Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
possessive Rich Man 24


__ADS_3

"Emang Syila pergi kemana?" tanya Putra.


"Kalau gue tau, gue ga mungkin nanya kalian!" Jawab Rafi dengan nada kesal nya.


"Santai aja dulu Fi... jangan di bawa pusing."


Rafi menatap Abun dengan datar.


"gimana gue ga pusing, Syila pergi dari rumah tanpa ngasih tau gue. gue ngga tau sekarang dia lagi di mana? sama siapa? dia baik baik aja apa ngga? gue ngga tau?" ucap Rafi dengan frustasi.


bahkan kini jas nya pun terlihat sangat berantakan membuat ke 3 teman nya menatap nya iba.


Mereka tau, kalau kelemahan seorang Rafi Sanjaya adalah Syila Anastasya. gadis manis kesayangan nya.


"Lo tenang aja, kita ada di sini buat bantuin Lo." ucap Alvin, dengan tangan yang menepuk bahu Rafi.


"Lo udah coba hubungin teman temannya Syila?" tanya Putra.


Rafi menggeleng.


"gue udah coba... tapi hp mereka semua ga aktif."


"O iya kalau si Alin emang ngga aktif... soal nya dia lagi ke New York." ucap Abun yang membuat Putra menatap nya.


"Alin ke New York?" tanya Putra.


"Iya, emang kenapa?" tanya balik Abun.


"Si Naya juga ke new York."


"Hah masa? Ko si Alin ga bilang sama gue ya?"


"Naya juga, ga ngomong apa apa sama gue."


"Tunggu tunggu, apa jangan jangan Syila ikut sama mereka." ucap Alvin yang membuat ke 3 pria itu menatap nya.


"Bisa jadi sih, soal nya mereka ber tiga kan bestfriend banget." ucap Putra, yang di angguki Abun dan Alvin.


Ke 3 pria itu beralih menatap Rafi yang terdiam, terlihat raut pria itu yang tengah memikirkan sesuatu.


Rafi merogoh iPhone nya yang baru saja ia beli beberapa menit yang lalu, ia mengotak ngatik nya dan kemudian menempelkan di telinga nya.


"Halow."


"Iya tuan."


"Siapin tiket pesawat ke New York, gue mau berangkat sekarang juga."


"Baik tuan."


Tut. Telpon di matikan!


"Lo mau ke new York?" tanya Putra, saat Rafi bangkit dari duduk nya.


"Iya."


"Ikut dong."

__ADS_1


"Urus aja." ucap Rafi dingin dan kemudian berlalu pergi di susul teman temannya di belakang.


*****


Syila membuka pintu kamar nya. ia berjalan menuruni anak tangga.


satu tujuan nya? dapur!


"Eh Lin, udah bangun?" tanya Syila saat ia sampai di dapur dan menadapati Alin yang tengah menuangkan air ke sebuah gelas.


Alin berbalik menatap Syila dengan tatapan yang sedikit berbeda dari biasa nya.


"Udah!" jawab Alin sedikit nada berbeda.


"Kamu kenapa?"


Alin menggeleng pelan dan kemudian menatap Syila dengan tatapan kasihan apalagi saat mendapati seseorang di belakang Syila.


"Kamu kenapa? ko kaya beda gitu sih?"


"Eng... nggak kok... gue... ngga papa." jawab Alin dengan sedikit gugup.


"Oh, yaudah...." ucap Syila dan kemudian membalikan badan nya.


namun seketika tatapan gadis itu membulat dengan sempurna saat mendapati pria tampan dengan wajah datar nya yang tengah menatap nya tajam.


Dengan cepat Syila membalikan badan nya kembali dan menatap Alin.


"Sejak kapan dia ada di sini?" tanya Syila pelan.


"Gue nggak tau... pas gue bangun udah ada. bukan dia doang, noh liat!" ucap Alin yang kemudian melirik ke arah ruang tamu yang terdapat ke 3 teman Rafi yang tengah terduduk di Sofa.


Rafi.....


Entah dari mana pria itu tau apartemen mereka.


Syila mengikuti pandangan Alin yang memang terdapat ke 3 teman Rafi di sana. ia menatap Alin dengan seolah bertanya


'bagai mana ini?'


Alin menggelengkan kepala nya pelan.


"Gue gak tau... gue ga mau ikut campur. bayyy!" ucap Alin yang kini malah pergi meninggalkan nya membuat Syila hanya merutuk kesal.


Dengan sedikit keberanian Syila membalikan badan nya. menatap pria itu yang juga tengah menatap nya. Syila berjalan pelan menghampiri Rafi. bhakan tubuh nya kini sudah bergetar saking takut nya.


Syila menghentikan langkah nya saat ia sudah tepat di hadapan pria itu. Syila menatap Rafi dengan perasaan bersalah dan dengan cepat gadis itu berjongkok dan memeluk sebelah kaki Rafi.


"Aku minta maaf kak... hiks... hiks.... " ucap Syila yang kini sudah menangis tersedu sedu.


Rafi diam....


"Aku... hiks... hiks... maafin aku!"


Rafi tetap diam....


"Kak Rafi... hiks.... "

__ADS_1


Rafi membuang napas nya kasar. ia berjongkok menatap wajah istri nya yang kini sudah basah oleh air mata.


tangan nya terangkat menyelipkan helaian rambut gadis itu ke telinga nya dan kemudian beralih mengusap air mata gadis itu dengan sebelah tangan nya.


"Jangan nangis!"


"Hiks... maapin aku kak."


Rafi tersenyum kecil dan kemudian mengelus rambut istrinya itu dengan lembut.


"maaf nya udah habis. kali ini kamu keterlaluan, Syila!" ucap Rafi Lembut yang kemudian melepaskan tangan Syila dari kakinya dan setelah nya pria itu pun berbalik pergi meninggalkan Syila yang kini tangisan nya semakin menjadi.


"Sekarang kemasin barang barang kamu! hari ini juga kita pulang. tapi kalau kamu masih mau di sini juga nggak papa... aku juga nggak peduli!"


Deg....


Hati Syila mencelos seketika. ia merasakan ada benda benda tajam yang menusuk hatinya. kalimat terakhir dari Rafi ber efek sangat buruk untuk nya.


Harus nya ia tidak pergi dari rumah jika ujung nya akan seperti ini.


Penyesalan nya mulai terasakan....


...****************...



k



(PICT: HANYA PEMANIS)


Anggap saja Alvin, [teman Rafi]



(PICT: HANYA PEMANIS)


Anggap Saja Abun, [Teman Rafi]



(**PICT: HANYA PEMANIS)


Anggap Saja Putra, [Teman Rafi]


Note:


Visual Putra Aku ganti yaa... karena setelah aku lihat baik", ternyata kurang cocok...


Maaf YaaπŸ™πŸ™πŸ™


...****************...


#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja


#Possessive_Rich_Man

__ADS_1


#RafSyil


#Rafi_Syila**


__ADS_2