Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
possessive Rich Man 7


__ADS_3

Seorang gadis cantik ini membuka matanya secara perlahan saat cahaya itu menerobos matanya.


satu objek yang ia lihat.


awan yang berterbangan.


hah awan?


Gadis ini mengalihkan pandangan nya ke arah samping. ia menelisik wajah di hadapan nya yang terlihat tidak jelas. namun, itu tak bertahan lama karena gadis itu kembali tidak sadarkan diri sebelum melihat jelas wajah di hadapan nya itu.


Sedangkan seorang pria yang berada di sebelah gadis itu hanya memperlihatkan wajah bersalah nya.


"maapin gue!" ucap nya dan kemudian pria itu pun melempar asal sapu tangan yang ia tuangi obat bius.


Untung saja kali ini ia menggunakan pesawat pribadi nya. jadi, tidak ada masalah dengan aksinya.


******


"Eeeeehhh... ssssst." lenguhan dari bibir mungil seorang gadis yang tengah tertidur itu pun membuat ke 4 perempuan yang ada di kamar tersebut mengulas senyum nya.


"Aku dimana? dan kalian siapa?" tanya gadis tersebut saat ia membuka mata dan terlihat para perempuan itu yang tersenyum kepada nya.


"Nona ada di kamar. dan kami adalah perias." ucap salah satu di antara mereka. namun membuat gadis cantik itu terlihat bingung.


"Sebaiknya sekarang nona mandi dulu dan kami akan membantu nona." ucap perias berambut pendek dan di angguki para perias lain.


"Buat apa?"


"Sudah nona. tidak usah banyak bertanya. mari!" ucap perias tersebut dan kemudian langsung mengiring gadis itu ke kamar mandi.


******


"Emang aku mau ngapain sih? ko di dandanin kaya gini?" tanya gadis itu dengan heran saat melihat pantulan dirinya di cermin.


Saat ini gadis itu menggunakan gaun Indan berwarna pink yang menjuntai kebawah, rambut pirang nya yang di gulung serta Tiara indah berbentuk bunga yang menghiasi rambut nya.


Lagi lagi para perias itu hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan gadis cantik itu. hingga suara decitan pintu membuat mereka teralihkan. dan terlihat seorang wanita paruh baya yang berjalan ke arah mereka dengan wajah bahagianya!


"Mamah?" ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Syila saat melihat Alexa, mamah kandung nya.


"Aduh cantik banget sih putri mamah." puji Alexa yang melihat penampilan putri bungsunya itu.


Sedangkan Syila hanya menatap Alexa heran.


"mamah ko ada di sini? bukan nya mamah di Jerman?" tanya nya.


"Iya mamah emang di Jerman. tapi setelah ngedenger berita bahagia ini, mamah sama papah langsung deh kesini. lagian masa mamah sama papah ga datang?"


Syila di buat semakin heran saat mendengar penuturan mamah nya.


"emang berita bahagia apa mah? terus Syila kenapa di suruh pake gaun kaya gini?" tanya Syila dengan melihat penampilan nya.


"Nanti kamu juga tau sayang." ucap Alexa. dengan senyum bahagia nya.


"Loh, ka Ari!"


Syila di buat semakin heran dan kaget saat Kaka laki laki nya itu kini ada di sini, dan berjalan ke arah nya.


"Kaka ko ada di sini?"


Sedangkan Ari. pria itu hanya memutar bola matanya malas dan kemudian beralih menatap mamah nya.


"Acara nya udah selesai mah."


"Akad nya udah?"


"Udah tadi!"


Alexa beralih menatap Syila. dan kembali menatap Ari.


"kalau gitu kamu yang ngiring adik kamu ya! katanya sodara laki laki yang lebih bagus ngiring sodara perempuan nya."


"Iya mah!"

__ADS_1


Alexa kembali menatap Syila dan kemudian tersenyum.


"kamu sama Kakak kamu ya! mamah pergi duluan."


Setelah mengucapkan kata tersebut, Alexa pun pergi meninggalkan putri dan putra nya itu.


"Ini ada apa sih ka? Syila bingung!"


Lagi lagi Ari hanya memutar bola matanya malas. pria itu mengambil sebuah baket bunga yang sangat indah yag terletak tidak jauh dari mereka dan kemudian di berikan kepada adik nya yang masih terlihat bingung.


"Udah ga usah bingung-bingung! ayo cepetan! Para tamu udah pada nunggu."


"Nunggu apa?"


"Nunggu di sunat!"


HAH😲😲😲


*********


Gadis dengan gaun pengantin tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya saat melewati para manusia-manusia tersebut yang tengah mempokuskan pandangan nya ke arah dirinya dan Ari. apalagi ada beberapa orang yang memotretnya.


