Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
LDR (RafZah) : perjodohan kuno [Sisy]


__ADS_3

"Sisy sudah bilang Sisy ga mau di jodohin! " teriak Sisy


"Ayah tidak menerima penolakan! kamu harus nya sadar, selama ini kamu hidup siapa yang membiayai? ayah! laku apa balasan mu? selalu saja membuat ayah malu! " ucap Ayah Sisy menatap Sisy tajam.


"kapan Sisy malu maluin ayah? kapan? " kini air mata gadis cerewet itu telah berderai membasahi baju bagian depan nya.


ayah sisi, kita sebut saja pak Jonathan.


Jonathan hanya terdiam. ia sendiri pun tak tahu kapan putri nya ini membuat diri nya malu. mungkin lebih tepat nya putri nya yang malu memiliki ayah yang tak pernah menganggap nya ada.


"Jawab ayaaaah! kapan Sisy membuat ayah malu? Sisy berusaha sebaik mungkin untuk menjaga nama baik ayah. walau ayah tak pernah menganggap Sisy anak ayah! " ucapan gadis itu melemah di akhir kalimat nya.


kini ia menangis sejadi jadi nya sambil berlari menaiki tangga menuju kamar nya.


" Minggu depan keluarga itu akan datang! tidak ada celah untuk mu menolak! " teriak Jonathan


"Egois! Sisy ga mau! "


'Braaakk'


Sisy berteriak di sertai gebrakan pintu yang amat memekakkan telinga. Jonathan masih duduk di sofa ruang tamu rumah nya memikirkan Sisy.


hampir setiap hari ia dan putri nya selalu saja ribut seperti ini. saham di perusahaan nya yang menurun drastis membuat nya merasa frustasi. sehingga salah satu kenalan nya yang berasal dari Los Angeles, Amerika Serikat menawarkan diri untuk membantu perusahaan nya. tapi dengan syarat, Jonathan harus mau menjodohkan putri nya dengan putra mereka.


serta karena perusahaan yang di rintis nya dari nol berada di ambang kehancuran, ia pun langsung menyetujui tawaran tersebut.


bukan nya ia tak memikirkan perasaan putri nya, ia sangat memikirkan hal itu. walau ia tak pernah menganggap putri nya ada. ia lebih memikirkan bagaimana kehidupan putrinya itu jika perusahan nya hancur.

__ADS_1


************


keesokan hari nya di Univesity of Sydney...


Sisy berjalan menyusuri koridor kampus. ia berjalan perlahan dengan lesu. kepala nya terasa sedikit pusing karena semalaman menangis. tidak, ia tidak mau di jodohkan seperti itu.


tapi keinginan ayah nya yang tidak bisa di bantah, membuat ia hanya bisa menangis untuk menahan segala emosi di dada nya.


"Aaargh... kenapa hidup gue begini sekaliii! " teriak nya tiba" yang membuat semua fokus kini teralihkan padanya.


ia berjongkok di pinggir koridor. ia menangis. ya... ia menangis dalam diam. dan kalian pasti tahu bahwa hal itu sangat menyakitkan.


"Cewek cantik kayak lo ga pantas menangis seperti ini. hapus air mata sialan lo! " ucap seorang pria yang kini tengah berdiri di hadapan siap dengan selembar sapu tangan di tangan nya.


mendengar seorang berbicara, Sisy pun mendongak. matanya yang sembab semakin sembab dengan sisa sisa air mata di ujung matanya.


"Kenapa nangis, hmm? " tanya Bryan sambil merapikan anak rambut sisy yang berantakan.


"Tidak.. tidak apa apa! " jawab sisy. kini ia telah berhasil memasang kembali topeng ceria nya.


"Terima kasih sapu tangan nya. besok sisy kasih kembali ke senior Bryan! " ucap Sisy sambil membungkuk kemudian berlari pergi meninggalkan Bryan yang masih memandangi kepergian nya.


~


"Langkah awal adalah melalui teman nya! "


~

__ADS_1


"Maafin gue. gue memanfaatkan lo! "


*******


"Pagi guys! " teriak sisy saat diri nya memasuki kelas.


"Sisy mata kamu kenapa? " tanya Zahra saat Sisy sudah duduk di samping nya.


"Ini... ah anu tadi malam gue nonton drakor sedih banget!" ucap Sisy berbohong.


"49 days?" tanya Zahra


"Kok lo tau? " tanya balik Sisy


"eh Zahra jga kemarin nonton. mana nonton nya waktu habis putus sama Rafa, huuu sedih banget! " rengek Zahra.


"Jadi kangen Rafa deh. tapi sudah mantan? " lanjut nya membuat Sisy terkekeh.


"bahagia banget kayak nya hidup lo, Ra. tidak ada perjodohan perjodohan kuno seperti yang gue alami." monolog Sisy dalam hati nya.


"Heeh ingat mantan tu! jadi lo yakin putus dengan si muka sok ganteng itu? " ucap Sisy sambil menepuk bahu Zahra.


"Ya yakin gak yakin, Sy. Rafa juga udah muak sama aku. dia bilang aku ke kanakan, aku manja, aku cengeng..... "


"Dia ngatain lo begitu? liat saja kalau gue ketemu dia, tu muka sok ganteng nya gue injak" pake sepatu baru gue ni! " geram Sisy sambil menghentak hentak kan kaki nya ke lantai dan membuat suara gaduh.


*****************************

__ADS_1


__ADS_2