
"Kamu kenapa sih byy, ngeliatin aku kaya gitu?" Ervin menatap Syila dengan senyum geli nya saat sedari tadi gadis itu terus menatap nya.
Ervin?
Ya pria tampan itu adalah Ervin.
Pria yang pernah menjadi teman dekat Syila. pria yang selalu berada di sisi Syila saat gadis itu tengah bersedih, pria yang selalu membuat Syila tersenyum saat gadis itu terpukul karena putus nya hubungan dengan Rafi.
Ervin juga yang menjadi orang pertama yang akan menghapus air mata Syila saat gadis itu menangis karena ulah brengsek, sikap dingin dan cuek Rafi semasa SMA.
Bahkan pria tampan itu pun tak pernah segan segan mengungkap kan rasa sayang nya kepada Syila, namun selalu di tolak halus oleh gadis itu.
Hingga pada saat ia melanjutkan pendidikan di US entah kebetulan atau apa ia kembali di pertemukan dengan Syila. hingga mereka akhir nya menjalani hubungan yang bisa dikatakan 'pacaran' namun itu tak berangsur lama karena mantan kekasih gadis itu merebut gadis nya kembali.
Dan ia datang untuk mengambil nya lagi.
Syila adalah milik nya dan sampai kapan pun akan tetap jadi milik nya.
"Kakak kenapa ada di sini?"
Ervin menatap sekilas karena pria itu tengah menyetir.
"Kan ada kamu, makanya aku kesini!"
"Aku serius kak?"
"Aku juga serius byy."
Syila lebih memilih diam. ia menatap ke arah jalanan dan spontan menatap Ervin.
"Kita mau kemana?" tanya Syila saat mereka melewati jalanan yang tidak ia kenal.
"Kamu tenang aja byy. kamu aman ko sama aku." Ervin berbicara santai tanpa menatap Syila.
"Kita mau kemana kak?" Tanya Syila kembali.
bahkan kini gadis itu sudah menampakan raut panik nya.
"Ke rumah."
"Rumah siapa?"
"Rumah kita lah byy."
*****
"Brengsek!"
"Gue udah nyuruh Lo buat jagain Syila, gitu aja ga becus!"
"Badan gede aja Lo!"
"Sekarang pergi hadapan gue, sebelum kalian berdua gue bunuh!"
Kedua suruhan Rafi itu berjalan tergopoh gopoh dengan wajah babak belur nya meninggalkan bos nya yang bisa kapan saja melenyapkan nyawa nya.
"Aahhh sialan!!!!"
'PRANKKKK'
Rafi melempar gelas yang berisi air putih yang masih penuh. wajahnya memerah jantungnya bergejolak saat mendapat laporan kedua suruhan nya yang datang kepada nya dengan wajah babak belur nya.
mereka mengatakan wanita nya itu di bawa oleh seseorang dan mereka sempat mengikutinya namun ternyata anak buah orang itu malah memukuli mereka.
Hingga mereka kehilangan jejak wanita kesayangan nya.
Dan lebih parah nya lagi yang membawa gadis nya adalah musuhnya sendiri.
"Gue akan bunuh Lo, Ervin Berliando."
******
2 hari kemudian ....
Di sebuah rumah mewah ini terlihat seorang pria tampan yang tengah memegang sebuah piring lengkap dengan makanan nya.
__ADS_1
"Byy kamu makan ya, kamu belum makan loh."
"Hiks... aku pengen pulang... hiks..." Tangisan pilu itu terus teralun dari bibir mungil gadis cantik ini. bahkan matanya kini sudah bengkak karena tak henti hentinya menangis.
"Ini kan rumah kita."
"Nggak! ini bukan rumah aku... hiks..."
"Tapi rumah aku rumah kamu juga."
"Byy jangan nangis dong... kamu makan ya kasihan anak kita." Lanjut Ervin dengan mengelus perut Syila.
Syila terdiam...
ia bangkit dari duduknya dan menatap Ervin dengan tatapan amarah nya.
"Ini anak aku dan Rafi, bukan anak Kakak!"
Ervin berdiri dan menaruh makanan nya di atas meja kaca di depan nya.
"Tapi anak kamu akan jadi anak aku juga."
'Plak'
"Ga usah ngimpi! ini anak Rafi dan selama nya ayah kandung anak ini adalah Rafi. Kakak bukan siapa siapa dan selama nya cuman jadi orang asing."
Tangan Ervin mengepal sedangkan tangan yang satu nya memegangi pipi nya yang terasa berdenyut karena tamparan gadis itu. ia mendongak dan menatap Syila dengan dingin.
"Kamu main kasar?"
