
'Brakkh'
Gebrakan meja yang keras membuat semua penghuni kelas 12 ipa_1 terlonjak kaget. namun tidak bagi pria tampan yang duduk di meja tersebut.
"Maksud kamu apa Fi?" Tanya seorang gadis dengan melempar kasar kertas di meja pria itu.
Pria itu yang tadinya tengah memainkan hp nya pun mendongak menatap gadis cantik dengan rambut sebahu ini.
"Tanpa gue jawab, lo pasti udah tau!"
Gadis ini, Karin menatap tak percaya pria di hadapannya yang tak lain Rafi.
"kamu nyuruh kepsek nge DO aku?"
"Ya!"
"Salah aku apa fi?"
"Banyak!"
Ucap Rafi datar dan kemudian berlalu pergi dari hadapan gadis itu dan semua siswa yang menonton perdebatan tersebut.
"Ah... sialan!" ucap Karin prustasi.
"Apa kalian lihat lihat?" ketus Karin kepada semua siswa yang menatapnya.
"Kasihan banget sih lo, Karin. baru kemarin sekolah sekarang udah di DO!"
"Makanya jadi cewe itu jangan sok kecakepan!"
"Kalau mau ngebuly orang itu pikir dulu pake otak. siapa yang lo bully!"
"Tau nih... udah tau ni sekolah ada CCTV!"
"Bagus deh lo di DO, jadi ga ada pembuat onar di sekolahan ini!"
"Duh terima nasib aja Rin!"
"Yang sabar ya Rin!"
"Ahhhhhhh bacot lu semua!" ucap karin prustasi
dan kemudian pergi meninggalkan mereka yang mungkin menggosip kan nya.
*****
Segerombolan pria tampan ini tengah berkumpul di markas mereka. terlihat sekitar 20 orang an. mulai dari kelas 12 dan 11. dan itu adalah siswa siswa yang masuk geng Rafi.
__ADS_1
"Gue denger lo nge DO Karin ya, Fi?" Tanya salah satu dari mereka yaitu Diat, yang membuat semua teman teman nya teralihkan.
"Hmm."
"Gila lo! si Karin baru kemaren sekolah, masa iya langsung di DO!" ucap Kenath heboh.
"Ya iyalah... siapa suruh si Karin ngebully si Syila, yang notabennya doi nya si Rafi?" kali ini Putra yang menjawab.
"Setuju dah gue kalau si karin di DO. sok berkuasa banget tu cewek!" ucap Masfar.
"Duh, babang Rafi... sosweet banget sih!" ucap Alvin dengan nada lebay.
"Sosweet apaan, pea?" Tanya Putra.
"Ya sosweet lah! dia ngebelain doi nya sampe segitunya!"
"Ya juga ya?"
"Cie cie kayanya sayang banget sama Syila!"
"Uwu uwu jadi pen punya pacar ke bos Rafi!"
"Najis anjay homo lu!"
"Sembarangan! gue masih waras kali!"
"Lah tadi?"
"Kirain."
"Anjirr... bacot lu semua!"
Itulah sekiranya ocehan ocehan unpaedah teman teman goblok nya. sedangkan Rafi, pria ini hanya diam dengan wajah datarnya. ya, selalu dan selalu datar. lama lama sulit ngebedain mana Rafi mana tembok.
*******************************************
"Duh masuk ga ya?"
"Ih pulang aja deh!"
"Tapi nanti mamah marah lagi...."
"Masuk gak ya?"
"Masuk aja deh!"
Itulah sekiranya ucapan gadis cantik ini saat dirinya telah sampai di depan pintu besar rumah Rafi.
__ADS_1
Sejujurnya, ia sudah 2 hari tidak bertemu Rafi lantaran ia memang sudah 2 hari tidak masuk sekolah. dan sekarang dengan terpaksa ia harus datang ke rumah ini karena mamahnya yang baru datang dari amerika dan menyuruhnya memberikan sebuah barang yang ia pun tidak tau kepada mamah nya Rafi. namun gadis ini bisa sedikit tenang. karena ia yakin Rafi tidak ada di rumah, karena waktu masih menunjukan pukul 12:00 sedangkan sekolah di bubarkan pukul 01:00.
Syila menghembuskan napas nya pelan sebelum menekan bel rumah yang terlihat sangat mewah ini bahkan lebih mewah dari rumahnya.
Beberapa menit kemudian setelah menekan bel, terbelalak pintu dan terlihat si bibi yang membukanya.
"Di non Syila!*
"Iya bi!"
"Yaudah silahkan masuk non!" ucap si bibi sembari mempersilahkan Syila masuk.
"Terimakasih, bi."
Syila gadis ini duduk di sopa ruang tamu, ia mengedarkan pandangannya, terlihat sangat sepi.
"Tante Lia sama om wijaya kemana bi?"
"Nyonya Lia lagi pergi keluar non kalau tuan belum pulang dari luar negri!"
"Oh gitu ya..."
"Iya non."
"Yaudah kalau gitu Syila nitip ini ya, buat tante Lia. bilangin dari mamah." ucap Syila dengan memberikan sebuah paperbag berwarna coklat.
"Oh iya non nanti di bilang in!"
Syila gadis ini hanya tersenyum menanggapinya. dan kemudian ia pun akan berniat pamit pulang namun tiba-tiba perut nya mules.
"Em.. bi, Syila boleh numpang kamar mandi ngga?"
"Oh... boleh non. tapi di lantai atas ya, non. soalnya yang di bawah rusak!"
"Oh... yaudah kalau gitu Syila ke atas dulu ya, nitip tas sama handpone!" ucap Syila sembari menunjuk tas selempang dan hp nya yang tergeletak di meja
"Iya non!"
Dan setelah itu pun gadis cantik itu pun segera pergi menuju lantai atas
"Ah.. lega!" ucap Syila saat telah keluar dari kamar mandi,
Ia berjalan dan akan menuruni tangga, namun langkahnya terhenti saat matanya tak sengaja melihat seorang pria tampan yg baru masuk dari pintu utama,
"Duh kok ka Rafi udah pulang sih? duh... gimana nih?" ucap Syila panik.
pasalnya ia malu jika harus bertemu dengan pria itu. dan dengan cepat gadis ini membalikan badannya dan segera pergi. entah gadis ini pergi kemana...
__ADS_1
"Mampus! ngapain aku masuk sini coba? aduh... oon banget sih!" ucap gadis ini semakin panik saat ia tidak sadar kalau
*******************************************