
"Perhatian! kepada mahasiswa dengan nama lengkap 'Syila Anastasya Zahra Iskandar'?"
"Saya dok." ucap seorang gadis yang bangkit dari duduk nya saat seorang dokter perempuan menyebutkan nama lengkap nya.
Dokter itu berjalan menghampiri gadis yang tak lain adalah Syila anastasya.
"kamu yang namanya Syila?"
"Iya dok."
"Mari ikut saya." ucap dokter tersebut yang kemudian berbalik dan melenggang pergi di ikuti Syila di belakang. meninggalkan suasana kantin RS yang begitu ramai.
*****
Syila...
gadis cantik blasteran amerika itu berdiri mematung di sebuah ruangan yang cukup besar. tatapan nya tertuju kepada seorang pria yang duduk di kursi kebesaran nya dengan sedikit wajahnya yang tertutupi sebuah berkas bersampul biru.
Syila berjalan menghampiri pria itu dan kemudian menghentikan langkahnya saat sudah sampai di hadapan pria itu.
"Duduk!"
Syila mendudukan bokong nya di kursi saat pria itu berucap.
"Bapak manggil saya?"
Pria itu menurunkan berkas yang menutupi wajah nya dan menatap gadis itu dengan senyum manis.
"Ya."
Syila memalingkan wajah nya saat senyuman manis itu terbit dari bibir pria itu. senyum yang jarang ia lihat.
"ada apa?" tanya nya dengan datar.
"Saya di depan bukan di samping!"
Syila spontan menatap kedepan saat pria di hadapan nya berucap.
"maap"
"It's okey."
Syila menundukan pandangan nya. saat pria di hadapan nya menatap nya intens.
1 detik
1 menit
__ADS_1
3 menit
Gadis itu memberanikan diri dan mendongak menatap pria itu yang masih menatap nya.
"maap pak. bapak manggil saya kesini buat apa ya? apa ada yang ingin di bicarakan?" tanya Syila saat pria di hadapan nya itu tidak berucap sama sekali.
"Santai aja kali ga usah buru buru."
Syila mengepalkan tangan nya saat mendengar penuturan pria di hadapan nya. ternyata pria itu masih sama seperti dulu, selalu membuat nya kesal.
"Apa bapak manggil saya kesini cuman buat ngeliatin saya doang?" tanya Syila saat pria itu masih saja menatap nya.
"Iya!"
'BRAKK'
"Ga guna tau gak, pak!" ucap Syila datar setelah menggebrak meja di hadapan nya dan kemudian melangkah pergi.
"Lo ngelewatin garis pintu itu. Siap siap pergi ke amerika tanpa dapat penilaian dari rumah sakit ini."
Syila spontan menghentikan langkah;nya saat mendengar ancaman dari pria yang bernotaben pemilik Rumah Sakit yang ia tempati ini.
Syila membalikan badan nya, menatap pria yang kini tengah berjalan ke arah nya.
'Jeduk!'
"Ga usah belagu! ingat, sekarang lo ada di bawah kendali gue!" ucap Rafi dingin tepat di telinga gadis itu.
Syila mendorong dada bidang pria itu dengan kasar dan melayangkan tatapan membunuh. dan seketika gadis itu pun berbalik dan melanglah pergi. meninggalkan Rafi yang hanya menatap nya datar.
"Ternyata lo banyak berubah!" ucap Rafi yang menatap kepergian Syila.
"Tapi jangan panggil gue Rafi sanjaya, kalau gue ga bisa dapetin lo lagi Syila Anastasya!"
"Kita tunggu tanggal main nya sayang!" sambung Rafi dengan seringai jahat nya.
'Ceklek'
Syila membuka pintu ruangan para mahasiswa. ia mendudukan bokong nya dan kemudian menelusupkan wajah nya di lipatan tangan yang ia buat di atas meja.
"Kenapa?" tanya Ami yang duduk di sebelahnya.
Syila hanya menggeleng tanpa mengubah posisi nya.
"Eh btw lo dari ruangan nya pak Rafi ya? ngapain Syil?, lo di suruh apa? pak Rafi ganteng kan Syil? manis lagi! omaygat jadi makin love deh sama pak Rafi...."
'BRAKKK'
__ADS_1
"ASTAGFIRULLOH HAL ADZIM"
Ami memegang dada nya kaget dan menatap sahabat nya dengan aneh. lantaran Syila malah menggebrak meja yang mereka tempati.
"Bisa ga sih gausah ngomongin dia di depan aku?" ucap Syila dengan kesal.
Ami mengerenyit heran.
"Emang kenapa? oh... jangan jangan lo saling kenal ya sama pak Rafi?" tanya Ami dengan tatapan curiga.
Syila terdiam dan gelagapan mendengar ucapan Ami.
"ngga lah. aku ga kenal sama dia! emang dia siapa? yang harus aku kenal." Jawab Syila acuh.
"Masa sih? kok saat gue ngebahas pak Rafi, lo selalu senitif?"
Syila gelagapan dan kemudian bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi.
"SYILA! WOY GUE BELOM SELESAI NGOMONG!" teriak Ami saat Syila meninggalkan nya begitu saja.
"Untung temen!" lirih Ami kesal.
Lagi lagi gadis ini menghembuskan napas nya kesal saat melihat pria tampan yang tengah bersender di mobil mewah nya.
Syila berjalan melewati pria itu dengan sebuah buku besar yang ia peluk. sampai akhir nya ia menghentikan langkah nya saat tiba tiba pria itu mencekal tangan nya.
"Gue anterin!" ucap pria itu yang tak lain adalah Rafi dengan datar.
"Ga usah! saya bisa sendiri." Jawab Syila dengan menepis tangan Rafi kasar.
Rafi kembali mencekal tangan gadis itu. membuat Syila menatap nya kesal.
"Gue ga suka di tolak!"
"Dan aku ga suka di paksa!"
**************************************************
dua part perhari readers....
minta like nya dongπ
NEXT OR STOP?
Rafsyil
possesive Rich Man
__ADS_1
ππ€ππ