Ia malu sekarang.


Hingga langkah Syila terhenti saat sudah sampai di depan seorang pria dengan jas hitam yang membaluti tubuh proposional nya dan rambut yang tertata rapi.


Terlihat sangat tampan.


Namun Syila hanya menatap tidak percaya sosok pria di hadapan nya ini.


apakah ia bermimpi?


atau hanya halusinasi nya saja?


Sehingga pikiran nya pun teralihkan saat pria itu mengangkat tangan kiri milik nya dan cincin berlian yang ia yakin sangat mahal itu menancap di jari manis nya. setelah nya pria itu pun mengecup tangan nya dengan lembut.


Syila menoleh ke samping saat Ari memberikan satu cincin yang hampir sama namun tanpa berlian. Ari membrikan padanya dan mengiring nya hingga cincin tersebut memasuki jari manis pria di hadapan nya.


Syila lagi lagi hanya menatap pria di hadapan nya dengan tidak percaya dan menatap para orang orang disana dengan bingung. sungguh ia tidak mengerti dengan semua nya.


tukaran cincin?


orang tua nya?


orang tua pria itu?


kaka nya?


teman-teman nya?


dan teman-teman pria itu?


Sekarang ia merasakan kepala nya berputar putar. ia tidak mengerti dengan semuanya.


dan ada apa ini?


sehingga seketika ia merasakan semua nya berhenti saat benda kenyal dan hangat itu menyentuh kening nya.


********


"Hiks... hiks... hiks... hiks." isakan tangis itu keluar dari bibir mungil gadis cantik tersebut.


namun tatapan nya tetap pokus ke depan yang menampakan langit Melbourne, Australia yang terlihat sangat indah di malam hari.


Sehingga gadis itu pun sedikit terkejut saat sebuah tangan melingkar di perut nya dan dagu seseorang yang bersandar di bahu nya.


"Maapin gue!"


"Gue tau cara gue salah, dan gue ngelakuin ini karena gue ga mau kehilangan lo lagi. gue ga mau kehilangan Lo kedua kali nya lagi, Syil."


Syil atau lebih tepat nya, Syila.


Gadis manis itu hanya diam dengan air mata yang terus bercucuran. gadis itu membalikan tubuhnya dan mendorong pria yang memeluk nya dengan kasar!

__ADS_1


"Kakak jahat!"


"Iya gue tau!"


"Aku benci sama kakak!"


"Itu emang hak Lo!"


Tubuh Syila ambruk, sehingga gadis itu kini duduk di lantai. dan menangis sejadi jadi nya. kata kata ke dua orang tua nya dan kedua orang tua pria itu berputar putar di otak nya.


Pria itu berjongkok, menyamakan tubuh nya dengan Syila. menghapus air mata gadis itu dengan perasaan bersalah!


"Lo tau... saat Lo ninggalin gue ke Amrik, gue bener bener hancur, Syil! gue bener bener kehilangan Lo banget... sampe papah mindahin gue sekolah ke Australi. tapi tetep gue ga bisa ngelupain lo, gue bener bener nyesel atas semuanya! gue nyesel karena udah nyia nyia in lo, nyuekin lo, dan ga pernah peduliin lo! dan saat lo pergi di situlah gue baru sadar kalau gue bener bener sayang sama lo dan kali ini gue ga mau kehilangan Lo lagi, Syil. Lo ngerti kan?"


Syila terdiam sejenak...


ia menatap dalam mata pria yang masih sangat ia sayangi ini.


Jujur...


walaupun sudah terhalang jarak dan waktu, tapi tetap cinta nya tak pernah berubah apalagi hilang.


"Ka Rafi?"


"Yes."


"I am sory."


"Why?"


'Brukkkkk'


Dengan spontan Syila memeluk pria yang tak lain adalah Rafi sanjaya.


pria yang menikahinya beberapa jam yang lalu.


pria yang kini sudah berstatus sebagai suami nya.


walaupun pernikahan ini terjadi tanpa persetujuannya dan berunsur pemaksaan.


...****************...



(PICT: HANYA PEMANIS)


SYILA Saat memakai gaun



(PICT: HANYA PEMANIS)


RAFI SANJAYA



Yang mau bunga nya Koment....


Nnty author antar sampai depan pintuπŸ˜…πŸ˜…



(PICT: HANYA PEMANIS)


Anggap saja Ari Irham


{Kakak laki laki Syila}


...****************...


#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja


#Possessive_Rich_Man

__ADS_1


#RafSyil


#Rafi_Syila


__ADS_2