Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
Possessive Rich Man 3


__ADS_3

Rafi menatap datar gadis di hadapan nya. sungguh gadis ini memang membuat emosi nya menyulut.


"Masuk!" ucap Rafi dingin saat ia telah membuka pintu mobil nya.


"Aku bilang ga mau ya ga mau! ga usah maksa sih." balas Syila dengan tangan yang berusaha melepaskan cekalan tangan pria itu.


Rafi menghembuskan napas nya kasar. mencoba mengontrol emosinya yang ingin meledak saja.


"Keras kepala!"


"AAAAAH.... LEPASIN! LEPASIN NGGA?" teriak Syila dengan spontan.


saat Rafi tiba tiba menggendong nya seperti karung beras dan mendudukan nya di mobil pria itu.


Di dalam mobil hanya ada keheningan. tak ada satu pun diantara mereka bersuara. kedua insan itu larut dalam pikiran masing masing.


Rafi yang pokus menyetir dan Syila yang hanya diam dengan wajah di tekuk nya dan sesekali merutuki pria sialan yang ada di sebelah nya ini.


"Turun!" suara dingin itu membuat pikiran gadis ini teralihkan.


ia menatap sekeliling, matanya membulat dengan sempurna saat dimana pria itu menghentikan mobil nya.


"Bengong?"


Syila memdongak, menatap Rafi yang kini telah membuka kan pintu mobil di samping nya. Syila menatap Rafi kesal dan kemudian mengalihkan pandangan nya.


"Nggak!"


"Turun!"


"Ngga mau!"


"Ga usah ngeyel!"


"Biarin!"


"Gue bilang turun, ya turun!"


"Aku bilang ga mau ya ga mau! ga usah maksa sih."


Rafi lagi lagi menghembuskan napas nya kasar.


gadis ini memang membuat nya kesal. sikap keras kepala nya tidak pernah hilang.

__ADS_1


"Apa susah nya sih Syil... turutin kata kata gue! keras kepala banget sih jadi orang." ucap Rafi kesal.


"Ya siapa suruh ngajak aku kesini." balas Syila dengan sewot.


Rafi menatap Syila datar dan seketika ia pun langsung menarik tangan gadis itu untuk keluar dari mobil milik nya dengan paksa dan menyeret gadis itu menuju rumah besar nya.


"Bisa ga sih ga usah narik narik, sakit tau!" ketus Syila.


Rafi hanya diam tanpa menggubris ucapan gadis di sebelahnya. sampai akhir nya mereka pun sampai di depan pintu ruang utama yang sudah terbuka lebar beserta para penjaga di sekeliling nya.


Rafi menoleh ke arah Syila yang hanya diam dengan menatap sendu bagian dalam rumah nya. ia tau apa yang gadis itu pikirkan sekarang.


Syila menoleh menatap Rafi sekilas dan kemudian membalikan badan nya hendak pergi. namun sayang tangan pria itu mencekal nya.


"Mau kemana?"


"Pulang!"


"Ga usah macem macem dehSyil... ayo masuk!"


"Ga mau...iihhh." pekik Syila saat spontan Rafi malah semakin menarik tangan nya memasuki rumah nya.


*****


gadis cantik blasteran itu terdiam. matanya menatap lurus ke depan yang terlihat seorang wanita paruh baya yang menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Syila...." lirih wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Lia.


"apa kabar, tan?" tanya Syila dengan tangan yang siap menyalimi tangan Lia.


Lia hanya terdiam. ia merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


'Greepp'


Sebuah pelukan yang secara tiba tiba itu membuat gadis cantik ini terkaget. pelukan hangat yang sering ia dapatkan. namun entah sudah berapa tahun ia tidak merasakan hangat nya pelukan seperti ini.


*****


Syila duduk di sofa dengan perasaan gelisah. ia menatap sekeliling yang hanya ada para penjaga dan pelayan yang berlalu lalang. ingin rasanya ia pergi dari rumah ini secepat mungkin. namun pria itu melarang nya dengan ancaman ancaman yang membuat nya tidak bisa menolak.


Seketika wajah gelisah nya berubah menjadi raut datar. saat pria sialan itu muncul dengan wajah dingin nya.


"Ayo!" ajak pria itu yang tak lain adalah Rafi saat pria itu telah berada di hadapan nya.

__ADS_1


Syila menatap Rafi dengan datar bercampur heran.


"mau kemana?"


"Ga usah banyak tanya, ayo!" ucap Rafi dengan menarik tangan Syila membuat gadis itu mengaduh.


"bisa ga sih pak ga usah narik narik?" ucap Syila kesal.


Rafi terkekeh kecil dan kemudian kembali menarik tangan gadis itu menaiki tangga. tanpa mempedulikan gadis itu yang mencoba memberontak.


"Kalian mau kemana?" tanya Lia yang membuat langkah mereka terhenti.


Rafi menoleh sekilas ke arah Syila dan kemudian kembali menatap mamah nya.


"Kepala rafi sakit mah... dan katanya Syila mau mijitin." ucap Rafi yang sontak membuat gadis di sebelah nya memelototkan matanya kaget.


Lia tersenyum kecil dan kemudian menggeleng gelengan kepala nya dan menatap gadis cantik itu dengan senyum jahil.


"Yaudah sana! mamah juga mau ijin keluar soal nya." ucap Lia.


Lia menatap Syila dan kemudian mengelus pipi gadis itu.


"kamu baik baik ya, sayang."


Lia beralih menatap putranya dan kemudian melayangkan tatapan tajamnya.


"jangan macem macem!"


Rafi terkekeh kecil dan kemudian menganggukan kepala nya pelan.


"iya mamah... udah sana!" ucap nya dengan mendorong pelan punggung mamah nya.


**************************************************


***NEXT OR STOP?


RAFSYIL


Rafi Syila


Possessive Rich Man


πŸ‘‰πŸ–€πŸ‘ˆπŸ˜˜πŸ˜˜***

__ADS_1


__ADS_2