
"Lo milik gue Syil, dan gue ga suka berbagi!"
'Deg'
Syila terdiam... tubuh nya menegang mendengar kata kata Rafi.
Kenapa?
Kenapa sikap pria ini selalu berubah ubah? kadang membuat nya terbang tinggi, namun kadang juga menjatuhkannya begitu saja.
"Stay with me!" bisik Rafi di telinga gadis cantik ini. dengan tangan yang merengkuh pinggang Syila dan membawa nya ke pelukan nya.
Sedangkan Syila...
gadis ini hanya terdiam. ia memejam kan matanya merasakan kenyamanan dari pelukan pria itu. dan dengan perlahan tangan nya pun terangkat, membalas pelukan Rafi. dan semakin erat memeluk pria itu. menenggelamkan wajah nya di dada bidang Rafi dan di lanjutkan isakan tangis nya.
Rafi...
pria itu hanya terdiam. membiarkan gadis nya menangis dan merelakan kaos nya yang kini mulai basah karena air mata gadis itu.
10 menit kemudian....
Sekitar 10 menit mereka dalam posisi seperti ini dan isakan tangis ini pun mulai berhenti. namun pelukan keduanya tidak terlepaskan.
"Syil," panggil Rafi pelan.
yang hanya di balas deheman oleh Syila.
"Ko di dada gue ada kenyel kenyel nya ya?"
Syila membulatkan matanya dengan sempurna saat mendengar kata kata Rafi yang terdengar vulgar. gadis ini mendorong Rafi dengan kasar membuat pria itu terjungkal ke lantai.
"Sakit bego! ngapa lu dorong sih? emang gue apaan?" rutuk Rafi sambil mengelus ngelus pantatnya yang tadi bertabrakan dengan lantai.
"Siapa suruh mesum?" ucap Syila sinis dengan tangan yang memeluk tubuh nya.
Rafi terdiam dan menatap Syila kesal. pria ini berdiri dan berjalan mendekati gadis itu.
"pake baju lo sekarang, sebelum...,"
Rafi menggantung ucapannya dan tanga nya terangkat dan menyentuh perut rata Syila.
"gue isi bocah ni perut! lo paham sayang?" bisik Rafi di telinga Syila dengan nada sensual.
"Gue tunggu di bawah!" sambung nya dan kemudian melangkah pergi meninggalkan gadis itu yang mematung.
Beberapa menit kemudian Syila mengerjap ngerjap kan matanya. ia menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka. ia menghela napas dan kemudian menyentuh dada nya.
"Ko punya pacar gitu amat ya?" gumam nya pelan.
*******
Syila...
gadis manis ini mendudukan bokong nya di sofa di sebelah kaka nya, Ari. Ia menatap pria yang duduk di sofa sebrang di hadapan nya yang juga tengah menatapnya.
"Mau lo ajak kemana ade gue?" Tanya Ari dengan menatap Rafi tidak suka.
"Kenapa emang?" Tanya balik Rafi.
.
Ari berdecak kesal dan kemudian menoleh ke arah samping, menatap adik nya.
"Mau kemana?"
Syila menoleh menatap Ari, dan kemudian menggeleng.
"Ngga tau!"
"Ck... sama aja lu bedua!" decak Ari.
dan kemudian ia pun bangkit dari duduknya, dan melangkah pergi.
Rafi menatap Syila, dan kemudian bangkit dari duduknya.
"ayo!"
Syila mendongak dan mengerenyit.
"mau kemana?"
"Rumah!"
"Ngapain?"
Rafi menghembuskan napas nya pelan, dan kemudian menatap Syila datar.
"Mamah pengen ketemu lo. ayo cepetan!"
__ADS_1
Syila manggut manggut dan kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah mengikuti Rafi yang sudah berjalan keluar.
*Skip Mobil
Kedua insan ini saling terdiam di dalam mobil bermerek 'lexsus' ini. Rafi yang pokus menyetir dan Syila yang Sibuk menatap jalanan.
Beberapa menit kemudian gadis ini menoleh, ia menatap Rafi yang pokus menyetir.
"Kaka temenan sama ka Riri, udah berapa lama?" Tanya nya yang membuat Rafi menoleh sekilas.
"Kenapa emang?"
