Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
LDR RafZah : putus atau?


__ADS_3

"Berhenti bang!"


"Bang... lo mau mati?"


"Gue bilang berhenti, Brengsek!" teriak Raka namun tak di hiraukan oleh Rafa


"Zahra minta putus dari gue!" Racau Rafa setengah sadar


"Gue tau bang! tapi bukan berarti lo begini!"


"Terus gue bagaimana? hamilin Zahra biar daddy nikahin gue dengan Zahra?"


"Arrrgh'


erang Raka sambil mengacak rambutnya.


Merasa kehilangan akal, Raka kini menghubungi Zahrq. Namun sampai 10 kali panggilan selalu di tolak oleh gadis itu.


" Zahra pliss gue butuh lo!"


*****


Di tempat lain, gadis cantik dengan piyama putih nya itu sedang menangis sesenggukan di bawah tumpukan boneka boneka nya.


"Hiks... hiks... Zahra ga mau putus sama Rafa. tapi Zahra kecewa sama Rafa! Hiks.. hiks... Rafa jahat... hiks."


'Ting'


pintu apartment Zahra terbuka dan menampil kan seorang Sisy di tengah tengah pintu.


"Ra.... Zahra...."


"Sy... Hiks... Zahra di kamar!"


"lo kenapa minta putus dari Rafa?" ucap Sisy sesaat setelah memasuki kamar Zahra.


"Gak kenapa kenapa! Zahra capek sama Rafa!"


"Ra.... ingat ya! lo bilang lo sama rafa sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun kan?" tanya Sisy yang di balas anggukan oleh Zahra.


"Berapa banyak masalah yang lo hadapi? pasti sudah segede gunung kalau di kumpulin. Tapi, lo bisa lewati kan?"


Zahra kembali mengangguk.


"Terus kenapa cuma karena omongan senior Bryan lo langsung minta putus?"

__ADS_1


"Hiks... Hiks... Zahra salah ya minta putus sama Rafa?" ucap Zahra masih dengan isakan tangis nya.


"Lo gak salah minta putus kalau memang Rafa bener bener salah! Tapi saat ini lo belum kasih Rafa waktu alasan dia gak ngabarin lo kan?"


"terus Zahra harus apa, Sy! Zahra masih kecewa sama Rafa!"


"Cek Hp lo! lihat log panggilan!"


"573 panggilan tak terjawab dari kemarin? Rafa, Raka, Bunda Syila, Papi Rafi, bahkan Syakila juga telfon aku?"


"Bayangin seberapa khawatir nya keluarga Rafa terhadap lo? ya walau gue sama sekali ga kenal sama keluarga si muka sok ganteng itu!"


"Rafa memang ganteng kok!" bela Zahra tak terima Sisy meremeh kan wajah tampan Rafa.


"Serah lo, Zah. serah!"


"Eh tapi Sisy, Kamu kan jomblo, kok kamu pintar si masalah cinta cintaan?"


'jleeb'


ngena banget di hati Sisy.


"bit*h!" umpat sisy tertahan.


"Hallo bunda?" ucap Zahra sesaat setelah sambungan telepon tersambung"


"Hallo Zahra? kamu ga papa? kamu kemana aja? bunda telfonin juga dari kemarin?" ucap Syila dari sebrang


"Zahra ga papa bunda! kemarin Zahra sibuk banyak tugas. hehe." ucap Zahra berbohong.


"Uhh syukur lah. bunda Khawatir banget sama kamu, Ra. eh malah kamu ga angkat telfon dari bunda."


"Zahra minta maaf ya bunda, sudah buat bunda khawatir


" Gapapa sayang. bunda kan sudah anggap kamu anak bunda sendiri. jadi wajar saja bunda khawatir. oh iya, hubungan kamu dengan Rafa bagaimana?"


"eeh.. ee.. itu... Anu bunda... Zahra..."


"ga usah gugup. kamu lagi bertengkar sama Rafa? "


"Anu bunda, teman Rafa yang satu kampus sama Zahra bilang kalau Rafa selingkuh. jadi kemarin pakai Hp teman Zahra, Zahra minta putus." Jelas Zahra sambil menahan tangisan nya.


"*ooh.. pantas dia depresi begitu!"


"Maksud nya bunda?"

__ADS_1


"Dari 2 hari yang lalu dia selalu minum minum terus sambil nyebut nama kamu. sampe Raka bingung akhir nya tadi malam Raka bawa Rafa pulang ke rumah*!"


"Eeh Zahra bisa bicara sama Rafa, bun?"


"iya tunggu ya!" *Tanpa mematikan sambungan telepon, Syila berjalan menuju kamar putra nya.


"Rafa... Zahra mau bicara sama kamu!"


"Rafa!"


"TINGGALIN RAFA SENDIRI!"


"Ini Zahra,Rafa! pacar kamu! "


"SETELAH DIA MEMINTA PUTUS TANPA ALASAN DIA MASIH ANGGAP DIRI NYA PACAR RAFA? CIH MURAHAN! KALAU DIA PACAR RAFA KENAPA GA TELFON KE NOMOR RAFA TAPI MALAH KE NOMOR BUNDA?"


"PERGI RAFA GA SUDI BICARA SAMA DIA!" teriak Rafa dari dalam kamar*.


Hati Zahra mencelos mendengar penuturan Rafa yang tak mau berbicara dengan nya. Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga ke layar Hp yang menampak kan foto Seorang Rafa Sanjaya.


"hallo Zahra?" panggil Syila


"I... iya bunda" jawab Zahra dengan suara bergetar.


"Bunda tutup dulu ya. kamu jangan khawatir. bunda sama Raka bakal bujuk Rafa. bunda yakin dia masih ga rela lepasin kamu begitu saja!"


"Iya bunda!"


"Kamu jangan nangis ya. jangan lupa mkan!"


"Iya bunda."


"*Yaudah bunda tutup ya, Assalamu'alaikum!"


'tuut*'


tepat setelah sambungan telepon terputus, tubuh Zahra merosot ke lantai dengan suara isakan tangis yang amat memilukan.


...----------------...


**Bagaimana kira kira kelanjutan hubungan mereka?


komen and like nya yaa.


maaf hiatusπŸ™πŸ™**

__ADS_1


__ADS_2