Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
part 16


__ADS_3

"Ya allah, non Syila!" kaget bi surti, ART yang bekerja di rumah Syila.


Bagai mana si bibi tidak kaget, saat ia membuka pintu terlihat nona mudanya datang dengan penampilan yg sangat kacau. baju seragam yang bolong bolong seperti di gunting, rambut acak acak kan, mata bengkak, dan kedua pipi nya yang memerah, persis seperti orang gila.


"Non Syila teh kenapa, ko penampilan nya ke gini?"


"Ngga papa bi, Syila mau ke kamar dulu!" ucap Syila acuh dan kemudian pergi meninggalkan si bibi yang menatapnya heran.


"Duh ya allah non Syila teh kenapa ya? harus telepon den Ari ini mah." gumam si bibi dengan mata yang menatap bingung Syila yang kini sedang menaiki anak tangga dengan lunglai.


*****


'Brak'


Sebuah pintu di buka dengan kasar. terlihat pria tampan dengan seragam sekolah yang masih menempel di badannya.


Pria ini, Ari dengan cepat menghampiri gadis yang tengah berbaring di tempat tirur dengan posisi menyamping memunggungi nya. terlihat wajah pria ini yang terlihat cemas. sungguh ia sangat khawatir pada adiknya ini saat mendapat kabar dari si bibi kalau Syila tadi... ahhh apa yang terjadi dengan adiknya.


"De!" ucap Ari dengan tangan yang menyentuh pundak Syila.


Syila, gadis itu berbalik menatap kakanya. seketika mata Ari memanas melihat wajah adiknya. ia menyentuh pipi Syila yang terlihat merah dan membengkak. dan sudut bibir gadis itu yang terlihat sobek.


"Siapa yang ngelakuin ini sama lo?"


"Ngga ada ka." ucap Syila yang menyentuh tangan Ari yang berada di pipinya.


"Ga usah bohong! bilang sama gue apa yang terjadi? lo di buly?" Tanya Ari dengan tegas.


"Engga ka. aku ga papa kok!"


"Lo punya gue Syil, kaka lo. jangan lo simpan masalah lo sendiri. bilang sama gue siapa yang ngelakuin ini?" Tanya Ari kembali.


Syila hanya menatap kakanya sayu, saat ini ia tidak ingin bercerita apapun.


"Aku cape ka, pengen istirahat!" ucap Syila yang kemudian berbalik memunggungi Ari.


dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. sebelumnya gadis ini tadi sudah berganti baju.


"Kalau gitu gue akan cari tau sendiri." ucap Ari pelan dan kemudian pergi dari kamar gadis itu dengan menutup pintu kamar adiknya dengan kencang.

__ADS_1


Syila gadis ini berbalik, matanya memanas, ia mencengkeram selimutnya dan berlanjut menangis. ketahuilah gadis ini sangat cengeng.


"Ka Rafi... aku butuh kaka." gumam Syila pelan dalam isakannya.


*****


Sedangkan di lain tempat Pria ini tengah mondar mandir tidak jelas di depan gerbang sekolah. ya, Rafi pria ini tengah menunggu kekasihnya.


*****


Kedua pria tampan dengan wajah datarnya ini berdiri di ambang pintu kamar bernuansa pink. terlihat seorang gadis yang tengah berdiri di balkon kamarnya dengan posisi membelakangi mereka.


"Syila di buly!" ucap pria satunya, Ari.


"Gue tau!"


Ari menatap tajam pria di sebelahnya yang tak lain adalah kekasih dari adiknya itu.


"terus kenapa lo diam aja?"


"Itu urusan gue!" ucap Rafi datar


___


"Ga bosen apa ngeliatin langit mulu?"


Ucapan dingin itu membuat gadis ini tersadar. ia membalikan tubuhnya ke asal suara. tubuhnya menegang, jantung nya berhenti berdetak menatap pria datar itu yg tengah menyandarkan badannya di tembok pembatas antara kamar dan balkon nya.


"Bengong?"


"Eh!"


Gadis ini terlonjak kaget saat pria itu sudah berada di hadapannya, kapan pria ini menghampirinya? ah, rupanya dia tadi sedang melamun.


Syila memundurkan kakinya ke belakang. karena menurutnya jarak nya dan Rafi sangat dekat.


"Gue gak gigit!" ucap Rafi saat melihat gadis itu yg memundur


"Aku tau."

__ADS_1


"Ya terus?"


"Ga ada."


"Terserah!"


Lagi lagi gadis ini kembali menundukan kepalanya. ia tidak ada keberanian untuk menatap pria itu. entahlah ia juga tidak tau.


"Gue minta maap!"


Syila mendongak mendengar ucapan Rafi. dahinya mengerenyit pertanda heran.


"buat apa?"


"Taruhan."


Syila kembali menunduk dan seperkian detik kembali mendongak dan tersenyum.


"udah aku maapin ko. lagian aku juga udah lupa!" ucap nya dengan sedikit kebohongan.


"Yaudah!" ucap Rafi datar.


dan kemudian berbalik dan pergi dari hadapan gadis itu.


"Mau kemana?"


Rafi menghentikan langkahnya, ia kembali berbalik menatap gadis itu.


"pulang!"


Syila menghembuskan napas nya pelan dan kemudian tersenyum paksa.


"oh yaudah, kalau gitu hati hati."


Sedangkan Rafi pria itu benar benar pergi seusai gadis itu mengatakan kata kata tersebut,


"Kapan kaka berubah?"


(yang sabar SyilaπŸ˜‡)

__ADS_1


*******************************************


__ADS_2