"Ngga... cuman nanya aja!" Jawab Syila yang kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah jendela dan Rafi yang kembali pokus ke setir nya.
"Di lihat, kaka sama ka Riri cocok ya!" ucap Syila tanpa mengubah posisinya.
Rafi menoleh sekilas menatap gadis itu heran.
"Maksud lo apa?"
Syila menatap Rafi dan kemudian menggeleng.
"Ngga ada."
*****
"Duduk!" ucap Rafi kepada Syila.
Saat mereka sudah sampai di rumah besar dan megah ini.
Syila terduduk dan kemudian mengedarkan pandangannya. senyuman nya terukir saat melihat wanita paruh baya yang menghampiri nya. dan langsung saja ia pun berdiri dan menyalimi tangan wanita paruh baya itu, yang tak lain adalah Lia.
"Duduk sayang."
"Iya... makasih tan." Ucap Syila yang kemudian duduk kembali dan di ikuti Lia, di sampingnya.
Sedangkan Rafi, pria itu entah kemana.
"Oyah sayang tante boleh nanya ngga?"
Syila tersenyum dan kemudian mengangguk.
"Silahkan tan."
"Kata Rafi, kamu mutusin dia ya?"
'DEG...'
"Ada masalah apa? ko sampe main putus putusan gitu?" Tanya Lia kembali.
dan hanya di balas gelengan oleh Syila.
"Ngga ada apa apa ko tan." Ucap nya dengan senyum tipis.
"Jangan bohong sayang... tante tau kamu pasti nyembunyiin sesuatu kan? jujur sama tante... siapa tau tante bisa bantu." Ucap Lia dengan membelai rambut samping gadis itu.
Syila hanya terdiam.
ia menatap Lia dengan mata yang kini mulai berkaca kaca. dan dalam sekejap tubuhnya pun ambruk di pelukan wanita paruh baya itu.
Lia mengelus Rambut Syila dengan sayang saat isakan kecil itu mulai terdengar.
"Kenapa?"
"Syila cape tan."
Lia nemejamkan matanya. ia mengerti apa makdud dari jawaban gadis itu.
"Maapin tante ya."
Tangan Lia tak henti hentinya mengelus rambut panjang gadis itu. baginya Syila adalah anak nya. hatinya sakit mendengar tangisan menyedihkan dari bibir gadis manis injeksi.
"Apa kamu masih mau bertahan sama Rafi?" Tanya Lia,.
yang membuat Syila menghentikan tangisannya dan kemudian mendongak menatap Lia.
.
Syila menatap Lia ragu dan kemudian menggeleng lemah. membuat wanita paruh baya itu menghela napas pelan.
"Apa ga ada kesempatan lagi buat Rafi?"
Syila mengalihkan pandangan nya ke depan dan kemudian menghapus air matanya kasar.
"Ngga ada."
'DEG.'
hati Lia mencelos. rasanya sesak sekali. entah apa yang akan di rasakan putra nya nanti.
__ADS_1
Syila kembali menoleh ke arah Lia. ia menatap mamah dari pria yang sangat ia sayangi itu dengan rasa bersalah.
"maaapin Syila tan. Syila ga bisa ngewujud in keinginan tante. Syila udah berusaha sabar, tapi kesabaran syila juga ada batas nya. Sikap Syila sama ka Rafi yang jauh banget yang ga mungkin buat kita nyatu."
"Tapi sayang, sikap kan bisa berubah pada waktunya... tante yakin sikap Rafi pasti berubah." Ucap Lia dengan menatap manik mata Syila.
"Tapi di sini ada yang beda tan! ka Rafi ga suka sama Syila! dia ga cinta sama Syila tan! bagi ka Rafi, Syila cuman cewe yang ga berguna yang selalu ngerepotin dia."
"Syila cape tan... Syila cape berjuang sendirian. hati Syila sakit saat dapat perlakuan kaya gitu dari ka Rafi. ka Rafi yang selalu cuekin Syila, acuhin Syila, ga pernah ngehargain apa yang Syila lakuin. itu bener bener buat hati Syila sakit tan!" Sambung Syila dengan air mata yang terus mengalir.
