Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
Possessive Rich Man 4


__ADS_3

๐Ÿ‘‰๐Ÿ–ค๐Ÿ‘ˆ


...****************...


"Ngapain ngeliatin doang? bantuin kek!" ucap seorang pria tampan dengan menatap gadis cantik yang tengah terduduk di sofa kamar nya.


Sedangkan gadis cantik dengan status mahasiswa ini, hanya memutar bola matanya malas mendengar penuturan pria yang tengah sibuk dengan jas hitam nya itu.


"Maaf ya, tuan Rafi sanjaya yang terhormat. saya di sini adalah mahasiswa jurusan kedokteran yang akan melakukan praktek di rumah sakit bapak. Dan tugas saya adalah praktek sesuai apa yang di minta oleh dosen saya demi mendapatkan nilai yang terbaik agar saya bisa lulus. Dan bapak tidak bisa menyuruh saya ini dan itu, karena saya bukan babu bapak. mengerti?" ucap gadis cantik ini, Syila dengan panjang lebar. tidak lupa juga dengan senyuman hormat nya.


"Oh jadi kamu mau ngelawan kata kata saya?" tanya Rafi dengan wajah garang nya.


Syila menghembuskan napas nya berat. rasanya ia ingin mencabik cabik wajah sok tampan pria itu. tapi ingat, sekarang ia ada di bawah kendali pria itu. bisa saja pria itu membuang nya dari rumah sakit pria itu.


oh tidak...


Syila tidak mau itu. ia tidak mau pulang ke Amerika tanpa mendapatkan nilai. bisa bisa ia tidak lulus.


"Engga kok pak. mana mungkin saya ngelawan kata kata bapak. saya ga berani pak... lagian cuman pake baju masa iya mau di bantuin? emang saya cewe apaan?" ucap Syila kesal.


"Ingat, Syila! Di sini saya adalah pemilik rumah sakit yang kamu tempati itu. jadi, jangan macem macem!" ucap Rafi penuh penegasan. menyatakan kalau ia memang benar benar pemilik rumah sakit itu.


"Terserah pak saya ga peduli!" ucap Syila tak acuh dan kemudian gadis itu pun melenggang pergi dari kamar luas milik bos rumah sakit itu.


Sedangkan Rafi...


Pria tampan itu hanya menggeleng gelengkan kepala nya melihat kelakuan mantan kekasih nya itu yang kini sikap nya sudah berubah 180 derajat dari yang dulu.


*****


"Halow!"


"...."


"Apa?!"


"....."


"Ga bisa pak! saya ada praktek hari ini!"


"....."


"Nyari sendiri aja pak!"


"....."


"Ya kalau gitu suruh orang aja atau karyawan bapak kek... sekertaris bapak kek... jangan saya. saya ada kerjaan pak!"


"......"


"Tapi pak..., halow... halow...ahhhhhh!"


"Kenapa Lo?"


Syila.....


gadis cantik itu menoleh saat sebuah pertanyaan itu terucap dari mulut sahabat nya, Ami yang kini tengah duduk di samping nya.


Syila tersenyum tipis dan kemudian menggeleng pelan.


"Ngga papa."


Ami menatap Syila aneh dan kemudian berucap, "eror lu ya!"


"Terserah mi terserah..." ucap Syila malas dan kemudian melenggang pergi dari hadapan sahabat nya itu.


"Mau kemana tu anak ya? bentar lagi kan praktek nya di mulai?!" ucap Ami dengan heran saat melihat sahabat nya itu pergi menuju keluar rumah sakit.


*****


"Permisi..-."


"Iya, ada apa ya?" tanya seorang gadis dengan pakaian rapi yang berstatus resepsionis di sebuah kantor yang mewah dan besar ini.


"Saya mau ketemu pak Rafi sanjaya mba?" tanya Syila sopan.


Resepsionis itu menatap Syila curiga dan kemudian bertanya, "Kamu siapa nya pak Rafi ya?"

__ADS_1


Syila terdiam. ia bingung harus menjawab apa. ya kali ia harus jawab, kalau dia adalah mantan kekasih pria itu. gila yang bener aja.


"Em... saya bukan siapa siapa nya, sih."


"Ya terus kamu ngapain kesini?" tanya resepsionis itu dengan nada meremehkan.


('wah minta di jotos ni cewe')


"Ngga ada papa sih mba... saya cuman mau nganterin ini!" ucap Syila dengan mengangkat sebuah plastik transparan yang terlihat beberapa kotak yang mungkin berisi makanan.


"Apaan tu?"


"Makanan."


"Yaudah kalau gitu biar saya aja yang nganterin!" ucap resepsionis itu yang langsung merebut plastik di tangan Syila dengan kasar.


"Sana kamu pergi! lagian kamu ga bakalan boleh masuk ke ruangan nya pak Rafi. karena cuman orang orang penting aja yang bisa!" ucap resepsionis itu dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Syila yang masih berdiri di tempat nya.


