
Putri Azahra...
gadis berdarah Amerika itu berjalan di loby apartemen mewah yang satu Minggu lalu di tempati Rafa.
Ya sejak satu Minggu lalu Rafa lebih memilih tinggal di apartemen, biar lebih mandiri katanya.
Gadis itu memasuki lift dan menekan angka 7 untuk menuju lantai apartemen Rafa. setelah sampainya di apartemen, Zahra berjalan menuju pintu apartemen dan menekan bel.
Satu menit menunggu namun tidak ada jawaban atau orang yang membuka pintu. hingga membuat gadis itu kembali memencet bel namun tetap saja tidak ada yang meresponnya.
Zahra beralih meraih ponsel nya yang berada di tas kecil miliknya. ia mengotak ngatiknya dan kemudian menempelkan di telinganya.
'Drrrttt drrrttt drrrrtttt'
Getaran ponsel dari belakang tubuhnya membuat gadis itu berbalik dan mendapati pria tampan yang tengah menatap nya datar dengan ponsel yang bergetar di genggamannya.
Zahra mematikan sambungan telponnya dan menatap pria itu sepenuhnya.
"Kamu dari mana?"
"Lo ngapain kesini?" Bukan nya menjawab Rafa malah balik bertanya.
Ya, pria itu adalah Rafa.
"Ketemu kamu... aku khawatir tadi kamu gak masuk kampus. aku telponin gak di angkat, aku takut kamu sak.... "
"Berisik...." Rafa mendorong pelan bahu Zahra dan beralih memasukan sandi apartemen nya yang membuat gadis itu dengan sigap membuka hp nya dan menekan aplikasi camera.
Rafa menghentikan tangan nya yang baru saja menekan 2 digit sandi apartemennya. ia menatap Zahra datar yang membuat gadis itu menatap nya heran.
"Kenapa?"
"Ngapain?" Rafa berdecak kesal menatap gadis nya.
ia tau Zahra mem videonya karena flash cameranya menyala.
"Video, aku ga tau sandi apartemen kamu. Kamu sih gak ngasih tau aku."
Rafa kembali menekan sandi apartemennya tanpa memperdulikan Zahra. ia segera memasuki apartemen nya saat pintu sudah terbuka.
Saat Rafa sudah benar benar memasuki apartemen, Zahra malah jingkrak jingkrak kaga jelas saat ternyata sandi apartemennya adalah tanggal lahirnya.
__ADS_1
"Ya ampun... pacar gue sosweet banget, jadi makin cinta."
Dengan perasaan bahagia dan senyum sumringah Zahra memasuki apartemen Rafa dan menyusul pria itu.
Zahra menutup pintu apartemennya dan mendudukan dirinya di samping Rafa yang kini mulai asik bermain game.
gini nih kalau punya pacar gamers.
Lebih mentingin game dari pada pacar nya sendiri.
dan Zahra ga suka itu.
Seperti kata pepatah cowok gamers itu setia.
iya setia...
setia sama game nya.
"Bayi."
Rafa yang asik bermain game menoleh menatap Zahra dan menatap gadis itu dengan alis terangkat.
"Lo manggil gue?"
"Sejak kapan nama gue jadi Bayi?"
Zahra tercengir polos menampakan rentetan gigi mungil nya.
"Itu nama panggilan sayang buat kamu."
"Harus embel embel Bayi gitu?" Rafa mengucap kan kata Bayi dengan nada jijik.
"Iya... Bayi kan lucu gemesin imut persis kaya kamu. makanya aku panggil Bayi."
Rafa memutar bola matanya malas dan kembali pokus ke game nya tanpa memperdulikan ocehan kekasihnya itu.
Zahra akhir akhir ini memang sangat bucin. mungkin karena keseringan bergaul dengan Devano yang notaben nya playboy kelas kakaf.
"Oiyah kamu belum jawab pertanyaan aku tadi. kamu habis dari mana? Ko pake kemeja gini sih?" Zahra menatap penampilan Rafa yang memakai stelan jas putih dan celana hitam.
"Kerja."
__ADS_1
"Hah? sejak kapan kamu kerja? Oiyah lupa anak nya CEO."
"Kamu ikut meeting lagi?" Lanjut Zahra kembali.
"Hm."
"Di gajih nggak?"
Rafa menggertakan gigi nya kesal dan menantap gadis itu.
"Kalau lo ke sini cuman mau nanya-nanya pertanyaan yang gak jelas, mending lo pergi."
"Kamu ngusir aku?"
"Menurut Lo?"
"Iya."
"Itu tau." Rafa bangkit dari duduk nya dan menaiki tangga menuju kamar nya.
"Tega banget sih masa aku di usir?" Gadis itu menghentak hentakan kakinya dengan kesal sembari memandangi Rafa yang berjalan meninggalkan nya.
*****
[PICT: Hanya pemanis]
Anggap saja Putri Azahra
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
#Si_Kembar
__ADS_1
#Rafa_Raka
#Syakila_Sanjaya