
Seorang pria tampan ini berjalan memasuki rumah nya dengan tergesa gesa. ia menatap ketua pelayan di rumah nya dengan panik.
"Dea.... gue kan udah nyuruh Lo buat jagain Syila! Lo kerja ga sih?" tanya Rafi dengan nada emosi.
"Maaf tuan!" ucap Dea dengan menunduk.
Rafi menghela napas kasar.
"Syila udah makan?"
Dea menggeleng....
"Saya sudah berusaha untuk ngebujuk non Syila tuan. tapi non Syila ga mau dan non Syila malah makan mangga muda."
Rafi membulatkan matanya kaget.
"Mangga muda? Siapa yang ngasih?"
"Non Syila yang minta sendiri tuan."
"Terus kenapa Lo ga ngasih tau gue?" gertak Rafi yang membuat para pelayan di sana menunduk takut.
"Maaf tuan...." ucap Dea.
Rafi berdecak kesal dan kemudian menatap para pelayan nya satu persatu, dan setelah nya pria tampan itu pun menaiki tangga dengan cepat. padahal rumah nya sudah di sediakan lift.
'Brakkkk'
Rafi membuka pintu kamar nya dengan keras membuat gadis yang tengah terduduk di sofa kamar nya terkejut.
"Sayang."
"Rafi!"
'Greep'
Langsung saja Rafi memeluk istri nya itu di lanjut dengan kecupan kecupan di puncuk kepala gadis cantik itu. Rafi melepas pelukan nya dan menatap Syila dengan khawatir.
"Kamu ngga papa kan sayang?"
Syila tersenyum kecil dan menyentuh pipi Rafi.
"Ngga papa ko Raf... emang kenapa sih?"
Rafi menghela napas lega dan kemudian menggenggam tangan Syila yang berada di pipinya. Rafi mencium punggung tangan Syila cukup lama lalu menatap Syila dengan sayang.
"Kata Dea kamu muntah muntah terus di tambah kepala kamu pusing. kamu juga katanya hampir pingsan. bener?"
Syila tersenyum dan kemudian mengangguk kecil.
Rafi menghela napas kasar dan menatap Syila datar.
"Kamu juga kenapa belum makan? dan malah makan mangga muda? Jelasin sama aku!"
Syila tersenyum kikuk dengan tangan yang menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Mba Dea bilang sama kamu ya?"
Rafi lagi lagi menghembuskan napas nya kasar lalu mengelus rambut samping Syila dengan lembut.
"Kamu harus makan sayang.. .aku ga mau kamu sakit. apa lagi makan begituan tapi belum makan nasi."
Syila tersenyum manis dan kemudian mencubit pipi Rafi yang entah sejak kapan sekarang terlihat cuby.
"Gemesss."
"Shhh... sakit sayang." ringis Rafi dengan melepas cubitan Syila di pipinya.
"Muka kamu lucu. jadi gemes aku nya."
"Ga usah ngalihin pembicaraan deh." ucap Rafi dengan menatap Syila datar.
Syila tersenyum kecil dan kemudian menatap Rafi lucu.
"Janji ga ngelakuin lagi."
"Kalau di ingkarin?"
"Ya aku janji lagi... hehehe."
"Tapi kamu harus dapat hukuman."
Syila mengerenyitkan keningnya heran.
__ADS_1
"hukuman apa?"
"Full day di atas ranjang sama aku, gimana?" tanya Rafi dengan tatapan nakal nya.
"Ko hukuman nya gitu sih?"
"Ya emang kamu mau nya kaya gimana?"
"Yang ringan ringan aja."
"Emang itu berat? cuman nemenin aku seharian di kasur sambil bikin dede bayi. Itu aja ko!"
"Ye... itu sih mau nya kamu."
****
"Kenapa belum tidur? ini udah malam sayang." ucap Rafi saat ia keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya yang masih setia duduk di sofa dengan memainkan ponselnya.
Syila mengalihkan Pandangan nya dan menatap ke arah Rafi yang kini memakai kaos putih polos di padukan celana hitam selutut andalan nya.
"Sini dulu deh!"
Rafi menghampiri Syila dan duduk di sebelah gadis itu.
"Kenapa?"
