Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
part 26


__ADS_3

Dua pintu mobil mewah ini di buka secara bersamaan. terlihatlah 2 pasang kaki yang keluar dari mobil tersebut.


Rafi dan Syila.


sepasang kekasih ini berjalan dengan bersamaan melewati parkiran yang ramai akan siswa siswa SMA PELITA.


"NJIRRR ITU COWO GANTENG BANGET!"


"BENING NYA!"


"AHIRNYA ADA JUGA BERLIAN MASUK KE SEKOLAH KITA!"


"KAYA NYA ITU JODOH GUE DEH."


"CK... ALAY!"


"TAU NIH... KAYAK GA PERNAH LIAT COGAN AJA!"


"CANTIK AN JUGA CEWE YANG DI SEBELAHNYA."


"IYA, MANIS KE GULA!"


"FIKS KALIAN SEMUA LEBAY!"


Itulah sekiranya ocehan ocehan siswa di area parkiran saat Syila dan Rafi berjalan melewati mereka, dan di ikuti juga para teman teman nya di belakang.


*****


"SEMANGAT!"


"SMA PELITA SMA KEBANGGAN BANDUNG... KAMI YAKIN SMA KAMI PASTI MENANG!"


"GO GO GO SMA PELITA!"


"SMA PELITA MAJU TERUS!"


"SMA HIGHSCHOOL, PROK PROK PROK... PROK PROK PROK...."


"SMA HIGHSCHOOL SEMANGAT!"


"SMA HIGHSCHOOL DI DADA KU... SMA HIGH SCHOOL KEBANGGAN KU.... KU YAKIN HARI INI PASTI MENANG!"


"SEMANGAT!"


"PELITA PELITA PELITA!"


"HIGHSCHOOL, HIGHSCHOOL!"


Syila...


gadis cantik ini memutar bola matanya malas. sungguh teriakan teriakan para suporter SMA nya dan SMA bandung begitu terdengar sangat semangat, namun membuat telinganya terasa ingin pecah.


Gadis ini menatap ke lurus depan. pertandingan basket sudah di mulai sekitar 10 menit yang lalu. terlihat para pria tampan yg mengenakan seragam basket berbeda warna.


SYila...


gadis ini menatap pokus ke salah satu orang saja. ya, gadis ini menatap kekasih nya. terlihat Rafi lah yang paling mencolok dari para pemain basket yang lain.

__ADS_1


ya, tentu saja karna kulit putih milik pria itu yang berbeda dari teman teman dan lawan nya yg memiliki kulit sawo matang. kadang Syila juga iri kepada Rafi, kenapa pria itu memiliki kulit yang putih dan bersih seperti itu. padahal setiap harinya pria itu selalu terjemur di terik panas nya matahari. entah itu di hukum karena telat atau sekedar bermain basket.


Sungguh kulit Rafi itu menyaingi kulitnya. walaupun segi fisik kulitnya lebih putih. karena ia seorang wanita, jadi wajar wajar saja. lah kalau Rafi...?


"Ganjen!" cibir Syila dalam hati saat para siswi perempuan SMA PELITA memuji muji kekasihnya dan kadang bersorak tidak jelas saat Rafi berhasil memasukan bola ke arah ring lawan.


Padahal kan itu ring sekolah nya sendiri yang di bobol. dan kenapa mereka malah pada seneng?


Dasar....


ingin sekali syila nyakar para wajah gadis itu. ga tau apa ya kalau mereka muji muji Rafi sedangkan ada dirinya atau lebih tepatnya pacar Rafi yang sedang duduk di samping mereka.


*****


Beberapa menit kemudian.....


Syila...


gadis cantik ini duduk di bangku paling samping di lapangan basket tersebut. tatapan nya sangat pokus ke iphone nya. sedangkan para teman teman nya berjalan menghampiri para anak basket yang kini mulai beristirahat di ujung sana. dan entahalh ia sangat malas untuk berjalan ke sana.


'bruk'


Syila menoleh kan kepalanya ke arah samping saat di rasa ada seseorang yang duduk di samping nya. dan terlihat lah pria tampan dengan wajah yang bercucuran keringat.


"Jangan di elap pake baju!" ucap Syila yang membuat pria ini, Rafi menoleh ke arahnya.


"Baju basket yang kaka pake pake itu bahan nya kasar. nanti kulit kaka merah merah!" peringat gadis ini saat Rafi malah mengelap keringat nya dengan bagian lengan baju nya.


Syila gadis ini meletakan iphone nya di samping tubuhnya dan kemudian tangannya pun merogoh saku rok nya dan mengeluarkan selembar tisu.


ya, gadis ini memang selalu membawa beberapa lembar tisu di saku rok atau bajunya, jika ia tidak membawa tas.


