Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
LDR (RafZah): masih rindu


__ADS_3

ini hari sabtu yang kesekian kalinya bagi Zahra setelah putus dengan Rafa. ia merasa jenuh. berdiri di balik kaca tebal di kamarnya, ia menatap kosong halaman rumah nya yang basah.


hari ini kota Sydney di landa hujan sedari pagi, dan itu membuat Zahra merasa kesepian. Ia merasa sendiri di dunia. teringat kembali pertemuan pertama nya dengan Rafa, di saat hujan, ia memberanikan diri menyapa cowok datar tersebut dan mengajak nya berkenalan


#Flashback


"Hai, kamu Rafa? " seorang gadis dengan rambut tergerai menghampiri seorang lelaki yang tengah membaca buku di bangku depan kelas


lelaki yang merasa namanya di panggil ini hanya mendongak dan menatap gadis itu dengan tatapan datar nya.


"Emm... Nama aku Zahra. Putri Azzahra! kamu Rafa Sanjaya kan? "


"Rafa Andreas Sanjaya lebih tepatnya. dan gue, Raka Andreas Sanjaya! salken Zahra Cantik! " Raka mengulurkan tangan nya pada Zahra dan di balas oleh gadis tersebut.


"Emm... kalian kembar ya, aku baru perhatikan. hhe. " Zahra memperhatikan wajah keduanya dengan intens.


"tidak juga. gue lebih tampan dari dia!" Raka berucap d3ngan bangga nya.


"gadis pengacau! " Rafa beranjak pergi setelah mengucapkan kalimat yang membuat Zahra merasa aneh.


gadis pengacau?


Apa maksudnya?


Zahra tidak mengganggu nya kan?


ia hanya ingin berkenalan.


"Gue nyusul abang gue. bye Zahra Cantik! " Raka melambaikan tangan nya kemudian pergi meninggalkan Zahra, sendiri.


"Kok sifat mereka beda jauh sekali sih? " gumam Zahra kemudian beranjak pergi menuju kantin.


Ia lapar.


~keesokan harinya.


Zahra baru saja turun dari sepeda motor nya saat sebuah mobil berhenti di samping motor nya.


"Zahra Cantik, kita ketemu lagi! " Kalimat itu memenuhi pendengaran nya saat 2 orang berbeda sifat keluar dari mobil tersebut.


"Hai Raf.. Raka! " ucap Zahra Kaku. ia tidak terbiasa di sapa seperti itu.


dan apa katanya, Zahra Cantik?


oh bahkan Zahra berfikir ia gadis paling lugu di sekolah elit ini.


"Hei Zahra Cantik, Rafa yang sana, yang muka tembok. dan gue, Cowok ceria dengan tahi lalat di bawah bibir. Raka menunjuk Rafa, kemudian menunjuk dirinya sendiri dan memamerkan tahi lalat di bawah bibir nya.


Sedangkan Rafa, ia menatap Zahra intens beberapa saat kemudian berjalan pergi meninggalkan kedua nya.


" Gue tau, lo tertarik sama abang gue! mau gue bantu dekati? " ucap Raka setelah Rafa berada sedikit jauh dari parkiran.


"Ehh? " Zahra terkejut.


bagaimana Raka bisa mengetahui nya? apa dia itu adalah cenayang?


"Ga usah kaget kayak begitu. gue bukan cenayang oke. ! "


apa lagi ini? apa dia memiliki indra ke 6?


Zahra semakin terkejut mendengar nya.


"Hh... cewek mana sih yang ga suka sama abang gue, kayak nya gak ada deh. tapi kali ini gue dukung lo karena lo itu cantik. cocok sama Rafa! " ucap Raka.


ia menggandeng tangan Zahra meninggalkan parkiran.


"Maksudnya? apa sih. hha! " Zahra tertawa canggung mendengar penuturan Raka.


"gue jamin akhir bulan ini lo sudah jadian sama Rafa! " ucap Rafa kemudian berlalu meninggalkan Zahra dengan wajah penuh tanda tanya.


"Rakaaa.... maksudnya apa? " teriak Zahra hingga membuat seluruh perhatian kini tertuju pada nya.


"ehh... maafin Zahra! " ucap Zahra saat ia menyadari bahwa teriakan nya membuat keributan.


****


Hari ini, tanggal 28 April tepat sebulan setelah ia memberanikan diri mengajak Rafa berbicara, tetapi, sampai saat ini ia tak pernah sekalipun mendengar suara Rafa.


eh, kecuali saat ia berkata gadis pengacau. hanya itu.


dan selama sebulan pula hari harinya selalu di iringi candaan Raka yang ceria. haha iya ceria, dan Zahra menyukai sifat Raka.


"Zahra Cantik.... Ikut gue! " Raka bersandar di pintu kelas XI IPA 3 yang sedang jamkos.


