
"Aunty Alin, kata bunda mau lahiran ya?"
"Iya dong, aunty,,, mau punya baby."
"Baby nya cowo apa cewe?
"Pas di USG sih kata dokter cowo."
"Wah pasti nanti Gans kaya Raka."
"No no, pasti Gans nya kaya Rafa dong." Rafa yang tengah anteng bermain dengan bubu pun mengalihkan pandangan nya ke layar tablet.
"Halah kalian kan kembar, sama aja."
"Tapi gans kan aunty?"
"Iyain deh biar cepet, nanti pas aunty lahiran kalian pokonya harus ke Indonesia."
"Iya aunty, Rafa juga mau kesana."
"Raka juga."
"Nanti kalian kesini nya naik jet pribadi punya Dady kalian yah."
"Loh emang kenapa aunty?"
"Aunty mau ajak baby aunty jalan jalan nanti pake jet Dady kalian. Mayan gratis."
"Ye aunty mau nya yang gratisan mulu... o iya aunty nanti kalau kita udah nyampe Indonesia suruh uncle Abun jemput ya, di bandara."
"Iya aunty, pake mobil ya aunty."
"Enak aja... Dady kalian kan banyak duit pake gojek sana."
"Ya aunty."
Alin terkikik geli di sebrang sana melihat experesi kedua bocah kembar tampan itu.
Ya, mereka sedang melakukan vidio call.
"Bunda kalian kemana?"
"Ada, lagi sama Dady."
"Kasihin gih... aunty mau ngomong."
"Okey aunty."
"BUNDA ... AUNTY ALIN MAU NGOMONG SAMA BUNDA." anak lelaki tampan itu berteriak.
meninggalkan sang Kaka yang tengah sibuk dengan kucing nya dan berlari menghampiri Rafi yang tengah tertidur di paha Syila di lantai.
"Sss... aduh Raka sakit." Rafi meringis saat anak bungsunya itu dengan tiba tiba menduduki perutnya.
"Ade... jangan gitu ih! kasihan Dady nya."
Raka hanya menatap polos Dady nya dan kemudian beralih menatap Syila dan menyodorkan tablet berlogo apel setengah tergigit itu.
"Aunty Alin mau ngomong sama bunda."
Syila hanya menggelengkan kepala nya dan kemudian menerima tablet yang di sodorkan putra nya itu.
"sss... Sakit."
Raka bangkit dari perut Rafi dan menatap Dady nya itu dengan terkikik geli.
"I am sorry Dad...." ucap nya cepat dan kemudian kembali berlari menghampiri Kaka nya Rafa.
Sedangkan Rafi, pria itu hanya berdecak kesal menatap putra nya yang kini berlari menjauhi nya.
"Anak siapa sih itu."
Rafi mengangkat kepala nya dari paha Syila dan kemudian duduk di samping gadis itu yang kini tengah pokus ke layar tablet.
"Gue ga mau tau, pokonya Lo harus ke Indonesia saat gue lahiran."
"Ya aku sih mau aja, cuman ga tau Rafi? akhir akhir ini dia sibuk banget."
"Kalau gitu Lo aja sama si kembar yang kesini."
"No... no... enak aja kalau gue gak ikut otomatis Syila sama si kembar gak boleh kesana." Rafi dengan tiba tiba muncul di layar tablet membuat Alin sedikit terkaget.
"Ye, si Dugong... ngagetin aja lu!"
"Ye, dasar bumil, ngatain gue aja lu! awas nanti Baby lu kaya Dugong."
"Amit amit... enak aja lu!"
"Gue ngga mau tau, Lo harus ajak Syila sama si kembar kesini!" lanjut Alin.
"Gue sibuk...."
"Sok sibuk lu, awas aja entar kalau gue udah lahiran! Gue bakalan bawa Syila Ama si kembar buat jauh jauh dari lu."
"Kaga bakalan bisa, wleee." Rafi berucap dengan memeletkan lidah nya.
"YE, NGESELIN LO DUGONG!" Alin berteriak dengan nada kesal nya.
__ADS_1
"Alin jangan teriak teriak ih, ga baik buat Baby nya." Syila menatap Alin dengan Raut khawatir nya.
"Suami Lo ngeselin Syil, palingan si kembar suka ngeselin pasti turunan dari bapak nya."
"Ya iyalah, mereka kan anak gue."
"Tau ah malas ngomong sama Lo mah."
Syila menatap Raut wajah Alin di layar tablet yang tengah kesal, dan kemudian beralih menatap Rafi yang kini tengah memeluk pinggang nya dari samping dengan kepala yang di senderkan di lekukan leher nya. "Kamu bisa ngga? Ngga usah bikin Alin kesel, kasihan Baby nya dia tu lagi hamil."
Rafi mendongak dan mengecup tepat di bibir istri nya membuat Alin yang melihat nya berteriak.
"Ga usah teriak teriak bumil." Rafi menatap layar tablet itu tanpa mengubah posisi nya.
"Ya elo main nyosor nyosor aja, udah tau ada gue di sini."
"Sory gue ga denger lagi pake sepatu."
"Rafi ngeselin njing."
******
Rafi keluar dari pintu toilet dengan mengenakan pakaian santai nya. ia menatap istrinya yang kini tengah duduk selonjoran di atas tempat tidur dengan memainkan I-Phone nya.
Jam kini sudah menunjukan pukul 8 malam.
Rafi menghampiri Syila dan duduk di depan gadis itu yang tak mengalihkan pandangan nya sama sekali.
Rafi menyentuh paha Syila yang tidak terbalut kain itu karena istrinya itu mengenakan piyama dengan bagian celana yang pendek.