Lia...
wanita itu hanya mendengarkan gadis ini. tidak terasa, air mata pun ikut mengaalir. kenapa gadis secantik ini mendapat perlakun seperti itu?
jujur ia kecewa dengan putra nya itu.
"maap ya, gara gara tante kamu jadi kaya gini. harusnya, waktu itu tante ga minta kedua orang tua kamu buat ngejodohin kamu sama Rafi. tante pikir dengan kehadiran kamu, Sikap Rafi akan berubah. namun ternyata tante salah, dan di sini malah kamu yang menderita."
Syila mengusap air mata Lia. ia tersenyum tipis menatap wanita paruh baya itu.
"Ini bukan salah tante. ini udah takdir nya tan. mungkin Syila sama ka Rafi emang ga jodoh. jadi jangan salahin diri tante sendiri."
Lia mengangguk dan membalas senyuman Syila dan kemudian beralih memeluk gadis itu.
"Makasih sayang... udah mau bertahan sama Rafi sejauh ini. dan maap pin semua kesalahan Rafi ya."
"Secepat nya akan tante omongin sama papah nya Rafi, kalau perjodohan kalian di batalkan." Ucap Lia dengan nada lirih di kalimat terakhir.
jujur, ia menyayangkan keputusan Syila. ia tidak rela melepaskan Syila. dan suatu saat harus menjadi milik pria lain selain putra nya.
namun apalah daya nya, ia tidak ingin memaksakan gadis ini agar terus bersama putra nya.
Syila juga berhak bahagia, walaupun bukan dengan putra nya.
Sedangkan Syila...
gadis ini hanya terdiam di pelukan Lia. hatinya masih ragu,
apakah ia siap melepaskan Rafi?
dan merelakan pria itu dengan wanita lain?
namun inilah akhir dari ceritanya. perpisahan lebih baik dari pada ia semakin terjebak dalam situasi seperti ini.
Ia tidak ingin memperjuangkan pria yang entah hati nya buat Siapa.
Ia tidak ingin mencintai pria yang tidak mencintai nya.
Ia tidak ingin terus bersama pria yang tak pernah mengharagai perjuangan nya.
pengorbanan nya, Ada saat nya ia merasa lelah.
dan sepertinya inilah akhir dari kesabaran nya.
Intinya ia MENYERAH...
'PRANG...'
Suara keras yang memekikan telinga itu, membuat Lia dan Syila kaget. mereka mengalihkan pandangannya ke asal suara. mata keduanya membulat dengan sempurna saat mendapati pria tampan dengan wajah merah padam nya di ujung tangga. dengan serpihan serpihan guci mahal yang berserakan di lantai.
"Ka Rafi...." Lirih Syila pelan.
"RAFI!" teriak Lia saat putra nya itu membalikan badan nya dan kembali menaiki tangga. terlihat raut marah dan kecewa di wajah putra nya itu.
Lia beralih menatap Syila yang kini menunduk. tubuh gadis itu bergetar. ia yakin gadis ini akan kembali menangis. Lia mengangkat tangan nya dan menyentuh pundak Syila yang membuat gadis itu mendongak
"terakhir kali ini tante mohon... tolong tetep bertahan, demi tante!" Ucap nya yang kini beralih menggenggam tangan gadis itu.
Syila menunduk. ia menatap genggaman tangan Lia dan kemudian mendongak.
"maap tan Syila ga bisa." ucap nya yang kemudian melepaskan genggaman tangan Lia dengan halus, membuat wanita itu hanya menghela napas kecewa.
Jadi ini akhir nya, kisah cinta gadis ini dan putra nya berakhir.
Lia menatap Syila dan kemudian tersenyum tipis.
"kalau gitu nanti malam, tante sama om mau ketemu kedua orang tua kamu!"
"Iya tan, makasih...." ucap Syila.
dan kemudian bangkit dari duduknya.
"Syila pamit pergi tan, Asalamualaikum." Sambung nya dan kemudian melangkah pergi seusai mengecup tangan Lia.
Lia berbalik, menatap kepergian gadis itu dengan sendu. ia mengusap air matanya dan kemudian kembali berbalik dan melangkahkan kakinya menaiki tangga. ia akan menemui anak tunggal nya itu.
*************************************************
babayyyyy.....
__ADS_1
Like krisan nya kakak readersππ
ππ€ππ