"Sombong banget sih... baru juga jadi resepsionis. apalagi kalau jadi istrinya bos coba, ancur dah ni kantor!" bathin Syila bermonolog yang menatap kepergian resepsionis itu.


Syila menoleh ke sekeliling. terlihat para karyawan laki laki yang tengah menatap nya dengan senyum manis. sedangkan para karyawan perempuan malah berbisik bisik dan menatap nya seperti jijik.


Hari ini gadis itu mengenakan rok hitam di atas lutut di padukan atasan warna putih dan rambut yang di kucir asal. namun terlihat cantik di mata setiap laki laki yang melihat nya, tetapi menjadi tatapan sirik dari para perempuan.


*****


'Tling'


Syila merogoh saku rok nya dan mengeluarkan benda pipih berlogo apel itu, ia menghidupkan hp nya dan kemudian membuka aplikasi


WhatsApp terlihat Rafi yang mengirim pesan.


Pak Rafi


โ€ขdi mana


Me


โ€ขluar kantor


โ€ขmau pulang


Pak Rafi


โ€ข3 menit


Me


โ€ขsaya buru buru pak


Pak Rafi


โ€ขgue ga mau tau


โ€ขcepetan


Syila menghembuskan napas nya kasar. Kenapa pria itu selalu memaksa nya dan berbuat seenak nya? harus berapa praktek lagi yang ia lewatkan demi menuruti permintaan pria menyebalkan itu.


Gadis itu kemudian berbalik dan masuk kembali ke salam kantor tersebut. bahkan ia sempat berpapasan dengan resepsionis tadi yang menatap nya tidak suka.


*****


'Tok tok tok'


"Permisi!"


"Halow... ada orang di dalam?"


'Tok tok tok'


"Permisi!"


Syila menatap kesal pintu bertuliskan room CEO itu. sedari tadi ia mengetok ngetok pintu tapi tidak ada tanggapan dari dalam.


Gadis itu memberanikan diri membuka pintu tersebut dengan pelan-pelan.


dan hap....

__ADS_1


Tatapan gadis itu membulat dengan sempurna saat melihat pria menyebalkan itu yang terduduk di kursi kebesaran nya. dengan seorang gadis berpakaian seksi yang tengah memakai kan dasi di leher pria itu. sekarang entah kenapa hatinya seperti di tusuk tusuk.


( 'SAKIT MAK!' )


"EKHEMMM..."


Deheman keras dari gadis cantik itu membuat kedua orang itu teralihkan. terlihat Rafi yang menatap Syila kaget. sedangkan gadis berpakaian seksi itu malah menatap Syila tidak suka.


"Ganggu ya?" tanya Syila polos.


"Banget!" ucap wanita itu dengan menatap Syila nyalang.


Wanita itu menghampiri Syila dan kemudian melayangkan tatapan tajam nya.


"Lo punya sopan santun ga sih? kalau mau masuk itu ketok pintu dulu jangan main nyelonong aja!"


"Maaf mba... tadi saya udah ketok pintu tapi ga ada yang jawab, yaudah saya masuk." Jawab Syila.


"Ya kalau gitu lo juga ga bisa masuk sembarangan ke sini. emang Lo siapa? orang penting? ngga kan? ganggu tau nggak!" ucap wanita itu dengan tajam.


"Maaf mba... saya tau saya salah, maaf sekali lagi." ucap Syila menunduk.


"Emang Lo salah... Sekarang keluar dari ruangan ini!"


Syila terdiam dan kemudian menatap Rafi sekilas. Karena wanita itu kembali berbicara dengan nada keras.


"GUE BILANG KELUAR YA KELUAR... DENGER GA SIH LO!" bentak wanita itu membuat Syila memejamkan matanya.


"Ga usah bentak bentak dia!" suara dingin dari arah belakang membuat kedua gadis itu teralihkan.


"Tapi pak...."


"Sekarang Lo keluar dari ruangan gue!" ucap Rafi dengan menatap tajam gadis yang bernotaben sekertaris nya itu.


"Ko saya pak?" tanya seketaris nya dengan aneh.


"Terus siapa? dia?" ucap Rafi menunjuk Syila.


"Mana mungkin saya ngusir calon istri saya sendiri!" ucap Rafi penuh penekanan.


sedangkan kedua gadis itu membulat kan matanya kaget.


"HAH CALON ISTRI?" ucap kedua nya kompak.


"Bapak serius?" tanya sekertaris nya dengan menatap Syila dari bawah sampai atas.


"Terserah... Sekarang Lo keluar dari ruangan gue! kalau bisa jangan pernah masuk lagi ke kantor ini."


"Maksud bapak?"


"Lo di pecat!"


"APAA!"


...****************...


๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ


HEHEHE....


hallo kakak readers....


i am comeback,...


Sory lama๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


ngaret nya๐Ÿ˜…


Like dan komen guys


Komen panjang kalau mau cepet next


See you smile ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja


#Possessive_Rich_Man

__ADS_1


#RafSyil


#Rafi_Syila


__ADS_2