ya?"
Rafi kembali menggeleng.
"Jangan boong!"
"Serius yank... aku gak makan yang macem macem kok." ucap nya lemah.
"Terus kalau ga makan apa apa gak bakalan kaya gini Rafi. gak mungkin kamu muntah muntah gak jelas kaya gini" omel Syila yang membuat Rafi berdecak kesal.
"Serius yank... aku ngga Mak... huekkk...."
Syila meringis saat Rafi memuntahkan cairan kekuningan itu dari mulut nya di wastafel. tangan nya terangkat memijit halus tengkuk suami nya itu.
Syila mendongakan kepala nya menatap pantulan wajah nya dan Rafi di cermin.
"Kamu serius tadi pagi ga makan apa apa?"
Rafi mengangguk....
"Minum apa gitu?"
"Serius yank, ngga."
Syila tersenyum
Kecil saat menyadari apa penyebab apa yang di rasakan suami nya ini.
Rafi yang melihat tingkah istrinya itu dari cermin pun menyipitkan matanya kesal.
"Senyum senyum lagi! seneng banget ya ngeliat suami nya sengsara?"
Syila terkikik geli mendengar perkataan Rafi yang terlihat sangat kesal.
"bukan gitu."
"Terus?" ucap Rafi ketus yang kini menatap Syila sepenuhnya.
__ADS_1
Syila mengelus rahang kokoh Rafi dengan lembut dan mencium pipi pria itu sekilas.
"Kamu lagi morning sickness kayanya."
Rafi menatap Syila dengan wajah heran nya.
"morning sickness? Ko aku? harus nya kan kamu?" tanya Rafi tak percaya.
Masa istrinya yang hamil, malah dirinya yang mengalami morning sickness. gejala yang biasa di rasakan wanita hamil di masa hamil muda nya.
Syila terkekeh kecil dan mengelus perut nya yang kini sudah 3 bulan usia kandungan nya.
"Kaya nya anak kamu sayang banget sama aku... sampe morning sickness nya aja di pindahin ke kamu."
Rafi mengacak rambutnya dengan gemas saat mendengar perkataan istrinya itu. ia berjongkok mensejajarkan wajah nya dengan perut Syila. menempelkan wajah nya di perut istrinya itu.
"Son... tega banget sih kamu sama Dady masa morning sickness nya di pindahin ke Dady sih? Dady kan harus kerja... ka gak lucu nanti kalau Dady muntah muntah depan klien."
(Bagaimana siih tulisan nya klien yang betulππ )
Syila terkikik geli dengan perkataan suami nya yang seakan mengadu pada janin di perut nya. tangan nya terangkat menyisir rambut Rafi dengan jari lentiknya.
Rafi mendongak menatap wajah cantik istrinya yang membuat siapa pun akan terpesona dengan kecantikan seorang Syila Anastasya. ia menatap gadis itu dengan sendu dan tatapan lemah nya.
"Terus gimana yang? aku banyak kerjaan, aku juga harus meeting sama klien klien aku..." tanya Rafi dengan tangan yang kini memeluk pinggang Syila dengan posisi masih berjongkok.
"Kita ke dokter ya?"
Rafi menggeleng lemah.
"ga mau... mau nya meluk kamu!" ucap Rafi dengan nada manja nya.
"Ga usah manja deh kamu!"
Rafi melepaskan pelukan nya dan berdiri sepenuh nya menatap gadis di depan nya dengan bibir mengerucut.
"Kan lagi morning sickness yank...." rengek Rafi yang kini kembali memeluk Syila dengan wajah yang di telusuapkn di lekukan Leher jenjang istrinya itu.
"Ya, ga gitu juga Rafi."
"Pulang yuk... aku pengen meluk kamu! di sini gak bebas."
Syila menghembuskan napas nya kasar... sepertinya mulai hari ini, besok dan hari hari berikut nya ia harus menghadapi tingkah manja Rafi nanti.
Ngurusin bayi besar....
...****************...
Hadeh si Rafi ada ada aja :)π
**Rafi: kenapa thor? lo iri?
Author: Dih ngapain iri sama lu, Author juga ada pacar kaliππ
Rafi: Tapi kan LDR... hahaha π€£π€£π€£
Author: T_T πππ
Rafi: Bay Readers ku... Jangan lupa bermesraan sama pasangan kalian... Biarin saja author iri π€£π€£**
...****************...
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
__ADS_1
#RafSyil
#Rafi_Syila