
"Gue heran deh, ko lu sama Rafi bisa nikah sih? setau gue kalian kan putus? terus gue juga ga pernah denger kalian balikan. eh kucuk kucuk malah nikah?"
"Iya nih Syil... gue juga penasaran. gimana sih cerita nya?"
Syila terdiam mendengar pertanyaan Alin dan Ajeng. tidak mungkin juga ia mengatakan kepada mereka. walaupun mereka adalah sahabat nya. biarkan masalah ini hanya ia, Rafi, dan ke 3 teman Rafi yang tau.
"Emm... aku juga ga tau." ucap Syila kikuk.
"Mungkin udah jodoh kali." celetuk Salsa yang asik dengan makanan ringan yang memang di suguhkan untuk mereka.
"Ya, tapi masa ga ada cerita cerita gitu sih Syil?" ucap Naya.
"Heem... Abun juga ga pernah cerita apa apa sama gue tentang hubungan kalian." kali ini Alin yang berbicara.
"Ya, namanya juga jodoh kali guys, udahlah biarin aja. cukup Syila sama Rafi yang tau!"
Ke 4 teman Syila hanya menghembuskan napas nya pelan, saat mendengar penuturan Salsa.
sedangkan Syila, gadis itu sangat bersyukur karena salsa menolong nya. dari pertanyaan ke 4 teman nya yang memang sangat kepo.
"Eh, btw kuliah Lo gimana Syil?" tanya Ajeng.
"Ga di lanjut."
"Loh kenapa?"
"Ga boleh sama ka Rafi." ucap Syila dengan raut sedih nya.
"Wah enak tuh."
"Enak apaan?" tanya Syila yang menatap Naya.
"Ya enaklah, Lo ga cape cape kuliah. Sumpah Syil, otak gue tiap hari mau pecah tau ngga."
__ADS_1
"Bener... lagian Lo ga kuliah juga. udah hidup enak kaya gini! gue yakin apa yang Lo mau pasti di turutin sama Rafi." ucap Alin.
"Setuju! secara Rafi kayak nya cinta banget sama Lo." ucap Ajeng dengan tangan yang sesekali memasukan makanan ke mulut nya.
"Lo emang beruntung banget Syil! tinggal di rumah gede. terus banyak pelayan sama bodyguard nya juga." tambah Diva.
"Tapi lama lama bosan juga tau di rumah... apa lagi sikap ka Rafi yang buat kepala aku pengen pecah."
"Maksud nya."
"Masa ya tadi pagi aku di marahin, cuman gara gara masak. gila kan?"
"Ko bisa?"
"Tau deh..., jadi kesel jadi nya!"
"Ya lagian lu, udah banyak pelayan. ngapain juga masak?"
"Kan kalian tau kalau aku hoby masak." ucap Syila dengan bibir mengerucut.
"Mungkin Rafi ga mau Lo kecapean kali?"
"Bisa jadi!"
"Tapi, tetep aja ka Rafi itu keterlaluan... masa udah ga boleh kuliah. di larang ini itu lagi. emang aku tawanan apa?"
"Ya terima nasib aja, Syil."
********
"Syila mana?" tanya Rafi kepada para pelayan yang biasa menyambut nya pulang di pintu utama.
"Nona Syila ada di kamar nya tuan... katanya mau tidur!" jawab Dea, si ketua pelayan.
__ADS_1
Rafi mengerenyit heran. tidak biasa nya jam segini Syila tidur. padahal jam masih menunjukan pukul 7 malam.
"Syila sakit?"
"Setau saya tidak tuan... mungkin hanya kecapean. karena tadi ada teman teman nya non Syila!"
"Siapa? Cewe atau cowo?"
"Cewe tuan."
Rafi menghela napas lega saat mendengar jawaban Dea. dan setelah nya pria itu pun berlalu pergi dan memasuki lift menuju lantai 3 rumah nya.
*******
'Ceklek'
Rafi membuka pintu kamar nya dan terlihat istri nya yang tengah tertidur dengan selimut besar yang menutupi tubuh nya. Rafi menghampiri Syila dan duduk di sebelah nya.
"Kamu sakit?"
"...."
...****************...
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
__ADS_1