
"Ra! Makan gih makanan lo!" Ucap Sisy setengah teriak
"Zahra gak ada Napsu makan, Sisy!" Jawab Zahra Lesu.
Saat ini mereka tengah berada di salah satu restoran terkenal. Zahra dari tadi hanya terlihat menopang dagu nya sambil mengaduk aduk jus alpukat di hadapan nya.
"Napsu gak Napsu lo harus makan, Zahra! gue gak mau lo sakit gegara cowok 2 itu!" ucap Sisy sambil menyendok kan desert ke dalam mulut nya.
"Belum puas lepas rindu, Rafa sudah hilang kabar lagi! Huaaa!" ucap Zahra kemudian langsung meraung seperti anak kecil
"Eeh Ra! Jangan gini! Malu diliat orang!" Sisy labgsung pindah posisi duduk di sebelah Zahra.
"Zahra kangen Rafa!" ucap gadis tersebut.
"Mana nomor cowok lo! gue telfon!"
"Di hape aku!"
dengan sigap, Sisy mengambil I-Phone milik Zahra dan langsung mencari nomor telephone milik Rafa. ia menyalin nomor tersebut ke I-Phone milik nya. kemudian langsung menghubungi nomor tersebut.
panggilan pertama di tolak....
panggilan ke dua di tolak...
panggilan ke tiga di tolak...
panggilan ke empat....
"gue sudah bilang jangan ganggu gue dulu, Risty!" ucap suara pria dari seberang
"Risty... Risty apaan lo! ini gue, Sisy sahabat Zahra! Lo kemana? gak ngasih kabar Zahra, menghilang? di hubungi gak pernah di jawab! dan sekarang lo sebut nama cewek lain? atau jangan jangan lo selingkuh?" tuding Sisy membuat Zahra seketika langsung menegang kala mendengar kata selingkuh dari mulut sahabat nya.
sementara di tempat lain, Rafa menjauhkan I-Phone milik nya dari telinga nya. mendengar omelan Sisy, membuat telinga nya sakit.
"Sorry! Gue pikir ini nomor teman kampus gue!" jawab Rafa
__ADS_1
"Enak banget lo ucapin maaf! gara gara lo, Zahra 3 hari gak mau makan! lo ke sini cepat! gue Share-lok lewat WhatsApp."
"Gue sudah di Amerika!"
"Brengsek! dan lo ga ngabari Zahra? tolol banget sih jadi cowo! bego!" umpat Sisy
"kasi Zahra sebentar!" ucap Rafa
Zahra menggeleng pertanda ia tak mau berbicara dengan Rafa saat ini.
"Zahra gak mau!" bisik Zahra
"Dia gak mau bicara! Mampus lo!" ucap Sisy kemudian langsung memutus sambungan telepon.
*Tuuut
"Ayo pulang!" Sisy yang melihat perubahan Raut wajah Zahra, Langsung mengajak gadis itu pulang.
"Sisy nginap di rumah Zahra, Yaa!" ucap gadis itu.
"Ok... Nanti siang gue ke rumah lo! Gue mau beresin apartemen gue dulu.
********
Zahra melangkah perlahan memasuki rumah nya. tepat setelah ia menutup pintu, Air mata nya langsung lolos begitu saja. Ia duduk bersandar di pintu rumah nya sambil menangis.
Kata selingkuh yang di ucapkan oleh Sisy masih menari nari dalam fikiran nya.
"Hiks... Hiks... Rafa tega banget sih!" ucap nya di sela tangisan nya.
ia terus menagis...
tak terasa kini waktu sudah menunjukan pukul 1 siang. Sisy yang mendengar suara isak tangis sahabat nya itu mengurungkan niat nya untuk mengetuk pintu.
"Gue tau pasti lo bakal nangis kayak begini, Zahra!"
__ADS_1
Sisy berjalan menuju Gazebo depan Rumah Zahra kemudian duduk di sana menunggu hingga Zahra sedikit membaik.
Pukul 3 sore, Sudah tak terdengar suara isak tangis gadis cantik tersebut. Sisy kemudian menyeret koper berukuran kecil nya kemudian mengetuk pintu rumah Zahra.
"Ra..." panggil Sisy sambil terus mengetuk pintu
'Ceklek'
pintu terbuka memperlihat kan Penampilan Acak acakan Zahra.
"Masuk, Sy!" ucap Zahra masih dengan suara parau.
sungguh...
penampilan nya saat ini tak dapat di jelaskan. Rambut kusut, Mata sembab, hidung merah, bahkan pakaian yang tadi pagi di pakai nya, masih melekat di tubuh gadis tersebut.
"Ya Ampun, Ra... Lo mandi gih... habis itu ikut gue ke Mall... biar gue beresin rumah lo! Tisu di mana mana." Ucap Sisy yang langsung menarik Zahra memasuki kamar gadis itu.
Sisy, Ia meletak kan koper nya di Kamar Zahra, kemudian kembali turun untuk merapikan Rumah Zahra.
Tisu bekas yang Gadis cantik itu pakai berserakan memenuhi lantai ruang tamu rumah tersebut.
"Gue bakal lepas kesedihan lo Malam ini, Putri Azzahra!" ucap Sisy.
****************
...Ayo dong kakak Readers......
...like.......
...like......
...like.......
...koment......
__ADS_1
...krisan......
...makasihππππ...