
'Tok tok tok'
"Masuk!"
"Hai Syila?"
Syila mengalihkan pandangan nya saat suara yang ia kenal itu terdengar.
siapa lagi kalau bukan sahabat nya Alin dan Naya.
"Eh kalian... ko cuman berdua yang lain nya mana?" tanya Syila saat tidak mendapati ke 3 teman nya yang lain.
"Mereka ada kelas sore."
Syila mengangguk pertanda mengerti.
"Mata lo kenapa bengkak gitu? nangis mulu ya?" tanya Naya.
Syila tersenyum kecil dan menggeleng pelan.
"Engga kok!"
"Kita sahabat lo. lo ga perlu bohong sama kita!" ucap Alin yang membuat Syila terdiam.
"Jadi masalah Lo sama Rafi belum selesai?"
Syila menggeleng...
"Maafin gue ya! gara gara gue Lo sama Rafi jadi berantem gini. andai aja waktu itu gue ga ngajak lo!" ucap Alin.
"Ini murni kesalahan aku Lin... jadi kamu jangan ngerasa bersalah gitu. saat aku pergi dari sini dan aku juga udah siap nerima resiko nya! " ucap Syila dengan menyentuh tangan Alin.
sedangkan sang empu hanya menatap terharu.
"Gue yakin kok, Syil. lambat laun Rafi pasti maafin lo! tapi kalau dia ga maafin lo juga, lo beneran minggat aja deh dari rumah biar dia gila sekalian karna lo tinggalin!" ucap Naya dengan logat khas nya yang membuat Syila sedikit terkekeh.
"Ha-ha-ha... setuju gue sama Naya! tenang aja. Syil.... rumah gue masih muat ko buat nampung lo!" tambah Alin.
Syila hanya tersenyum menanggapi omongan sahabat nya ini.
Ia jadi kangen Ari, Kaka laki laki yang selalu membuatnya kesal saat ia bersedih. namun pada akhir nya pria itulah yang juga membuat nya tersenyum.
Syila rindu Ari.....
*******
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Syila berjalan menuju lantai bawah. ia melihat para pelayan yang sudah berdiri di pintu utama. berarti sebentar lagi Rafi pulang.
Ia berjalan pelan hingga ia menghentikan langkahnya saat ia berpapasan dengan Bela. Syila melirik nampan yang di atasnya segelas air putih.
__ADS_1
"Buat siapa?" tanya Syila.
Bela terlihat bingung.
"buat tuan Rafi non."
Syila terdiam dan kemudian tersenyum kecil.
"Oh yaudah...."
"Ngga papa non, saya yang ngasih ini?" tanya Bela dengan nada tidak enak.
"Ngga papa kok."
"Yaudah... kalau begitu saya permisi non." ucap nya ramah dan kemudian berlalu pergi.
Syila hanya menatap kepergian Bela dengan sendu. gadis itu tau semua nya. bahkan kebiasaan Rafi saat pulang dari kantor.
ya...
pria itu lebih suka meminum air putih dari pada minuman yang lain.
Bela... gadis yang cantik dan baik.
harus nya iya tidak berpikir an buruk tentang Bela.
Syila meremas piyama yang ia pakai. hatinya sakit melihat pemandangan seperti itu. lagian istri mana yang tidak cemburu saat suami nya datang dan malah perempuan lain yang menyambut nya dan menyuguhkan minuman.
Tentu saja hatinya sakit....
Syila membalikan badan nya dan memilih pergi. lagian Ia juga tidak berani menghampiri Rafi. yang hanya akan dapat tatapan dingin dari pria itu.
'PRANKKKK'
Syila menghentikan langkah nya dan kemudian berbalik saat suara benda terjatuh.
"Gue ga butuh, dan Lo ga usah repot repot!" ucap Rafi dengan nada dingin dan tatapan tajam nya.
Sedangkan Bela...
gadis itu menatap tidak percaya saat Rafi membanting gelas yang ia suguh kan untuk pria itu.
"Maaf tuan." ucap Bela lirih dengan kepala menunduk.
Sedangkan Syila...
gadis itu menatap kasihan ke arah Bela.
Kenapa Rafi berbuat seperti itu.?
__ADS_1
Syila melangkah kan kaki nya dan menghampiri Bela. setelah sampai Syila berjongkok dan membantu Bela yang kini tengah memunguti pecahan beling tersebut. namun sayang, tangan seseorang mencekal nya.
Syila mendongak dan mendapati Rafi yang tengah mencekal tangannya.
"Berdiri! Itu bukan kerjaan kamu!"
"Tapi.... "
"Berdiri Syila!"
...****************...
**Yuhuuuu...
kakak readers....
like dan krisan nya dong....
koment bawel nya juga yaaπ
Kakak readers jawab pertanyaan aku yaa...
Mau RafSyil pisah terus Rafi dengan bella?
...Atau...
RafSyil tetap bersatu dan kita hempaskan Bella?
Ayo ayo jawab....
π π π **
...****************...
#**Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
ππ€ππππ**
__ADS_1