"Haa? kemana? " tanya Zahra cengo


"Ikut aja ayok. Rifkineo Morphin, itu nama ketua kelas di sini kan? " Raka berujar dengan kepala yang meneliti seluruh kelas.


"Gue! " seorang lelaki dengan tubuh jakung mengangkat tangan dengan tubuh berbalik ke belakang.


"Gue bawa Azzahra sampai jam terakhir. lo urus kelas. kalau sampai Zahra Alpa, lo dapat! " ancam Raka kemudian menarik pergelangan tangan Zahra kemudian membawa nya pergi.


"Lampu neon lo tau sesuatu? " tanya seorang gadis

__ADS_1


"Tidak! " Neo kini kembali fokus pada buku catatan dan buku paket milik nya.


~di taman belakang sekolah.


"Loh ada Rafa juga? " ucap Zahra saat mereka telah berada di taman belakang sekolah.


"Hmm." gumam Rafa menanggapi perkataan gadis tersebut.


woah... Rafa menanggapi nya?


apa sebentar lagi terjadi badai?


Zahra tercengang. ini ke dua kali nya ia mendengar suara Rafa. suara berat dengan nada dingin.


"Bang, jadi? " Raka melepaskan pegangan tangan nya dan menatap Rafa intens.


"Tidak di sini! " jawab Rafa


oh sungguh. Zahra ingin melayang saat ini. Suara Rafa, membuat nya seperti orang cengo. ia, sangat menyukai suara dari pria datar itu.


"lalu? "


"pantai! "


"Haa? "


"Sst! jangan teriak, Zahra! nanti Guru guru dengar! " Raka meletakkan jari telunjuk nya di Bibir Zahra sedangkan Rafa, ia hanya menatap gadis itu dengan tatapan, entah lah.


"hhe maaf maaf. tapi, maksudnya apa sih? " tanya Gadis itu. sungguh saat ini ia tengah di landa kebingungan atas tingkah kedua kakak beradik ini.


"Ikut gue! " ucap Rafa kemudian berjalan di ikuti Zahra dan Raka di belakang nya.


"Gue gak tau kalau sekolah punya pintu rahasia! " Raka berucap setelah ia berhasil keluar dari lingkungan sekolah melalui sebuah pintu yang, Rahasia πŸ˜… dan ajaib nya, Mobil Rafa kini telah terparkir rapi di depan pintu tersebut.


"Zahra lo di depan. biar gue di belakang. "


"Kok... "


"Masuk! " suara berat Rafa membuat gadis ini tak dapat membantah bahkan mengeluarkan suara.


"Zahra, gue tau lo kuat. jadi jangan pingsan. pliss gue belum makan dari pagi! " ucapan Raka semakin membuat Zahra tenggelam dalam kebingungan yang melanda diri nya.


Pantai Ancol, satu satu nya tujuan mereka. walau saat ini tidak terlalu ramai, tapi ada beberapa pengunjung yang berada di sekitaran pantai tersebut.


"pondok 3 hijau, pasir 657! " ucap Rafa yang langsung di mengerti oleh Raka. pria dengan tahi lalat di bawah bibir itu menggandeng tangan Zahra meninggalkan Mobil yang masih terparkir di pinggir jalan.


sedangkan Zahra, ia hanya pasrah mengikuti 2 manusia berbeda sifat ini. ia masih bingung dengan situasi ini, dan kapasitas kebingungan nya semakin bertambah saat ia mendengar perkataan Rafa barusan.


pondok 3?


pasir 657?


emangnya mereka berdua bisa menghitung pasir?


siapapun tolong bantu Zahra.


"Duduk manis di sini, Zahra cantik! Gue mau beli kelapa sebentar.


" Hah? " pertanyaan Zahra kini terjawab tatkala ia kini berada si sebuah pondok berwarna hijau muda dengan pasir bertuliskan angka 657.


"Jangan lama! " ucap Zahra yang hanya di balas anggukan kepala oleh Raka.


....... ...


"Tinggal bilang aja bang, Zahra gue cinta lo, lo mau jadi pacar gue? ribet amat perasaan! " gerutu Raka.


cowok bertahi lalat tersebut menipu Zahra bahwa ia pergi membeli kelapa muda . padahal sebenar nya, ia pergi membantu kembaran nya untuk simulasi menembak cewek.


maksudnya menembak melalui perasaan yah, bukan pakai pistol.


waktu satu bulan, masih kurang untuk cowok datar tersebut berlatih berbicara dengan cewek.


sejak Zahra mengajak nya berkenalan, sebenar nya pria datar ini telah memiliki sedikit perasaan pada Zahra. dan itu di ketahui oleh Kembaran tengil nya, Raka. oleh karena itu Raka berani berjanji pada Zahra bahwa ia akan jadian dengan Rafa dalam waktu dekat ini.


"Zahra, gue suka lo! jadi pacar gue, mau? " ucap Rafa yang mendapat kita kan dari Raka.