Rafi terdiam saat gadis itu mulai mengelapi keringat di wajah nya. mata tajam pria ini terkunci, menatap wajah kekasih nya. memang tidak bisa di pungkiri, ia akui wajah kekasih nya ini sangat lah cantik. jjadi,tidak heran mengapa banyak laki laki yang selalu mengicar kekasihnya ini.


"Kenapa ngeliatin aku kaya gitu?" Tanya Syila dengan mata yg menatap Rafi sekilas.


karena tangan nya tengah sibuk mengelapi keringat pria ini hingga ke daerah leher pria itu.


Rafi membuang muka nya asal saat mendengar pertanyaan gadis itu, dan membiarkan gadis itu yg mengelap keringat nya. seketika mata elang milik Rafi menatap tajam ke ujung sebrang lapangan basket. yang terlihat para pemain basket SMA PELITA yang menatap ke arah nya.


oh, ralat...


lebih tepat nya ke arah kekasihnya.


Ck...


secantik apa sih kekasihnya di mata mereka sehingga mereka menatap gadisnya tanpa berkedip. ya apalagi gadisnya ini memakai rok hitam di atas lutut yang di padukan kaos berlengan pendek berwarna merah berlambang osis milik sekolah nya. terlihat cantik dan peminim memang. tapi, tetap saja ia tidak suka jika mereka menatap gadis miliknya seperti itu.


ooh... Rafi cembukur ternyata. Eh cemburu maksudnyaπŸ˜…πŸ˜…


"Udah!" ucap Syila yang membuat tatapan Rafi teralihkan. pria itu menatap kekasihnya dengan datar namun malah di balas senyuman manis oleh gadis itu.


"Kaka haus ga?"


"Hmm...." dehem Rafi tanpa menoleh karena ia kini mulai sibuk dengan iphone milik kekasih nya itu.


"Yaudah kalau gitu aku beli minum dulu!"

__ADS_1


"Ya!"


"Jagain hp aku jangan sampe ilang!"


"Iya dasar bawel... sono!"


"Iya... iya!" ucap gadis ini yang kemudian melangkah pergi menuju kantin SMA PELITA.


*****


10 menit kemudian


"Ck... mana sih ni cewe lama banget. timbang beli minum doang!" decak Rafi kesal saat gadis itu, Syila, tidak kunjung kembali.


"Dasar ga berguna!" gumam nya pelan.


dan kemudian melangkah kan kaki nya menuju ke arah lapangan basket. karena, pertandingan akan kembali di mulai. sebelum nya ia kan menitip kan hp kekasihnya ini kepada salah satu sahabat gadis itu


*****


'BRAKK'


sebuah pintu yang di buka dengan kasar membuat semua penghuni UKS terlonjak kaget.


"Ga usah pegang pegang tangan cewe gue!" Ucap pria ini dingin saat sudah sampai di depan ranjang UKS yang di tempati gadis cantik yang tengah terbaring dengan mata terpejam. dan terlihat seorang pria yang duduk di samping ranjang dengan tangan yang memegang tangan kekasihnya.


Pria yg tengah terduduk itu dengan nametag 'RENDI SAPUTRA' menoleh ke arah pria dengan wajah datar itu. ia melepaskan genggaman tangan nya dan berdiri menatap pria itu.


"Jadi dia cewe lo?" Tanya Rendi


"Ya!"


"Gue kasih tau sama lo ya, kalau punya cewe itu di jagain, di perhati in. lah ini cewe lo pingsan aja, lo kaga tau!" ucap rendi dengan nada santai.


"Gue ga butuh saran lo!" balas Rafi dingin,


"Ya... itu sih terserah lo! sayang aja gitu. cewe secantik dia malah di telantarin!"


"Kalau lo ga sanggup jagain cewe lo, mending ni cewe kasih ke gue, gimana?" Tanya Rendi yang masih dengan nada santai.


"Cih... jangan ngimpi!" decih Rafi dengan senyum miring nya.


"Ga usah belagu... kalau gue mau bisa kelar hidup lu!"


"Dan gue juga ga butuh bacotan lo! pergi dari hadapan gue sekarang, atau gue suruh semua anak buah gue buat ngehajar muka lo yang so ganteng itu?"


"Gue ga takut!" ucap rendi menantang


"Oh ya?" Tanya Rafi dengan senyum miring nya.


"Kalau gitu, selamat ngerasain!" ucap Rafi yang membuat Rendi terheran.


"Guys bawa dia!" ucap Rafi yang membuat Rendi membulatkan matanya saat tiba tiba ada segerombolan siswa SMA HIGHSCHOOL yang iya yakini adalah geng nya Rafi.


"Mau di apa in nih bos?" Tanya salah satu dari orang dari geng Rafi.


"Terserah.... intinya bawa dia pergi!"

__ADS_1


*******************************************


__ADS_2