
"Kamu keringetan?" gadis cantik ini mengusap wajah tampan suami nya yang kini di banjiri keringat.
Sedangkan sang empu hanya tersenyum menatap wajah cantik istri yang sangat ia rindukan ini.
"Terlalu bersemangat yank!"
Syila...
gadis manis itu terkekeh saat mendengar kata kata suami nya.
"Kamu nafsu banget, sumpah!"
"Ya habis nya, siapa suruh Ervin misahin kita?"
"Cuman 2 hari doang, Fi."
"Itu lama yank."
"Lebay ah."
Syila melirik jam dinding di kamar baru nya yang kini menunjukan pukul dua pagi.
"Udah malam... sekarang kamu tidur pasti capek kan?"
"Yah.... padahal mau minta satu ronde lagi." ucap Rafi lesu yang membuat Syila membulatkan matanya.
"Ya ampun... kamu gak cape apa?"
Rafi menggeleng cepat.
"Cape sih, tapi nagih!" Ucap nya dengan terkekeh.
"Lagi ya?" lanjut Rafi menatap Syila memohon.
Syila terdiam....
ia mengelus pipi Rafi dengan lembut dan kemudian mencium nya gemas.
"Aku nya cape Fi, nanti lagi ya? lagian kamu ga kasian apa sama anak kamu?"
"Kan baru 6 bulan yank... Nadia bilang kalau 8 sama 9 bulan baru gak boleh."
Syila menghembuskan napas nya pelan menatap wajah suami nya itu dengan kasihan.
"Yaudah deh, tapi pelan pelan ya."
"Mana pernah aku main kasar!"
(Wkwkwk
Ada yang mengerti dengan percakapan di ****atas****?)
******
FLASHBACK.......
'Brakkkk'
"Sayang...."
Syila menoleh saat pintu di buka dengan kasar. air mata nya turun begitu cepat saat melihat pria dengan pakaian serba hitam yang sangat klop dengan kulit putihnya.
"Hiks... Rafi."
'Greep'
Pelukan hangat itu terjadi di antar keduanya. tangisan Syila pecah saat Rafi merengkuhnya erat dan kecupan kecupan singkat yang pria itu berikan di puncuk kepala nya.
"Kamu nggak papa kan? sayang!."
Syila menggeleng pelan dan semakin menelusupkan wajah nya di dada suami nya itu dengan tangis yang terus teralun dari bibir tipis nya.
Rafi merenggangkan pelukannya, mengusap air mata istrinya dengan lembut.
"Udah ya... jangan nangis, sekarang kita pulang."
Syila mengngguk pelan dengan masih sesegukan.
"Syil gak papa?"
Rafi dan Syila mengalihkan pandangan nya ke pada ke 3 teman Rafi yang menghampiri mereka. Syila meringis kecil saat melihat bercak darah di pakaian ke 3 teman Rafi itu.
"Ngga papa ka."
"Yaudah sekarang kita pergi dari sini! suruhan nya si Ervin udah di tanganin sama polisi sini." ucap Abun.
"Terus si brengsek itu gimana?"
"Lo tenang aja itu udah di urus sama polisi."
"Ck kenapa kalian hubungin polisi? gue mau ngebunuh dia dengan tangan gue sendiri." Rafi berdecak kesal menatap ke tiga sahabat nya itu.
"Lo mau di penjara hah?"
__ADS_1
"Gue ngga peduli."
"Rafi.... " rengekan itu membuat Rafi menoleh ke arah istrinya yang kini tengah mengerucutkan bibirnya lucu.
'Cup'
"Anjirrtr masih ada kita kita Rafi."
*****
London, 1 Januari 2026
"Kakak... bubu nya jangan di peluk kaya gitu! kasihan sesek tuh."
"Ade... jangan loncat loncat ah nanti jatuh kamu."
"Kak kalau mau makan cuci tangan dulu, kamu habis pegang bubu."
"Ade.... bunda bilang berhenti ih nanti kamu jatuh bunda gak mau ngurusin ya."
"Kak... bunda bilang cuci tangan dulu."
"Ya allah telinga kalian di mana sih, pusing bunda."
Kedua bocah tampan yang berusia 6 tahun itu terkikik geli menatap bunda mereka yang tengah memijit pelipisnya nya dengan prustasi.
"Bunda jangan marah marah Mulu, nanti cepet tua loh."
"Bener Bun, nanti kalau bunda tua sebelum waktunya terus Dady nyari bunda baru gimana? Bunda mau di madu?"
"Apa kalian bilang hah?" Wanita itu menatap tajam kedua putra kembar nya yang berbicara seperti itu, bukan nya takut justru mereka malah terkikik geli.
Menggoda bunda nya adalah hoby kedua bocah kembar ini.
"Bunda lucu kalau lagi marah gitu."
"Mata bunda mau keluar.... hahaha."
"Huaaaa... kalian anak siapa sih? ngeselin banget." Wanita ini mengerang kesal menghadapi tingkah kedua putra nya yang kelewat ngeselin ini.