"Saae lah bang! gua capek ngelatih lo! " Raka meninggalkan Rafa yang menatap nya datar.


Kemudian ia mengikuti langkah Raka menuju pondok di mana Zahra sedang menunggu mereka.


"Katanya beli kelapa? " Beberapa hari belakangan ini, Zahra sudah mulai akrab dengan Raka, mulai dari perdebatan kecil. tak ada kecanggungan jika mereka hanya berdua.


namun jika Rafa ada, jangankan untuk berbicara, menghirup udara saja sangat sulit bagi Zahra.


"Ehh... Anuu.... gue lupa Cantik... nanti aja kita beli bertiga. okee? " Raka dengan cengiran khas nya, membuat Zahra ingin tertawa jika ia tak melihat adanya Rafa di belakang pria tengil tersebut.


"Bang lo ga akan rugi walaupun beli pohon kelapa sekaligus?β€œ ucap Raka menepuk bahu Rafa cukup kuat.


" Bangsat! " maki Rafa spontan.


"gblok... bang? sampe kapan cuman mau diam? kalau bunda sama daddy tau kita kabur, black card terancam bang! " ucap Raka.


dia tidak tahu saja saat ini Rafa berusaha mati matian mengeluarkan deretan kalimat alay, menurutnya.

__ADS_1


"Putri Azzahra! "


"Kaku amat, suu! " protes Raka


"Azzahra! "


"Manusia batu! " protes Raka lagi


"Azzahra, gue... "


"P... "


"gue gak lagi syuting, brengaek! diem lo! " baru saja Raka hendak kembali protes, namun suara berat Raka menghentikan lidah nya. seakan akan saat ini pita suara pria tengil itu sudah putus.


"Lo ingat saat lo nabrak gue di perpustakaan? lo dengan tumpukan buku yang lo bawa? walau lo ga ingat tapi gue ingat. dan di hari itu pula, gue ada sedikit rasa tertarik dengan lo. hingga gue tau nama lo, Putri Azzahra. "


Seorang tolong sediakan ruangan VVIP. seperti nya saat ini Zahra terkena serangan jantung.


"Sebulan yang lalu, saat lo ngajak gue kenalan? gue seneng, tapi gue gengsi. dan maksud gue gadis pengacau, adalah pengacau hati gue! "


tarik nafas....


buang....


namun saat ini Zahra seperti kehabisan oksigen. ia sulit bernafas. tolong beri gadis ini nafas buatan.


"Hari ini, tanggal 28 April, hari di mana gue lahir, gue mau minta hadiah dari lo! " ucap Rafa


apa yang akan pria ini minta dari nya?


bukan nya dia anak orang kaya?


"A... apa? " tanya Zahra


"Jadi pacar gue! " ucap Rafa. Ia memandangi Zahra dengan tatapan, penuh cinta?


oh...


apakah seorang Rafa Andreas Sanjaya telah jatuh cinta?


jika ia, penghargaan apa yang harus kita berikan pada Zahra?


karena dia adalah gadis pertama yang Rafa ajak bicara setelah bunda nya dan adik nya.


"Jadi... Pacar... Rafa? " ucap Zahra perlahan


"hmm! "


"Rafa serius? " tanya Zahra


"Gue ga pernah main main! " jawab Rafa


"Hiks... Zahra mau... selamat ulang tahun, Rafa! " Gadis ini sudah berhambur memeluk tubuh Rafa.


ia menangis....


ia sangat bahagia hingga ia menangis...


catat tanggal ini....


ini adalah hari bersejarah bagi seorang gadis bernama Putri Azzahra.


#Flashback off


"hiks... " tubuh Zahra luruh ke lantai seiring dengan tangisan nya yang pecah. sedangkan di luar, hujan semakin deras mengguyur kota sydney. seakan akan mengerti suasana hati gadis tersebut.


"Kenapa Awal yang manis harus berakhir pahit? hiks. "


"Kenapa!? "


"Kenapa Harus Rafa yang buat aku sakit? "


"Kenapa juga aku mutusin dia? "


"Hiks... hiks,.. Rafaaa! " tangisan nya semakin menjadi jadi saat bayangan Wajah Rafa terus melintas di pikiran nya.


Gadis itu kacau saat ini, sangat kacau.


namun, di balik keterpurukan nya ini, terdapat seorang yang tengah tersenyum licik di bawah guyuran Air hujan.


"Gue belum mulai, tapi lo sudah kacau! " ucap nya kemudian berlalu pergi


...****************...


***kayak nya semakin hari semakin sedikit yang baca😭


aku jadi ga semangat...


komen bawel dan like nya dong kakak kakak.


kalau berkenan vote juga dong.


bunga nya sekalian juga boleh😟☺

__ADS_1


Thank yu sudah baca sampai saat ini.


lopyu semua😘😍***


__ADS_2