Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
LDR (RafZah) : demam


__ADS_3

Sinar matahari menyeruak masuk mengganggu ketenangan gadis tersebut dalam dunia mimpi nya.


tidur tenang nya terusik oleh sinar matahari yang menerkam wajah cantik nya. ia mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk dalam indra penglihatan nya.


matanya perih, mungkin karena selalu menangis?


ia bangun dan bersandar pada kepala ranjang di kamar nya. setelah ia berhasil duduk, sebuah kain basah jatuh dari dahi nya.


"huuh? aku demam? " lirih nya.


badan nya terasa sakit semua. ngilu di beberapa titik saraf di tubuh nya membuat ia meringis sendiri.


'ceklek'


pintu kamar nya terbuka menampilkan sahabat nya dengan nampan berisi semangkuk bubur yang masih mengeluarkan asap asap tipis. berarti bubur itu baru saja selesai di masak.


"lo sudah bangun? " tanya Sisy basa basi.


ia tahu pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban. ia meletakkan nampan tersebut di atas nakas dan ia mengambil mangkuk berisi bubur panas tersebut.


"semalem lo demam. mata lo bengkak, lo kayak orang mati! " lanjut gadis itu sambil meniup bubur yang sudah ia sendok.


"Aaaaa, makan dulu, biar cepet sembuh. gue juga sakit liat lo sakit, Ra. "


Zahra menerima suapan demi suapan dari sahabat nya, tepat pada suapan terakhir, ia menahan sendok yang berisi bubur tersebut.


"Suapan terakhir, Ra." dengan berat hati, ia menerima suapan tersebut lalu meminum segelas air hangat yang di ulurkan oleh sahabat nya.


"Sisy, " panggil Zahra saat sisy hendak meraih knop pintu kamar gadis tersebut.


"ya, Ra? " gadis itu berbalik, ia menatap Zahra yang kini tengah menatap nya dalam,


"Makasih."


______________________*****_______________________


*Flashback on


'Drrrt, drrrt, drrrt '


Sisy yang sedang menonton drama Korea di HP nya terganggu dengan panggilan panggilan yang berasal dari nomor yang tak di kenal. sudah 10 kali ia menolak panggilan tersebut, namun seperti tidak mengenal kata menyerah, sang pemilik nomor tersebut tetap saja menelfon Sisy berulang ulang seperti debt collector.


merasa jengah, Gadis itu pun menggeser ikon hijau ke atas kemudian menempelkan benda pipih multifungsi tersebut ke telinga nya.

__ADS_1


"Bisa tidak kalau sudah di tolak, tidak usah terus menelepon? mengganggu sekali anda,! "


"Sisy, ini Samuel, kakak nya putri Azzahra. "


"Hah bang Sam?"


terkejut, sudah pasti.


heran, oh tentu saja.


pertama, Dari mana Samuel mempunyai nomor nya?


kedua, ada apa Samuel menelfon ia malam malam seperti ini?


ketiga, kenapa dia bisa tau ini Sisy?


"saya mau minta tolong, malam ini kamu bisa menginap di rumah Zahra?"


"Ada apa bang Sam? Zahra kenapa? emang nya bang Sam di mana? " tanya Sisy beruntun


"saya masih berada di Melbourne mengurus kendala di sini. tidak tau ada apa dengan Zahra, tapi saya memiliki firasat aneh tentang Zahra, berikan nomor rekening mu saya transfer kamu uang atas bantuan kamu. "


"tidak perlu seperti itu bang Sam, " tolak Sisy merasa tak enak


" sebagai rasa Terima kasih saya karena kamu mau membantu saya di tengah hujan seperti ini. tolong sedikit lebih cepat kamu pergi, kunci rumah biasa Zahra letakkan di bawah pot bunga lavender di samping pintu,. Terima kasih Sisy, saya tutup telfon nya. "


telfon di matikan sepihak oleh Samuel.


