
"Non kita nunggu di dalam aja, ya? angin malam ga baik buat nona!" ucap Dea dengan menatap khwatir majikan nya lantaran Syila Sedari tadi hanya mondar mandir di teras rumah.
"Ga papa kok. mba Dea kalau mau masuk, masuk aja. Syila mau nungguin Rafi dulu!"
"Lebih baik nona nunggu nya di dalam aja... di sini dingin non."
Syila menghembuskan napas nya pelan dan kemudian tersenyum tipis ke arah Dea.
"ga papa mba. Syila baik baik aja kok!" ucap Syila tetap kekeh dengan pendirian nya.
"Itu seperti nya tuan datang non..." ucap Dea yang membuat Syila teralihkan dan benar saja terlihat sebuah mobil 2 pintu itu yang melaju ke arah nya.
Syila mengepal kan tangan nya. matanya menatap tajam mobil yang kini sudah berhenti di depan sana. sekarang ia sudah menyiapkan kata kata apa yang akan di lontarkan kepada pria yang masih di dalam mobil itu.
Rafi keluar dari dalam mobil nya. ia menatap Syila dengan heran. tidak biasa nya Syila menunggu nya di depan pintu seperti itu. namun sedetik kemudian pria itu tersenyum geli. ia yakin masalah nya tidak jauh jauh dari apa yang mereka lakukan tadi malam.
"Kamu ngapain di luar? di sini dingin loh... ayo masuk!" ucap Rafi dengan mengelus rambut samping Syila. namun malah mendapat tepisan kasar dari gadis itu.
"Kamu jahat banget sih Rafi... kalau aku ha.... "
"Sst!"
"Kita bicarakan di dalam aja ya sayang." Potong Rafi cepat sambil menempel kan jari telunjuk nya di bibir istri nya.
dan kemudian pria itu pun memasuki rumah nya meninggalkan Syila yang masih berdiri di tempat nya.
****
"Terus gimana?" ucap Syila dengan raut sedih yang di buat buat.
"Gimana apa nya?" Tanya Rafi santai.
"Iiiiihhh Rafi... kamu kan udah janji sama aku? kenapa di ingkarin?"
"Ngapain tanyaaku?u tanya aja diri kamu sendiri. orang kamu yang minta juga!"
Syila menatap tajam Rafi dan kemudian melempar bantal sofa ke arah pria itu.
__ADS_1
"ga mungkin... enak aja!"
"Ya mungkin aja..."
"Ngga!"
"Terserah kamu lah... kalau ngga percaya liat aja CCTV!" ucap Rafi dengan melirik beberapa CCTV yang terpajang di pojok atas kamar nya.
Syila menatap beberapa CCTV itu dengan kaget dan kemudian menatap Rafi.
"Sejak kapan di kamar ini ada CCTV?"
Rafi menatap Syila dan kemudian tersenyum.
"Sejak rumah ini selesai di bangun!" ucap Rafi santai namun membuat Syila membulatkan matanya kaget.
"Jadi selama ini kamu sering....... "
"Ya gitu lah!" potong Rafi dengan nada nakal nya.
'Plukkk'
"Kok ga pernah bilang sih? aku kan suka ganti baju di sini! jadi kamu liat dong?"
Rafi terkekeh kecil dan kemudian mengangkat bahu nya acuh.
"Salah sendiri! ngapain juga ganti baju di sini."
"Huaaaa mamahhhh.... "
"Ha-ha-ha!"
*******
"Rafi."
"Hmmm... kenapa sayang?" jawab Rafi tanpa menoleh sedikit pun karena pria itu yang tengah sibuk dengan laptop nya.
__ADS_1
"Kalau aku hamil gimana?" tanya Syila tanpa menatap Rafi karena posisi gadis itu yang kini bersandar di bahu pria itu.
"Ya bagus dong!"
Syila mendongak dan menatap Rafi kesal.
"Bagus di kamu tapi ga bagus di aku! kan aku udah bilang kalau aku belum siap jadi young mom!"
Rafi menghembuskan napas nya kasar dan kemudian menatap Syila.
"siap ngga siap kamu harus siap! kalau Allah udah ngasih kita bisa apa? kita harus bersyukur lagian emang kamu ga mau ngasih cucu buat mamah sama papah? ga mau ngasih ponakan buat Ari?"
Syila terdiam mendengar omongan Rafi, pria itu ada benar nya juga. tapi tetap saja ia belum terima karena pria itu yang mengingkari janji nya.
"Tapi kamu ngingkarin janji kamu."
"Kan kamu yang minta."
"Kan aku malam itu lagi ga sadar."
"Ya siapa suruh kamu minum? ga pernah belajar dari pengalaman."
"Kamu juga ngapain minum begituan."
"Ya terserah aku lah...!" ucap Rafi acuh.
"Iihhhhhhh Rafi.... "
"Berisik!"
...****************...
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
__ADS_1
#RafSyil
#Rafi_Syila