Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
Possessive Rich Man 45


__ADS_3

Mobil dengan merek Mercedes Benz itu memasuki kawasan rumah elit milik gadisnya hingga akhirnya ia menghentikan mobilnya tepat di depan rumah tersebut. dan langsung saja sang pemilik keluar dari mobil tersebut dengan cepat di lanjut memasuki rumah yang pintunya sudah terbuka lebar.


"Rafa udah pulang belum ya?" Zahra menatap I-Phone nya yang menampakan room chatnya dengan Rafa. gadis itu menghela napas saat Rafa belum mengabarinya.


Gadis itu mematikan I-Phone nya dan kemudian berbalik menuju pintu keluar kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya yang hanya sebatas paha.


'Prankk'


Sontak Zahra menjatuhkan I-Phone nya saat ia keluar kamar mandi dan sudah di suguhkan pemandangan yang membuat ia menegang. terlihat Rafa yang terduduk di tepi kasur dengan menatapnya tajam.


"Ra-fa... Kamu kok di sini?"


Rafa hanya diam. pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Zahra yang kini tengah memegang kuat ikatan handuknya.


"Ra-f.... " Zahra menatap takut ke arah Rafa saat pria itu terus mendekatinya dengan tatapan tajamnya.


Rafa menghentikan langkahnya saat Zahra kini telah bersandar di tembok. ia hanya terdiam menatap wajah gadis itu yang terlihat ketakutan.


"Jelasin sama gue, ini maksudnya apa?" Rafa mengeluarkan I-Phone nya dan memperlihatkan Foto yang di unggah Iqbaal di akun instagram nya.


Zahra menatap kaget I-Phone tersebut yang menampakan potonya saat di Starbuck.


"Raf... ak-u cuman.... "


'Bugh'


Zahra memejamkan matanya saat Rafa menonjok dinding yang tepat di samping wajahnya. Zahra menoleh dan menatap tangan Rafa yang kini mengeluarkan darah.


"Rafa tangan kamu luka."


dengan cepat Zahra meraih tangan Rafa. namun sayang pria itu malah menepisnya dan malah mendorong tubuh gadis itu hingga membentur tembok.


"Sss... sakit Rafa." Zahra meringis saat punggungnya terasa perih saat Rafa mendorongnya kuat.


"Sakit?" Rafa menaikan satu alisnya dan menatap gadis di hadapannya dengan tatapan santai.


Zahra mengepalkan tangannya dan mendorong dada Rafa dengan cukup kuat.


"Keluar dari kamar aku!"

__ADS_1


"Lo ngusir gue?"


"Iya!" Jawab Zahra lantang yang membuat Rafa tersenyum miring.


Rafa mendorong kedua bahu Zahra kasar yang membuat punggung gadis itu kembali membentur tembok.


"Udah berapa kali gue bilang jauhin Iqbaal! kenapa Lo ga pernah nurut?" bentak Rafa dengan suara keras.


Zahra menunduk saat Rafa membentaknya.


kenapa rasanya harus sesakit ini?


"Maaf..."


"Gue ga butuh maag Lo."


Rafa melepaskan tangannya dari bahu Zahra dan kemudian berbalik menuju pintu keluar namun tangan Zahra menahannya.


"Rafa... aku minta maaf."


Rafa hanya terdiam.


Rafa tersenyum miring. tangannya terangkat menarik tengkuk leher gadis itu dan menghabisi bibir gadisnya dengan bibirnya.


*****


Suara jam dinding yang terdengar sangat jelas itu membuat Rafa membuka matanya. ia melirik jam tersebut yang kini menunjukan pukul 8 malam.


Rafa mendongak dan mendapati wajah Zahra yang tepat di atasnya. karena posisinya ia tertidur di bagian dada milik kekasihnya itu.


Rafa bangkit dari dada Zahra dan kemudian langsung berdiri. pria itu meraih jaket dan kunci mobilnya di atas meja dan kemudian melenggang pergi menuju pintu keluar meninggalkan Zahra yang masih tertidur.


"Ngapain Lo? Nidurin adek gue?"


Rafa menghentikan langkahnya saat pertanyaan itu terucap lengkap dengan orangnya yang kini bersandar di daun pintu dengan menyilang kan tangannya di dada.


"Iya!" Jawab Rafa singkat dan kemudian melewati orang itu dan pergi dari kamar tersebut.


"Sialan... tunggu woy!"

__ADS_1


"CK... apalagi sih?"


Rafa memutar bola matanya malas saat pria yang berstatus Kakak dari gadisnya itu menghentikan langkahnya di ruang tamu.


"Lo beneran nidurin adek gue?"


"Iya.... awas gue mau pulang."


"CK... bentar dulu ngapa Raf."


"Apalagi?"


"Lo serius?"


"Iya."


"Beneran?"


"Ya kagalah beg*... buat apa juga?"


"Ye... ngatain gue beg*! gak gue restuin lo sama adek gue."


"Gue gak perlu restu dari Lo." Tekan Rafa.


dan langsung saja pria itu kembali melangkah kan kakinya menuju pintu keluar.


"Gue belom selesai ngomong Rafa." Teriak orang itu saat Rafa mulai menjauh.


"Next time aja Sem... gue capek."


"Cape ngapain Lo?"


"Main sama ade Lo!"


"Bangsat...."


Rafa terkekeh kecil. memasuki mobilnya dan kemudian melajukannya meninggalkan rumah besar tersebut.


"CK... Untung temen!"

__ADS_1


__ADS_2