Tiba tiba saja perasaan Sisy tentang Zahra menjadi buruk, segera, ia pun mengganti piyama nya dengan celana training panjang dan hoodie berwarna peach.


tanpa berpamitan, pada ayah nya yang malam ini berada di ruang kerja nya, Sisy menyambar kunci motor nya dan langsung pergi menuju rumah Zahra. ia tidak memperdulikan deras nya hujan yang mengguyur kota Sydney malam ini. yang ia pikirkan hanya Zahra,


ia tau persis saat ini Zahra sedang kacau, ia takut Zahra melakukan hal nekad, seperti bunuh diri,


aaah, fikiran Sisy terlalu buruk,


ia menambah kecepatan motor yang di kendarai nya agar cepat sampai. jarak rumah ayah nya dengan rumah Zahra berkisar 20 menit perjalanan.


setelah sampai, ia langsung saja masuk ke dalam rumah yang kebetulan juga pintu nya tidak terkunci,


suasana lantai bawah begitu gelap, beruntung Sisy tau persis di mana letak sakelar lampu, jika tidak, maka ia pasti sudah terjatuh beberapa kali lantaran rumah begitu berantakan.


'ceklek'

__ADS_1


dengan nafas yang masih memburu akibat berlari menaiki tangga yang lumayan tinggi, ia langsung saja masuk ke kamar Zahra.


suasana nya sama seperti saat ia baru memasuki rumah ini, gelap. ia menyalakan lampu dan terkejut mendapati Zahra tertidur di lantai, tirai kamar nya tidak tertutup sehingga ia bisa melihat bagaimana keadaan di luar rumah.


petir saling bersahutan, hujan turun semakin deras, dan Zahra, tertidur di lantai yang begitu dingin ini.


"Zahra, badan lo panas banget!" ia terkejut saat mendapati suhu tubuh Zahra sangat tinggi yang berarti ia demam.


sekuat tenaga, ia mengangkat tubuh Zahra yang lemah menuju ranjang nya. kemudian setelah memakaikan Zahra selimut, ia menutup tirai kamar nya kemudian berjalan keluar mengambil sapu tangan dan air hangat untuk mengompres Zahra.


#Flashback off


"Jadi, Sisy datang ke rumah karena bang Sam yang nyuruh?" tanya Zahra masih dengan suara nya yang lemah.


" Ya iya lah, Zahraaaaa! lo juga kenapa gak telfon telfon gue kalau lo ga enak badan?" Sisy menjawab pertanyaan Zahra dengan nada sedikit tinggi lantaran kesal, sahabat nya satu ini belakangan ini tidak pernah cerita apapun tentang yang dia alami kepada nya.


Zahra terkekeh mendengar penuturan sahabat nya ini. ia seperti ibu yang selalu mencemaskan keadaan anak nya.


"Zahra ga kenapa kenapa kok, Zahra ga sakit! "


"Ga sakit tapi suhu tubuh lo tinggi banget, Raaa! " sentak Sisy


"kemarin Zahra cuma keinget Rafa, terus Zahra duduk di lantai... "


"sambil nangis? " potong Sisy cepat


"Iyaa. hehehe.... terus, kayak nya Zahra ketiduran. hehe. " jawab Zahra di akhiri dengan kekehan kecil nya yang masih terdengar lemah.


"coba lo hubungi lagi cowok lo itu, mungkin dia hanya butuh nenangin diri kemarin kemarin! " ucap Sisy setelah hening beberapa saat.


"Zahra takut, Rafa pasti kecewa banget sama Zahra." balas gadis tersebut lesu.


" Ga ada salah nya mencoba, putri Azzahra. yaudah, yuk masuk, sudah sore, ntar lo demam lagi, repot gue. hehe bercanda, gua ikhlas kok rawat lo. " ucap Sisy berusaha menghibur Zahra.


Ya, sedari tadi mereka berada di gazebo depan rumah Zahra, bercerita banyak hingga Sisy menceritakan bagaimana Samuel, kakak laki-laki Zahra meminta nya datang menemani Zahra di tengah hujan lebat.


"Tapi Ra, " Sisy yang mula nya berjalan di depan Zahra, kini berbalik dan berjalan mundur


"apaan? " tanya Zahra


"Kalau tadi malam gue ga dateng, apa lo masih hidup? " ucap Sisy pura pura berfikir.


"Sisyyyyyy! " dengan suara yang masih terdengar lemah, Zahra berteriak dan mengejar Sisy yang spontan lari saat Zahra berteriak.

__ADS_1


"Aku ga like ahh sama Sisy! huuhhh... huuhh.... Sisy, capek, " Zahra berhenti di bawah tangga sambil menyangga tubuh nya dengan berpegangan pada pembatas tangga. sedang kan Sisy, sang sahabat telah berada di atas dengan senyuman mengejek memandang Zahra.


"lemah! " ia membalikkan jempol nya sambil memandang remeh Zahra.


__ADS_2