Syila terdiam ia memundurkan langkah nya, air matanya kembali turun. Jantung nya berdetak cepat dengan tubuh yang bergetar takut.
"Hiks... maafin aku kak."
******
"Lo udah coba pake GPS hp Syila buat ngelacak?" tanya Abun kepada sahabat nya ini.
Rafi menggeleng lemah.
"Mati... semuanya ga aktif. gue yakin si brengsek itu nyita hp nya Syila."
pasalnya suruhan sahabat nya ini begitu banyak menyebar di berbagai kota. Jadi sangat mustahil sekali kalau tidak ada salah satu dari mereka yang tidak bisa melacak istri dari sahabat nya itu.
Lagi lagi Rafi menggeleng pelan.
"Satu pun ga ada yang tau."
Rafi memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. ia menundukan kepala nya dan air mata nya kini pun mulai keluar.
Ia lemah dan rapuh.
Syila adalah kelemahan nya.
2 hari tanpa istrinya membuat ia terasa kehilangan segala nya.
Ia harap pria brengsek itu tidak menyakiti istri dan calon anak nya.
"Kalau Syila ga bisa di lacak di Indo, berarti ada kemungkinan kalau Syila ada di luar Indo." Ke 3 pria tampan itu spontan menatap Putra yang sedari tadi diam dengan mengotak ngatik laptop milik Rafi.
Ya...
posisi mereka sekarang tengah berada di kantor Rafi lebih tepat nya di ruangan pria itu.
"Maksud Lo?" tanya Abun.
"Ervin tinggal di US kan?" Putra malah balik bertanya.
"Jadi maksud Lo, Syila di bawa ke US sama Ervin?" Tebak Rafi.
"Tepat banget." Setuju Putra.
"Tapi US kan luas?" ucap Alvin yang spontan langsung mendapatkan jitakan maut dari putra.
"Bego banget sih Lo njirrr! ya tinggal lacak kantor sama tempat tinggal nya si Ervin. Pasti Syila ga jauh jauh dari situ."
__ADS_1
"Iya juga ya, ko Lo pintar sih put?" tanya Alvin polos.
"Ye Lo nya aja yang kelewat bego, sampe ga bisa ngeliat kepintaran gue."
"Anjirrrr."
******
Syila duduk di tepi ranjang yang langsung menghadap ke arah balkon yang menampakan sinar matahari pagi, ia mengelus perut buncit nya dengan lembut.
"Kamu pasti kangen Dady ya nak? bunda juga kangen banget sama Dady. kamu tenang aja ya pasti Dady nyusulin kita."
"Walaupun aku gak yakin." Lanjut Syila dalam hati.
Syila merosotkan tubuh nya hingga kini gadis itu duduk di lantai dan bersadar pada sisi ranjang. ia mengusap air matanya yang tak henti henti nya keluar.
Pagi ini ia sedikit tenang lantaran Ervin yang tidak berada di rumah. ia sempat mendengar kalau kantor pria itu ada masalah dan Ervin harus menangani nya secara langsung.
Walaupun pria itu sempat tidak ingin pergi karena tidak ingin meninggalkan nya.
Namun pada akhirnya Ervin tetap pergi karena perusahaan nya sangat membutuhkan nya.
Dan kini ia di tinggal dengan para pelayan dan suruhan nya yang berjaga di mana mana.
Syila menejamkan matanya menghirup napas dalam dalam dan menghembuskan nya dengan pelan mencoba menenangkan hati nya yang kini tidak tenang.
Syila kembali membuka matanya saat suara riuh di bawah sana mengganggu telinga nya seperti benda yang terjatuh, pecah dan benturan.
Syila bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah balkon. ia menatap ke bawah yang menampakan halaman luas rumah Ervin.
halaman nya sepi.
Padahal ia yakin tadi para suruhan Ervin berlalu lalang di sana apalagi gerbang yang menjulang itu terbuka dengan lebar.
Lalu kemana pergi nya mereka?
"Berisik banget sih di bawah... ada apa ya?" Tanya Syila pada dirinya sendiri saat ia merasa suara riuh itu terasa semakin terdengar.
Hingga....
'Brakkkk'
"Sayang...."
...****************...
...Nah......
...ternyata pria itu adalah Ervin......
...mantan kekasih Syila yang di tinggalkan saat di bandara....
...Kalau lupa back ke bab 43, Possessive Rich Man 6 ...
...Bagaimana kelanjutan nya? ...
...siapa yang membuat kerusuhan di rumah Ervin? ...
...Tunggu aja Possessive Rich Man 37...
...π π π ...
...****************...
[PICT: Hanya Pemanis]
Anggap aja Ervin
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
__ADS_1
#RafSyil
#Rafi_Syila