"Ya anak bunda sama Dady lah Bun, masa anak tetangga."
"Tau nih bunda."
"Udah yu main lagi." Ajak sang kakak kepada saudara kembar nya itu.
"Yuk.... bunda mah ga asik." ucap sang adik yang kemudian melirik bunda nya yang tengah menatap mereka kesal.
Kedua bocah kembar yang hendak melangkah kan kaki menuju ruang keluarga dengan bubu ( nama kucing) nya pun terhenti saat mendengar teriak kan yang bisa di pastikan Dady kesayangan mereka.
"Dady."
Mereka berlari menghampiri pria ber jas yang kini berjongkok dengan kedua tangan yang di rentangkan.
Kedua bocah itu memeluk sang Dady dengan erat membuat Dady nya tersenyum senang.
Mereka merenggangkan pelukan nya dan menatap Dady nya dengan bahagia.
"Rafa kangen banget sama Dady."
"Raka juga."
"Lebay."
"Ih Dady." Kedua bocah kembar itu serentak memukul dada Dady nya itu membuat Dady nya malah terkikik.
"Dad..."
Rafi...
pria tampan itu menoleh menatap salah satu anak kembar nya yang kini tengah menatap nya.
"Kenapa boy?"
"Dady kok kerja pulang nya malam terus?"
"Karena Dad sibuk banyak kerjaan, makanya kalau udah besar jangan jadi bos kaya Dady ya? Capek!"
"Tapi Rafa mau kaya Dady, Rafa kalau udah besar mau jadi bos kaya Dady."
"Raka juga." Timpal anak kembar yang satu nya dengan logat nya yang terdengar menggemaskan.
"Kalau gitu kalian harus belajar pinter, biar bisa kaya Dady." Rafi menciumi kedua anak nya membuat mereka terkik geli.
"Dad."
"Kenapa Raka?"
Rafa Andreas Sanjaya, anak kembar Rafi dan Syila yang lahir lebih dahulu dari pada sang adik Raka Andreas Sanjaya.
Mereka lahir hanya selisih 3 menit saja.
Kedua bocah kembar yang memiliki wajah tampan dan manis itu lebih berdominan ke sang Dady bahkan semua sikap nya lebih mencerminkan Rafi semasa kecil.
__ADS_1
Bahkan Rafa sang Kaka pun jika besar nanti bercita cita ingin seperti Rafi.
Semua yang Rafi kenakan pasti selalu di tiru oleh anak pertama nya itu.
Sedangkan sang adik mempunyai sikap lebih cerewet dan hiper aktif dari sang kakak yang membuat Rafi dan Syila kadang kewalahan dengan sikap nya itu.
Raka selaku sang adik itu menangkup kedua pipi Dady nya dengan tangan mungilnya.
"Dady sayangan Raka apa Rafa?"
"Em... siapa ya?" Rafi berpura pura seperti berpikir.
"Rafa dong."
"Nggak, pasti Dady sayangan Raka."
"No... jelas Dady sayang an bunda dong." Rafi berdiri melepaskan pegangan kedua anak nya dan kemudian berjalan menghampiri istri tercinta nya yang kini duduk di sofa dengan memainkan I-Phone nya.
Rafi mengecup kening istrinya sekilas membuat sang empu menoleh ke arah nya.
"Malam lagi pulang nya ih."
"Hehe... Sibuk yank."
"Sibuk Mulu."
"Kan buat kalian juga."
"Iya iya." Syila mengabaikan Rafi dan kembali pokus ke I-Phone nya.
"Dady...."
"Kenapa lagi sih." Rafi menatap kedua anak kembar nya yang kini berdiri di hadapan nya.
"kan kita libur sekolah."
"Terus?"
"Mau liburan."
"Liburan kemana?"
"Ke Korea..." Ucap kedua nya kompak dengan wajah lucu nya.
Rafi spontan menatap istrinya yang kini juga tengah menatap nya dengan cengiran polos nya.
"Ini mah bunda nya yang mau liburan, bukan anak nya."
Syila hanya terkekeh.
"Masih jadi K-POP PERS yank?"
"Ya masih lah."
"Kamu udah jadi ibu ibu loh... masa masih suka opa opa Korea sih? heran aku!"
"Ya emang kenapa? lagian aku masih muda kok! Baru juga 26"
Rafi hanya menghela napas kasar. pria itu menyandarkan punggung nya di sanggahan sofa dan memejamkan matanya.
Istri nya memang tidak banyak berubah.
Nge K-POP terus sampai tua.
πππ
...****************...
......Cerita nya aku skip beberapa tahun kemudian yaa... ......
...karena aku memang rencana mau tamatin akhir akhir ini... ...
...Maaf yaa kalau gak jelas πππ ...
...****************...
**visual Rafa dan Raka menyusul yaa...
belum nemu yang cocokπ π π
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
#Si_Kembar
#Rafa_Raka**
__ADS_1