Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
possessive Rich Man 25


__ADS_3

Pukul 4 sore kini mereka telah sampai di Indonesia. tepat nya sudah berada di depan rumah. Rafi turun dari mobil dengan cepat tanpa memperdulikan Syila. bahkan semenjak di pesawat sampai sekarang pun Rafi tidak berucap apa pun membuat nya sekarang ingin kembali menangis.


"Non Syila."


"Akhir nya non Syila pulang juga."


"Nona dari mana aja?"


"Kami khawatir non, saat nona tidak ada di rumah."


"Nona baik baik saja kan?"


Syila tersenyum tipis saat para pelayan di rumah ini menyambut nya dengan berbagai pertanyaan.


"Alhamdulilah Syila baik baik aja kok!" ucap Syila yang membuat para pelayan di rumah nya tersenyum.


"Kalau gitu Syila ke atas dulu ya?" ucap Syila yang menadapat anggukan dari mereka.


dan setelah nya gadis itu pun berlalu pergi dengan satu bodyguard di belakang yang membawakan koper nya.


*****


Syila memasuki kamar nya dengan pelan. mata gadis itu langsung memanas dan di susul air matanya yang kembali tumpah. Syila menjatuhkan dirinya di lantai dan kemudian kembali menangis saat melihat isi kamar nya yang kini seperti kapal pecah. sangat berantakan tidak berbentuk di tambah lagi kaca rias nya yang pecah dengan percikan darah yang kini sudah mengering.


Pasti pria itu menyakiti dirinya sendiri.


Syila mengusap air matanya dengan kasar dan kemudian mulai membereskan kamar nya. ia memunguti barang barang yang berserakan di lantai bahkan banyak yang pecah. yang iya yakin Rafi meluapkan kemarahan nya pada barang barang tidak berdosa ini.


Setelah semuanya selesai, Syila lebih memilih memasuki kamar mandi. Ia ingin membersihkan badan nya terlebih dahulu sebelum ia menemui Rafi di ruang kerja nya.


****


"Nona mau kemana?" tanya bodyguard yang berjaga di ruang kerja Rafi.


"Aku pengen ketemu kak Rafi."

__ADS_1


"Maap nona tidak bisa."


Syila mengerenyitkan keningnya heran.


"Kenapa? aku istrinya."


"Iya saya tau nona. tapi tuan tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk nona."


Syila menundukkan kepala nya saat mendengar omongan bodyguard itu.


hatinya kembali sakit.


apa memang benar kalau Rafi kini tidak peduli lagi pada nya?


"Yaudah ga papa... tapi tolong kasih ini ya? kalau perlu obatin tangan nya sekalian! tangan kak Rafi luka soalnya." Ucap Syila dengan menyerahkan sebuah kotak obat dan setelah itu gadis itu pun berbalik dan pergi dengan air mata yang kini kembali turun.


******


"Enghh.... " Syila membuka kelopak mata indah nya.


namun sedetik kemudian wajah nya kembali sedih saat tidak mendapati Rafi di sampingnya. padahal semalam saat ia bertemu Rafi dan ia menyuruh pria itu untuk kembali tidur bersama nya. namun pagi ini ia tidak mendapatkan Rafi tidur bersamanya.


'Tok... tok... tok...'


Syila mengetok pintu kamar Rafi dan syukur nya pria itu membuka nya. wajah Syila yang tadi terlihat ceria kini berubah saat mendapati Rafi yang telah rapih dengan pakaian kerja nya.


"Siapa yang nyiapin keperluan kantor kakak?"


Rafi hanya menatap datar ke arah Syila dan tanpa sepatah kata pun Rafi melenggang pergi meninggalkan istrinya itu menuju lantai bawah.


Sedangkan Syila...


gadis itu hanya menatap sendu kepergian Rafi. dan kemudian menunduk menatap jas kantor yang tadi ia siapakan buat Rafi. Syila berbalik dan kembali menuju kamar nya dengan rasa sedih, kecewa, dan sedikit heran.


Di pikiran nya sekarang, siapa yang menyiapkan keperluan kantor Rafi. Karena setau nya tidak ada pelayan yang berani mempersiapkan keperluan Rafi. apalagi Rafi yang memang tidak suka.

__ADS_1


*****


Syila tersenyum manis saat mobil hitam itu datang di susul pengendara nya yang keluar. Ia berjalan pelan menghampiri Rafi dan mengangkat tangan nya untuk menyalimi tangan Rafi. namun sayang nya Rafi melewatinya begitu saja.


Kenapa harus sesakit ini


Syila menurunkan tangan nya dan kemudian menoleh terlihat para pelayan yang menatap nya kasihan.


namun sedetik kemudian Syila menampakan senyuman nya walaupun terkesan di paksa kan.


"Yuk ke dalam." ajak Syila kepada para pelayan yang memang biasa menyambut kepulangan Rafi dari kantor.


Para pelayan tersebut hanya mengangguk pelan dengan senyuman tipis nya.


Syila berjalan masuk kedalam rumah nya. ia tersenyum saat mendapati Rafi yang tengah terduduk di Sofa ruang tamu dengan memainkan ponsel nya dan tatapan nya pun beralih ke tangan Rafi.


pria itu belum mengobati tangan nya?


Syila berjalan menghampiri Rafi dan kemudian berjongkok di hadapan pria itu.


"Aku obatin ya?" ucap Syila dengan menggenggam tangan Rafi.


Rafi menoleh menatap Syila dan kemudian melepaskan tangan gadis itu dengan pelan.


"ga usah!" ucap nya dan kemudian bangkit dari duduk nya dan berlalu pergi.


Syila tersenyum kecut dengan tangan yang mengusap air matanya. ia tidak boleh lemah seperti ini. Ia yakin lambat laun Rafi pasti akan memaafkan nya.


...****************...



#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja


#Possessive_Rich_Man

__ADS_1


#RafSyil


#Rafi_Syila


__ADS_2