"Geli ih!" Syila berucap tanpa mengalihkan pandangan nya dari benda pipih itu.
'Pluk'
"Bisa ga sih? Tu tangan diem?" Syila spontan memukul Rafi dengan guling di sebelah nya saat tangan pria itu semakin meraba ke daerah yang.....
you now lah :)πππ
Jangan ngeres .....
Wk wkw wk
Rafi tertawa saat mendapat pukulan pelan dari istrinya nya itu. setidak nya aksi nya membuat gadis itu menatap nya.
Walupun dengan tatapan sinis.
"Galak banget sih?"
"Ya, habis nya kamu..."
Dan untung nya gadis itu tidak menolak.
"Sayang...."
"Apa?" Ketus Syila.
"Dih ketus banget."
"Bodo."
Rafi kembali mengangkat kepala nya dan menatap istrinya yang kini kembali pokus ke I-Phone nya.
Di pikiran nya sekarang pasti gadis itu tengah menarik ulur beranda Ig akun resmi idola nya atau hanya menjadi penonton instatory opa opa Korea nya itu.
Dan itu membuat Rafi tidak suka.
"CK Rafiiiiiii.... " Syila berdecak kesal saat Rafi merampas I-Phone nya.
"Entar dulu aku pengen liat... jangan jangan kamu selingkuh lagi?" Rafi menepis tangan Syila pelan yang kini berusaha mengambil iPhone nya kembali.
"Enak aja! emang nya kamu?"
Rafi hanya diam...
pria itu kini asik memainkan I-Phone istrinya membuat Syila berdecak kesal.
"Rafi sini in!"
"Fi...."
"Kamu ngegibah nih?" Rafi berucap tanpa menatap Syila.
"Siapa yang ngegibah sih? aku cuman gabung group chat sama #Army."
"Parah kamu... masa Poto aku di IG kamu cuman dikit sih? Kebanyakan Poto si kembar sama bias bias kamu itu." Protes Rafi saat ia membuka akun IG istrinya itu yang followers nya memang cukup banyak.
"Udah! sini in."
Rafi menatap Syila dan kemudian menaruh hp Syila di meja di samping tubuh nya.
Syila berdecak kesal dan kemudian mencondongkan tubuh nya hendak mengambil hp nya yang berada di samping Rafi namun kalah cepat karena pria itu malah mendorong tubuh nya dan menindih nya.
"Bikin Ade yuk buat si kembar?" Rafi menopang kedua tangan nya di sisi kepala Syila agar ia tidak langsung menindih gadis itu.
"No... aku ga mau punya anak lagi."
"Yaelah masa cuman dua? cabang perusahaan aku banyak yank! nanti siapa yang ngurus kalau aku udah pensiun."
__ADS_1
Syila menyentil mulut Rafi pelan.
"Bisa ga sih ga usah sombong?"
"Aku gak sombong yank... itu emang kenyataan."
"Ya salah kamu sendiri ngapain bikin cabang perusahaan banyak banyak udah tau ga ke urus?"
"Ya kan biar aku makin kaya, banyak duit..." Rafi berbicara dengan kekehan kecil nya.
"Banyak duit sih... tapi sibuk melulu."
"Hehe... Aku kan kerja juga buat kalian."
"Terserah kamu lah... udah ah minggir!" Syila mencoba mendorong dada Rafi. namun sayang tenaga nya tidak sekuat itu.
"Yank, si kembar minta Ade cewe kemarin sama aku."
"Boong banget."
"Beneran."
"Ngga percaya, orang waktu itu aku tanya gak mau punya Ade lagi."
"Masa sih?"
"Tuh kan kamu boong." Syila memukul dada Rafi dengan pelan.
"Tapi aku mau punya anak cewe yank."
"Kamu tuh mau nya apa sih? Waktu aku hamil si kembar kamu mau anak cowok. pas mereka lahir sesuai dengan keinginan kamu sekarang kamu mau anak cewek? kamu pikir ngelahirin itu ga sakit?"
"Hehehe... nggak."
"Ya iyalah nggak, orang kamu gak ngelahirin."
"Kan aku cowok yank... masa ngelahirin?"
"Siapa bilang kamu cewek?"
"Ah... gak asik kamu mah!" Rafi merebahkan tubuh nya di samping Syila menatap langit langit kamar nya.
dan sedetik kemudian ia berbalik dan memeluk istrinya dengan gemas.
"Sesek Rafi!"
Rafi terkekeh...
pria itu mengendorkan pelukan nya dan membalikan tubuh Syila hingga kini mereka saling berhadapan.
Rafi tersenyum menatap lekukan wajah istrinya dengan tangan yang menyelipkan helaian rambut gadis itu ke telinga nya.
"Kamu kenapa cantik banget sih?"
"Ya kalau aku gak cantik, mana mau kamu sama aku."
"Aku gak Mandang fisik yank."
"Terus kenapa kamu mau nikahin aku?"
"Ya karena aku cinta sama kamu lah."
Syila mengulas senyum nya, ia semakin merapat kan tubuhnya ke arah Rafi dan memeluk leher pria itu
"aku juga cinta sama kamu! makasih ya karena kamu udah bikin aku sama si kembar bahagia."
"Itu kewajiban aku sayang." Rafi menggesek gesekan hidung mancung nya dengan hidup milik istrinya dan selanjut nya kedua nya pun hanyut dan tenggelam di dalam sungaiπππ
*****
[PICT: Hanya pemanis]
anggap aja Rafa
[**PICT: Hanya pemanis]
Anggap aja Raka
(Anggap aja mereka kembar yaa... Soalnya waktu nyari visual, **akku langsung kepincut dengan merekaππ π π )
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
#Si_Kembar
#Rafa_Raka
__ADS_1