
Seorang wanita berjalan dengan mengendap ngendap seperti maling di rumah nya sendiri. matanya berbinar saat melihat toples kaca kecil yang berisi snack kesukaan nya di atas meja makan.
Langsung saja gadis itu menghampiri nya dan kemudian duduk di kursi meja makan tersebut. ia membuka toples nya dan kemudian memasukan snek nya ke mulut nya.
"Bagus ya makan begituan!"
'Deg'
Tubuh Syila menegang saat suara dingin Itu terdengar. ia membalik an tubuhnya dan terdapat Rafi yang tengah menatap nya datar.
"Loh kok udah bangun?" tanya Syila dengan menggit bibir bawah nya merasa terciduk oleh suami nya itu.
"Eehhhh... Rafi." Syila mengerucut kan bibir nya saat Rafi merebut toples kecil itu dari tangan nya.
Rafi hanya terdiam menatap istrinya dengan datar.
"Dea!" teriak nya yang membuat sang pemilik nama menghampiri nya.
"Iya tuan?" ucap Dea yang kini sudah berada di hadapan tuan besarnya itu.
"Nih." Rafi melempar pelan toples kaca kecil itu yang di sambut baik oleh tangan Dea.
"Lo kumpulin snack snack di rumah ini, yang di lemari dan di kulkas terus kalian makan semua atau di kasih ke orang. gue ga mau ada satu bungkus snack pun di rumah ini! ngerti?"
"Ngerti tuan."
"Yaudah kerja kan."
"Baik tuan. kalau begitu saya permisi."
Setelah kepergian Dea, Rafi beralih menatap istrinya itu yang tengah menatap nya dengan mata berkaca kaca.
Rafi mendekatkan dirinya ke arah Syila dan mengelus rambut panjang gadis itu
"Sayang..."
"Kamu jahat!" Syila menepis tangan Rafi dengan kasar dan kemudian melenggang pergi dari hadapan pria itu.
Sedangkan Rafi, pria itu hanya menghela napas kasar.
Kandungan Syila yang kini menginjak usia 6 bulan membawa pengaruh banyak bagi istrinya itu. Syila selalu berbuat seenak nya layak nya belum ada anak mereka di kandungan nya.
Dan karena itulah ia harus lebih siaga menjaga Syila dan calon anak nya. apalagi wanita itu yang keras kepala membuat ia kewalahan dalam menghadapi sikap nya.
Di tambah lagi kalau mood wanita hamil lebih sensitif dan berubah ubah, membuat ia sebagai suami harus lebih extra bersabar.
******
"Sayang..."
"Byy, buka pintu nya..."
"Aku minta maaf..."
"Yank..."
"Aku cuman gak mau kalian kenapa napa..."
"Snack itu ga baik buat kandungan kamu sayang..."
__ADS_1
"Buka pintu nya, byy..."
"Aku mohon..."
Rafi menghela napas kasar. sedari tadi ia mengetuk ngetuk pintu kamar nya dan Syila. namun wanita itu tak kunjung membuka nya dan hanya diam di dalam.
"Yaudah kalau kaya gitu aku ke ruangan kerja aku ya... kalau kamu ada apa apa panggil aku aja."
Tidak ada jawaban....
"Aku pergi ya sayang, love you." ucap Rafi dan dengan terpaksa pria itu pun berbalik meninggalkan kamar tersebut.
'Ceklek'
"Rafi... hiks... sakit."
Rafi membalikan tubuhnya saat suara pintu terbuka lengkap dengan rintihan istrinya itu.
"Sayang." Dengan Cepat Rafi menghampiri Syila dan memeluk bahu gadis itu.
"Perut aku sakit... hiks...." Rintih Syila dengan tangisan nya sembari memegangi perutnya.
Entahlah ia menangis karena kesakitan atau takut terjadi apa apa dengan bayi dalam kandungan nya.
"Yaudah kita ke dalam yuk." Rafi memapah Syila untuk memasuki kamar mereka dan menduduk kan gadis itu di sofa.
Rafi berjongkok di hadapan Syila dengan mengelus pelan perut gadis itu.