"Kita udah nikah hampir dua bulan loh Raf... kamu ga mau ngajak aku honeymoon gitu?"
"Kamu mau honeymoon?"
Syila mengangguk dengan antusias.
"Mau kemana?"
"Korea."
Rafi menubah raut wajah nya dan menatap Syila datar.
"Kenapa harus Korea?"
"Aku mau ngunjungin agensi agensi K-Pop terkenal di sana."
"Jangan bilang, kalau kamu mau ketemu bias bias kamu itu?"
"Nggak."
"Lah kenapa?" tanya Syila dengan bibir mengerucut.
"Itu bukan Honeymoon tapi liburan namanya. dan lebih tepat nya kamu doang!"
"Ya sama aja... honeymoon sama liburan kan ga jauh beda. Tapi kita ke Korea kan?"
"Nggak lah."
"Kenapa lagi sih?"
"Kalau kamu mau honeymoon atau liburan, kita bisa ke Paris, London, Jepang atau negara negara yang romatis. jangan ke Korea."
"Tapi aku mau nya ke Korea."
"Ya aku nya nggak mau."
"Yaudah kalau gitu kita honeymoon nya sendiri sendiri aja." ucap Syila ketus dan kemudian bangkit dari duduk nya.
namun tangan Rafi menahan tangan gadis itu hingga kini kembali terduduk.
"Bisa ga sih ga usah pake acara mau ngambek segala?"
"Siapa yang mau ngambek? ngga tuh!"
"Siapa lagi kalau bukan kamu? kamu kan ngambekan orang nya."
Syila terdiam dan kemudian membuang pandangan nya dengan kesal.
"Tuh kan ngambek?"
Syila diam.....
"Ngambek beneran deh!"
Syila diam.....
"Sayang."
__ADS_1
Syila tetap diam.....
"Sayang, iihhhhhhh...."
Syila tetap diam....
Rafi menghembuskan napas nya kasar dan kemudian mengelus rambut Syila.
"Okey... kita ke korea."
Syila spontan menoleh ke arah Rafi dan menatap pria itu dengan mata berbinar.
"Seriusan?"
"Iya sayang."
Syila tersenyum dan kemudian memeluk Rafi.
"Makasih Rafi."
"Iya sama sama." ucap Rafi dengan membalas pelukan Syila.
Rafi merenggangkan pelukan nya dan mengelus pipi istrinya dengan lembut.
"Btw... aku belum dapat kiss dari kamu loh."
"Masa?"
Rafi mengangguk.
"Emang tadi pagi nggak ya?"
"Ng,ga! kan kamu pagi pagi udah kebawah terus malah muntah muntah. jadi gak jadi deh."
Syila terkekeh dan kemudian menepuk nepuk pelan pipi Rafi.
"maaf ya?"
"Ngga papa kok.... tapi sekarang boleh kan?" ucap Rafi dengan tangan yang menyentuh sudut bibir istri nya itu.
Syila tersenyum malu dan kemudian mengangguk pelan dan dalam sekejap bibir mereka pun sudah menyatu.
"Huek.... "
"Sayang.... "
Rafi bangkit dari duduk nya dengan cepat saat istrinya itu menghentikan permainan mereka dan langsung bergegas ke kamar mandi.
"Muntah lagi?" tanya Rafi saat melihat istri nya itu yang kini memuntahkan cairan bening itu di wastafel.
Syila mengangguk pelan dengan kedua tangan yang menumpu di pinggiran wastafel. terlihat wajah gadis itu yang terlihat pucat. Rafi menghampiri Syila dan kemudian memeluk bahu nya.
"Besok kita ke dokter ya?"
"Ga us.... "
"Aku ga nerima penolakan sayang."
*****
Syila berjalan menghampiri Rafi dan duduk di sebelah pria itu di susul seorang dokter cantik yang duduk di hadapan mereka namun terhalang meja.
"Syila gak papa kan, Nad?"
Nad atau Nadia...
dokter cantik sekaligus sahabat Rafi. Nadia adalah dokter kepercayaan Rafi yang bekerja di rumah sakit milik nya.
"Ko Lo senyum senyum siih?"
...****************...
Oooh ada apa dengan Syila....
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
__ADS_1