
Universitas Stanford, California.
dua pria tampan tengah berjalan di Koridor kampus menuju ke kelas. sepanjang perjalanan, decakan kagum dari para Mahasiswi terus terdengar di pendengaran mereka. tak salah karena dua orang kembar yang tengah berjalan ini memang memiliki wajah yang berada di atas rata rata cowok yang berada di sana.
"pagi Raka, pagi Rafa! " sapa salah satu mahasiswi yang melewati mereka.
"Pagi juga cantik! " balas Raka membuat gadis tersebut berteriak histeris.
"Gue di sapa balik dong! aaaa! " jerit gadis tersebut kelewat bahagia.
ya siapa yang tidak bahagia pagi pagi di sapa oleh Pangeran kampus.
"Hai Stevi! " sapa Raka saat baru memasuki kelas.
dan sontak saja sapaan Rafa pada Stevi membuat gaduh satu kelas.
"Waoow Stevi di sapa Raka."
"Ada apa ini? "
"Ada hubungan kah mereka? "
"Stevi lo kekasih Raka? "
"Ckk! puas lo bikin gaduh satu kelas? " decak Stevi sambil memukul kepala Raka menggunakan novel yang di pegang nya.
"Auh.. gue nyapa malah di pukul. coba balik di sapa kek. Hai juga ganteng! gitu! " cecar Rafa sambil mengusap usap kepalanya yang di pukul Stevi.
"Dih narsis! " ucap Stevi
"Morning all. " sapa seorang gadis yang baru saja memasuki kelas di ikuti oleh 2 teman nya di belakang.
"Zahra? " ucap Raka membuat Rafa langsung berbalik.
__ADS_1
"Hai Rafa. gue bawain sarapan buat lo. lo pasti belum sarapan kan!? " ucap gadis tersebut sambil meletakkan tempat bekal di hadapan Rafa.
"zahra? lo kenapa bisa di sini? " ucap Rafa yang membuat gadis itu menghela nafas menahan amarah yang tiba tiba saja muncul dalam hatinya.
"zahra siapa, Rafa? gue Risty, Andina Christy! " ucap Risty membuat Rafa langsung mengubah ekspresi terkejut nya menjadi wajah dingin.
"Ngapain? " tanya Rafa dingin.
"Gue nganterin makanan. jangan lupa di makan ya ganteng! " ucap Risty yang langsung beranjak. namun langkah nya langsung terhenti saat mendengar Rafa berucap.
"Bawa pergi! " ucap Rafa.
"Maksud kamu apa??" tanya Risty
"lo masih ngerti bahasa manusia kan? gue bilang bawa pergi! Uang gue masih cukup buat beli makan. gue bukan orang kesusahan. "
"Tapi gue kan peduli sama kamu. " bantah Risty tak Terima makanan yang diberikan nya di tolak.
"gue ga perlu di peduliin. bawa makanan lo terus lo pergi dari kelas ini! " dingin Rafa
"Modelan gitu mau jadi kekasih gue? cuih! " ucap Rafa kemudian kembali fokus dengan bacaan nya.
sontak para gadis yang berada di kelas tersebut langsung mengerubungi Raka hendak bertanya tipe gadis seperti apa yang Rafa sukai.
"Raka Raka. lo kan kembaran Rafa, kira kira tipe cewek seperti apa yang Rafa sukai? " tanya seorang gadis. kita panggil saja Fannie
"Seperti apa ya? putih, tinggi, kurus tapi sedikit berisi, ehmm.... pintar dan pastinya cantik (kayak author nyaπ) mukanya imut, rambut nya panjang gelombang, periang, manja, peduli dengan sekitar, apa lagi ya, gue gak tau!" ucap Rafa mengerikan bahu nya.
"Gu... "
"Tapi sayang kalian gak bakal bisa dapatin si Rafa. dia sudah tunangan dengan Kekasih nya yang sekarang kuliah di Sydney, Australia. tapi kalau kalian mau dapatin gue, Sabi lah. haha! " lanjut Rafa memotong perkataan salah satu gadis yang hendak berbicara.
"Huuuh si Raka mah Narsis. gak like gue! gue suka nya yang cool kayak Rafa! "
__ADS_1
"Apa seperti ini yang lo mau? " ucap Raka dingin membuat gadis yang bernama Yeri tersebut langsung diam sambil menatap Raka penuh binar.
"Tapi sayang lo sudah masuk blacklist gue. sekarang bubar! " ucap Rafa masih dengan nada dingin nya.
sontak semua gadis yang mengerubungi nya tadi langsung kembali ke tempat masing masing kecuali Stevi yang memang duduk bersama Raka.
"Bagaimana? gue sudah masuk kriteria lo bukan? " tanya Raka pada Stevi.
kini ekspresi wajah nya telah kembali menjadi Rafa tengil yang Stevi sukai. ya, diam diam Stevi menaruh hati pada Rafa. dengan alasan menyukai Rafa, selama ini ia selalu memberikan Raka coklat berbentuk hati.
"Hmm... gak usah ngayal! " Stevi kembali menimpuk kepala Raka dengan novel yang masih di pegang nya sedari tadi.
"Apa sebenar nya salah gue ke elo? " tanya Raka.
"Lo selalu bikin jantung gue berdetak marathon, Raka Andreas! " ucap Stevi membatin.
"muka lo ngeselin, tengil, gue ga suka! " ucap Stevi heheh hati dengan perkataan ga sama.
"oke besok gue perawatan;"
"Eh bukan gitu maksud gue! " ucap Stevi panik.
"Lalu apa, Baby? " bisik Rafa
"Bacot lo, Raka. jauhin wajah lo! " teriak Stevi.
tak lama seorang dosen masuk dan kelas pun di mulai sampai sore hari.
***********
Happy Reading.
makasih yang masih mendukung aku sampai di sini.
__ADS_1
lopyu kalian sekebonπππ