"Son, jangan nakal dong! kasihan tu bunda nya kesakitan."
"Bunda kan udah cape bawa bawa kamu, harus nya kamu tenang tenang di dalam ya jangan bikin sakit. kasihan bunda nya!"
Dengan spontan Rafi mendongak menatap Syila saat istrinya itu mengelus lembut rambutnya lengkap dengan senyum manis nya.
"Masih sakit yank?"
Syila menggeleng pelan membuat Rafi menghela napas lega.
"udah mendingan..." jawab Syila saat dengan ajaib nya rasa sakit di perut nya memudar karena usapan tangan Rafi.
"Kaya nya si son marah deh, karena bunda nya ngambekin Dady nya." Ucap Rafi terkekeh kecil yang membuat istrinya itu ikut terkekeh.
"Maaf ya son, abis nya Dady kamu ngeselin."
"Kan karena Dady sayang bunda, iya kan Son?" ucap Rafi dengan mengangkat baju Syila dan mencium perut gadis itu bertubi tubi membuat sang empu terkikik geli.
"Geli Rafi." rengek Syila tertawa geli yang membuat Rafi menghentikan nya dan menurunkan kembali baju gadis itu.
Rafi mengaitkan Kedua tangan nya di pinggang Syila dan kemudian membenamkan wajah nya di dada gadis itu.
Syila hanya tersenyum kecil dan memeluk leher pria itu dengan sayang.
"I love you, bunda!"
"Me to, Dad!"
Dan setelah nya kedua insan itu pun larut dalam pelukan hangat mereka.
*****
__ADS_1
Syila berjalan santai dengan pandangan kemana mana menatap interior kantor besar itu dengan tatapan kagum.
Kantor Rafi memang mempunyai interior yang indah membuat siapa pun nyaman di dalam kantor ini.
Ya...
kali ini ia mengunjungi kantor suami nya. entahlah ia sangat merindu kan Rafi padahal pria itu hanya pergi ke kantor berangkat jam 8 pagi dan pulang jam 7 malam.
Namun menurut ibu hamil ini, itu sangat lama.
Jadi ia memutuskan ke kantor Rafi untuk melepas rindu nya.
(Hehe lebay Banget ni bumil:)π π )
"Lo lagi... Lo lagi! bosen gue liat nya!"
Syila memutar bola mata nya malas. lagi lagi ia harus bertemu dengan resepsionis jutek ini.
"Lo ngapain sih ke sini?
"Oh atau mau nganterin makanan lagi?" Lanjut Tania dengan menatap sinis ke arah Syila.
"Bukan mba!"
"Ya terus mau ngapain? Mau konsultasi ke dokter soal kandungan Lo ini? Helow ini tuh kantor bukan rumah sakit." ucap Tania dengan logat nya yang membuat siapa pun yang mendengar nya kesal.
"Eh btw,perut lo ko udah gede aja sih? Perasaan kemarin kemarin masih kempes dah?" Lanjut Tania yang baru menyadari perut wanita di hadapan nya ini.
"Ya karena saya hamil lah mba, gimana sih?" jawab Syila yang kini sudah mulai kesal.
"Ye biasa aja dong Bu ngomong nya! ga usah songong ke begitu."
Syila menghembuskan napas nya pelan. kenapa wanita di hadapan nya ini sangat membuat nya kesal.
"Gue tanya sekali lagi, Lo mau ngapain ke sini?"
"Saya mau ketemu suami saya mba."
"Suami? Oh jadi suami Lo kerja di sini! Siapa? dia jadi apa? Menejer? karyawan? atau jangan jangan OB?" tanya Tania bertubi tubi dengan senyum miring di kalimat terakhir.
Syila lagi lagi menghela napas pelan mencoba mengontrol emosi nya yang ingin meledak. salah satu karyawan suami nya ini sangat lah Sok tau.
"Maaf mba, jabatan suami saya ga ada yang mba sebutin tadi." ucap Syila setenang mungkin.
"Ya terus? Suami Lo jadi apa? nama nya siapa?"
"Namanya....."
...****************...
#**Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
__ADS_1
그리μ**