
"Ra lo ga ngampus?" Tanya Sisy
saat ini mereka berdua tengah berada di sebuah cafrle yang terletak tak jauh dari apartemen Zahra.
"Aku nanti kelas siang. kamu sendiri kenapa ga ngampus?" tanya balik Zahra
"Gue ga ada kelas!" jawab Sisy sambil memakan Dessert yang baru saja di antar oleh pelayan.
"Ihh itu dessert Zahra!" ucap Zahra sambil merebut piring kecil terbebut dari tangan Sisy.
"Heh pelit!" pekik Sisy
"Biarin. wlee!" balas Zahra sambil menjulurkan lidah nya.
"Eh betewe, lo sama si muka sok ganteng tu bagaimana? aman?" tanya Sisy
"Ntah lah Sy! katanya bunda dia masih marah. aku terus bagaimana?"
"ya bagaimana bagaimana? lo ada nomor nya kembaran nya tu, yang kocak?"
"Raka?"
"Yaps, Raka! kalau ada gue minta!" ucap Sisy sambil menyerahkan hp nya ke Zahra.
"kamu kenapa minta nomor nya Raka, kamu suka dia?"ucap Zahra sambil mengisi no ponsel Raka ke Hp Sisy.
" Tau, gue tertarik aja sama tu bocah!" jawab Sisy acuh
"Dih bilang aja kali kalau suka! aku setuju kok!"
"sialan! " umpat Sisy membuat Zahra terkekeh kecil.
Tanpa mereka sadari, seorang tengah memperhatikan mereka berdua dengan tatapan kebencian. Aah bukan mereka berdua, Hanya Zahra. seperti tersirat rasa ingin menghancurkan dalam tatapan orang tersebut.
__ADS_1
"Gue gak tega nyakitin lo, tapi mau gak mau gue harus hancurin lo, Putri Azzahra! " gumam orang trsebut kemudian beranjak pergi meninggalkan Cafe.
******
waktu yang berbeda di Los Angeles, Amerika serikat.
"Rafa mau tunangan! " ucap pria yang tengah duduk berhadapan dengan ayahnya, Rafi Sanjaya.
"Ada apa tiba tiba? " tanya Rafi.
"Rafa mau ngikat hubungan dengan Zahra! " jelas nya.
"kamu kan sudah pacaran dengan dia? " tanya Rafi sambil melepaskan kacamata yang masih bertengger di hidung mancung Rafi.
"Rafa putus! tapi Rafa mau tunangan dengan Zahra! gak ada penolakan, Dad! " tegas Rafa kemudian beranjak hendak pergi meninggalkan ruangan kerja Rafi.
"Daddy belum mengizinkan kamu pergi, Rafa! duduk dulu kemari! " Ucap Rafi yang sudah berpindah ke sofa yang berada di ruangan nya.
Rafa yang hendak membuka pintu pintu langsung berbalik kemudian terduduk di samping ayahnya, Rafi.
"Dengarkan Daddy! mengikat hubungan dengan seorang gadis bukanlah hal yang mudah, Rafa! Daddy sudah mengalaminya. sifat Zahra sama seperti sifat bundamu saat masih remaja. Dulu Daddy bertunangan sama bunda mu saat Daddy masih SMA. dan kau tau apa yang terjadi? " jelas Rafi menggantung penjelasan.
Rafa menggeleng sambil tetap memperhatikan Rafi yang sedang mengingat masa lalu nya dulu.
"Daddy gagal mempertahankan hubungan daddy dan bundamu. Daddy dan bundamu terpisah bertahun tahun. bunda mu meninggalkan daddy karena keegoisan daddy. bahkan setelah daddy bertemu lagi dengan bundamu, daddy tak memberikan kesan yang baik. daddy menikahi bundamu tanpa sepengatuan nya. hingga, jadilah kamu sama Raka! " jelas Rafi di akhiri kekehan nya.
"Daad! apa harus menjelaskan seperti itu? " Rafa menepuk pundak Rafi geram atas penjelasan ayahnya tersebut.
"Daddy hanya tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali padamu, Sifat mu sama seperti daddy, sedangkan Zahra sifatnya sama seperti bundamu. akan sangat sulit untuk menghindari kesalahan fahaman di antara kalian berdua! "
"Lalu apa yang harus Rafa lakukan, Daddy? Rafa tidak mau lagi berpacaran dengan Zahra. Apa Rafa harus langsung menikahinya? " emang Rafa.
tanpa mereka ketahui, di balik pintu ruangan tersebut terdapat Syila dan Raka yang tengah menguping pembicaraan mereka.
__ADS_1
tampak Raka yang sekuat tenaga menahan tawa lepasnya mendengar kata demi kata yang di ucapkan oleh Rafa. sedangkan Syila menahan emosi nya mendengar penjelasan Rafi yang menjengkelkan baginya.
"Lebih bagus itu! Daddy juga dulu menikahi bundamu saat dia masih kuliah, jadi tak apalah. lagipun kamu anak orang kaya seperti Daddy! " ucap Rafi enteng membuat Syila, Rafa dan Raka terkejut setengah mati.
dengan cepat, Syila membuka ruangan Rafi lalu berjalan cepat ke arah suami nya tersebut. #etelah sampai, sebuah jeweran kuat mendarat di telinga kanan Rafi membuat sangat empu meringis.
"Sayang? sejak kapan kamu ada di sini? " tanya Rafi gugup.
"Sejak kamu mengajari Rafa hal hal yang tidak baik.
" Aku hanya memberi tahu pengalaman aku, Sayang! " elak Rafi sambil berusaha melepaskan tangan Syila dari telinganya.
"Sudah baik Rafa mau bertunangan dan menunggu Zahra sampai lulus kuliah. tapi kamu malah menyuruh nya menikahi Zahra sama seperti kamu? daddy macam apa kamu, ka Rapi! " jerit Syila gemas dengan suami nya ini.
"Iya iya sayang iya. lepas dulu. malu ih di liatin anak anak kita!. " ucap Rafi meringis
"Biar. biar mereka tahu kalau daddy nya ga baik buat di contoh. " ucap Syila.
"Jadi Rafa boleh tunangan sama Zahra, Bunda? " tanya Rafa.
"Kamu serius mau jalin hubungan dengan pertunangan sama Zahra? " tanya Syila yang kini telah duduk di hadapan putra nya.
"Rafa yakin, bunda! " jawab Rafa serius.
"Baiklah bunda izinin. tapi kamu harus rubah sifat kamu. kamu harus lebih perhatian sama Zahra. jangan bikin dia sakit hati. jangan bikin dia kecewa sama kamu! "
********
**Maaf yaa kalau makin kesini makin ga jelas ceritanya. rencana nya aku bakal tamat in cerita ini saat Rafa dan Zahra sudah menikah.
kurang lebih cuman 100.000 kata aja. ga usah banyak banyak.
makasih s3mua yang sudah mau dukung cerita aku sampai disini.
__ADS_1
sayang deh sama kalianπ€**