Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
possessive Rich Man 5


__ADS_3

"Sampai kapan Lo mau berdiri di situ terus?"


Pertanyaan dari seorang pria tampan itu. sukses membuat Syila teralihkan. ia menatap pria itu dengan kesal dan kemudian berjalan menghampiri pria itu, yang terduduk di sofa di ruangan itu.


Syila duduk di hadapan pria itu dengan wajah kesal nya. dengan tangan yang sibuk memainkan kuku kuku cantik nya yang terbalut kutek merah.


"Kenapa tadi yang nganterin makanan nya resepsionis?"


Syila mendongak dan menatap Rafi yang juga tengah menatap nya datar.


"Dia yang ngambil sendiri dari tangan saya. katanya mau di anterin keruangan bapak, yaudah saya biarin." ucap Syila jujur.


"Tapi kan gue nyuruh nya lo."


"Udah sih pak sama aja. sama sama nyampe kan makanan nya?"


"Ya ngga sama lah!"


Syila menatap Rafi heran. "apa nya yang ngga sama?"


"Kalau dia itu karyawan gue."


"Emang Kalau aku apaan?" tanya Syila penasaran.


"Ibu dari anak anak gue!"


'Blusssss.'


Syila spontan mengalihkan pandangan nya. saat mendengar kata kata frontal yang di ucapkan pria di hadapan nya ini. bahkan sekarang ia merasakan pipi nya memanas dan ribuan kupu kupu yang menggelitik perutnya.


Syila kembali menatap Rafi dan mencoba bersikap santai seolah tidak terjadi apa apa dengan diri nya.


"Kalau tidak ada yang di bicarakan lagi. saya pamit pergi pak!" ucap nya dan kemudian gadis itu pun bangkit dari duduk nya.


Rafi hanya menatap gadis di hadapannya dengan datar dan kemudian ia pun bangkit dari duduk nya.


"gue mau ngomong sama Lo!"


Syila yang tadi nya menunduk pun kini mendongak menatap pria yang entah kapan sudah berada di hadapan nya dengan jarak yang cukup dekat.


"Ngomong apa?"


Rafi mengangkat tangan nya dan menggenggam kedua tangan Syila. dan menatap gadis itu dengan tatapan lembut.


"Gue masih sayang sama lo Syil!"


'Deg'


Syila terdiam. hatinya mencelos saat mendengar penuturan pria di hadapan nya ini.


"Terus?"


"Gue mau kita ngulangin semuanya. kaya dulu lagi!"


Syila hanya diam. matanya memanas, rasanya sekarang ia ingin menangis.


"Ngulangin apa ka?" ucap Syila.

__ADS_1


bahkan gadis itu pun kini mulai memanggil pria di hadapan nya dengan sebutan 'ka'!


'Greeepppp!'


Dengan spontan Rafi memeluk Syila saat gadis itu berucap.


"Maafin gue Syil. maafin semua kesalah gue yang dulu... tolong kasih gue kesempatan!"


Syila hanya diam. kini pikiran nya menerawang ke masa masa SMA nya. masa masa ia berpacaran dengan Rafi dan bagaiamana sikap pria itu yang selalu memperlakukan nya.


Tangan Syila terangkat. ia mendorong kasar pelukan Rafi hingga terlepas.


"Kaka denger baik baik. dulu ya dulu, sekarang ya sekarang... kita jalanin yang sekarang dan lupain masa lalu!"


"Tapi Syil...,,"


"Syuttt"


Omongan Rafi terhenti saat telunjuk gadis itu mendarat di bibir nya.


"Lupain semuanya ka. cari kehidupan Kaka yang baru dan aku bukan orang yang tepat untuk ngisi kehidupan Kaka!"


Rafi menepis kasar telunjuk gadis itu dan menatap gadis itu dengan tatapan dingin.


"Kenapa? apa udah ada yang lain di hati Lo?"


Syila menelan saliva nya dengan kasar. tatapan Rafi membuatnya takut dan nada bicara pria itu berubah. namun ia mencoba bersikap biasa saja.


"Kalau ia kenapa?" ucap Syila menantang.


Rafi mengepalkan tangan nya dan kemudian mendekati gadis itu. ia mencondongkan wajahnya dan kemudian berbisik di telinga gadis itu.


'Brukkkkk'


'Aaaaaaaa...,'


"Jangan di tindih, berat!"


"Diam!"


"Aaaaaaaa.... tolong!"


.....


"Huaaaa mamah!"


"Gausah pake acara buka kancing segala kali ka."


"Aaaaaaaa...."


.....


.....


"Lebay!"


Syila memanyunkan bibir nya saat Rafi berucap seperti itu.

__ADS_1


"Sakit tau!"


"Ck... kaya ga pernah ngelakuin aja!" ucap Rafi yang kini berjalan menuju meja kerja nya.


Syila merubah posisi nya menjadi terduduk dan menatap Rafi yang kini tengah duduk santai di kursi kebesaran nya.


Santuyyy.....


Syila memegang leher nya dan kemudian merapihkan rambut nya. lalu gadis itu pun bangkit dari duduk nya.


"Awas aja ya... bakal aku laporin Kaka ke Komnas perlindungan wanita, atas kasus pelecehan, biar di penjara sekalian."


"Laporin aja sono! palingan juga di nikahin."


'bangsat'


'Pluk'


Rafi menatap kesal ke arah Syila. saat gadis itu melempar bantal sofa tepat di wajah nya.


"Ga usah bikin ulah! Sekarang Lo keluar dari ruangan gue."


"Hah?"


Syila membulatkan matanya. tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Jadi Kaka ngusir aku."


"Iya!"


"Oh gitu... udah dapet enak nya dan sekarang malah ngusir."


"Enak apaan sih? timbang di leher doang!"


"Ya, tapi kan...."


"Keluar atau gue panggil satpam?"


Syila diam...


Ia menatap Rafi dengan perasaan campur aduk. rasanya ia ingin membunuh pria itu sekarang juga.


Sedangkan Rafi, Pria itu terlihat santai dengan tatapan pokus ke arah laptop nya. tidak mempedulikan gadis yang berdiri di ujung sana.


'Brakkk'


Rafi mendongak saat suara pintu di banting dengan keras. ia tersenyum miring saat tidak mendapati Syila di ruangan nya.


"Makanya jangan main main sama gue 'Syila anastasya'!"


...****************...


#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja


#Possessive_Rich_Man


#RafSyil

__ADS_1


#Rafi_Syila


πŸ‘‰πŸ–€πŸ‘ˆπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2