
pesawat yang di tumpangi oleh Rafa fan Raka baru saja mendarat di bandara internasional Kingsford Smith Sydney dengan selamat setelah menempuh perjalanan selama 14 jam lama nya.
Kedua pria tampan ini keluar dari bandara dengan kacamata hitam yang membuat mereka terlihat semakin tampan. sepanjang perjalanan, Hanya tatapan dingin dan wajah datar yang mereka perlihatkan.
namun tak sedikit gadis yang terpesona dengan ketampanan mereka. dengan sebelah tangan di masukkan ke saku celana dan sebelah nya lagi menarik koper masing masing, membuat mereka tampak sangat mengagumkan.
Rafa melepas kan kacamata hitam nya dan mengamati lingkungan sekitar bandara seperti sedang mencari seorang. hingga tepukan di pundak nya membuat ia mengalihkan pandangan ke arah belakang.
"Lo cari gue?" ucap seorang pria yang di ketahui bernama Bryan.
"Hmm!" jawab Rafa hanya dengan deheman.
"Bagaimana kalau kita langsung mencari apartemen untuk lo berdua?"
"Serah lo!"
"Mobil gue di sana! Ayo!" ucap Bryan kemudian berjalan mendahului Rafa
"Bang, temen lo?" Tanya Raka
"Dia Bryan. teman gue saat gue lanjutin SMA di Ausy!"
"gilak lo, bang! masih berteman dengan teman SMA lo?" kagum Raka
"Karena gue bukan lo!"
******
"Lo kenal Zahra?"
saat ini mereka tengah berada di restoran tak jauh dari bandara.
"Putri Azzahra gadis cantik Fakultas Ekonomi di University of Sidney?" jelas Bryan
"hmm... lo kenal?" jawab Rafa
saat ini ke 3 pria tampan ini tengah menikmati makanan mereka di sebuah reatoran mewah yang ada di kota tersebut.
"kenal... dia aalah satu gadis primadona di Universitas Sidney. Banyak cowok yang incar gadis itu, Sifat nya yang ramah buat dia jadi bayak incaran cowok di kampus. entah senior atau junior semua idola sama dia!" Jelas Bryan membuat hati Rafa memanas.
sedangkan Raka, ia berusaha memberi kode pada Bryan agar tidak bicara sembarangan. namun Bryan tak memperhatikan.
"Antar gue temui Zahra sekarang!" ucap Rafa dingin kemudian langsung pergi meninggalkan Raka Dan Bryan.
"Kenapa Rafa?" Tanya Bryan tak mengerti.
__ADS_1
"Zahra yang lo ceritain tadi, adalah kekasih Rafa selama 3 tahun ini!" jelas Raka menatap Bryan tajam.
"Kekasih Rafa? Rak bahaya.... tadi sebelum gue jemput kalian, gue dengar senior gue buat rencana agar bisa dapatin Zahra. Kita harus ke kampus sekarang!" Ucap Bryan kemudian langsung beranjak dari tempat nya kemudian berjalan cepat menuju mobil nya.
"Ooy makanan nya siapa yang bayar?" teriak Raka
"Lo bayar cepat gue ambil mobil di parkiran!" nalas Bryan.
*****
"Kita sampai! Saat ini pasti sedang jam makan siang. dan Zahra pasti ada di kantin!" jelas Bryan.
"Kalau terjadi apa apa dengan Zahra gue, Gue bakal buat perhitungan dengan Erwin yang lo sebut itu!" Ancam Rafa dengan tatapan elang nya membuat Bryan bergidik.
ke tiga pria tampan ini berjalan menyusuri koridor kampus dengan langkah cepat. setelah sampai di kantin, Bryan dan Rafa mengedarkan pandangan mereka mencari Zahra.
namun sosok Zahra tak terlihat. hanya sahabat nya, Sisy yang tengah menikmati Jus Alvukad nya sendiri. dengan cepat, Bryan langsung menghampiri nya.
"Sy... mana Zahra?" tanya Bryan to the point.
"Eeh Bryan... Zahra belum lama ini izin sama gue mau ke toilet!" jelas Sisy yang tampak terkejut.
"apa yang Zahra makan atau minum sebelum dia pergi?" tanya Rafa dengan nada dingin nya.
"Zahra gak makan apa pun hari ini. Tapi tadi, Senior Erwin anterin dia jus jeruk. setelah Zahra meminum nya, Ia langsung izin gue mau ke toilet!"
"Senior Erwin?"
"Makasih Sy!" ucap Bryan sebelum Akhir nya menyusul Rafa yang lebih dulu pergi.
*******
"Ra...."
"Zahra!"
"Zahra?"
"lo di dalam?"
"Zahra please jawab... Ni gue, Rafa!"
"Zahra!"
Rafa dengan emosi yang memuncak dan kekhawatiran yang berlebih, kini telah mencari Zahra di semua bilik dalam toilet tersebut.
__ADS_1
"Zahra gak ada bang?" Tanya Raka yang menunggu di depan toilet
"Nihil!"
"Di kampus ini, Erwin ada ruangan khusus buat dia dengan genk nya. karena dia putra orang berpengaruh di kampus!" jelas Bryan.
"tunjukin gue, Cepat!" teriak Rafa membuat Bryan langsung berjalan cepat di ikuti oleh Rafa.
*****
'Braaakh'
"Zahra!" dengan sekuat tenaga, Rafa menendang pintu berwarna bronze itu.
ia memandang Zahra yang kini telah berantakan. hanya tersisa pakaian dalam saja yang ia kenakan.
"Raf... Ahh... Panas!"
"Raka, Bryan, lo berdua urus mereka, gue urus Zahra." ucap Rafa kemudian langsung pergi meninggalkan mereka semua dengan Zahra berada dalam gendongan nya.
"Rafahh... Zahra panas!" keluh Zahra Lagi.
"Tunggu sebentar lagi, Sayang!"
*******
...Hai kakak readers......
...masih setia sama RaZah?...
...Masih dongπ ...
...Zahra kenapa yaa kakak readers?...
...Ada yang tau?...
...Erwin siapa yaak?...
...yang sudah baca KETOS DINGIN VS GADIS MANJA kemungkinan bisa menebakπ π ...
...ok.....
...NEXT OR STOPπ...
...ππππ...
__ADS_1