Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
possessive Rich Man 6


__ADS_3

...****************...


Syila dan Ami kini sedang berada di kantin rumah sakit. setelah melakukan praktek di ruang operasi, mereka duduk di bangku paling pojok di kantin tersebut. Ami Sedari tadi di buat heran oleh tingkah sahabat nya ini, karena Sedari tadi gadis di depan nya itu hanya diam dengan makanan yang masih utuh.


"Lo ga makan Syil?" tanya Ami yang membuat Syila teralihkan.


Syila menatap Ami dan kemudian menggeleng pelan.


"ga nafsu!"


"Kenapa?"


"Ngga papa...,"


"O iya, btw leher Lo kenapa? ko merah?"


Syila menatap Ami kaget dan segera menutupi leher nya dengan rambut milik nya.


"Em.... ini.... ini di gigit nyamuk!" Jawab Syila sedikit gugup.


Ami memicingkan matanya dan menatap Syila curiga.


"di gigit nyamuk kok gitu, itu mah kaya...,"


"Kaya apa hah?" tanya Syila menantang.


Ami terkekeh kecil dan kemudian menggeleng pelan.


"ngga ko ngga!"


Syila hanya menatap Ami datar dan kemudian kembali pokus ke makanan nya. tanpa ia sadari kalau Ami kini tengah mati matian menahan tawa nya.


****


"Kak Ervin?" Kaget gadis ini saat melihat seorang pria dengan jas kantor yang tengah bersender di mobil sedan hitam nya.


"Hallo, sayang." sapa pria itu sambil berjalan menghampiri gadis itu.


"Ko disini?" tanya nya saat pria itu telah berada di hadapan nya.


"Ngga boleh?"


"Bukan gitu."


"Ya terus?"


"Aneh aja. ko bisa ada di Indonesia?"


"Kan nyusulin kamu."


"Masa?"


"Iya Syila! ga percayaan amat sih!" ucap pria itu dengan tangan yang mengacak ngacak rambut Syila dengan gemas.


"Berantakan ihh!" ujar Syila mendengus kesal.


Pria itu terkekeh kecil dan kemudian menghadiahi wajah gadis itu dengan kecupan kecupan singkat.


"Ini tempat umum kak, Ya Allah!" kesal Syila saat dimana kini mereka berada.


Pria itu menghentikan aksinya dan kembali terkekeh.


"Iya maaf... yaudah ikut aku yuk!"


"Kemana?"


"Ke hotel!"


"HAH?"


****


'PRANKKKK'


Kedua pria tampan ini di buat kaget saat tiba tiba sebuah IPhone berwarna hitam itu mendarat kelantai dengan tidak etis. mereka mendongak dan menatap siapa pelakunya.


"Lu kenapa, Fi?"


Fi atau lebih tepat nya Rafi, pria itu hanya diam dengan tangan yang mengepal dan wajah yang terlihat marah.


Kedua pria itu saling menatap dan menatap Rafi aneh.


"Dia kerasukan kali."

__ADS_1


'Tuk'


"Sembarangan aja lu kalau ngomong." ujar Abun dengan menjitak kepala putra.


"Sakit bego! lu mah main jitak jitakan aja!" ucap Putra.


"Iya iya maaf! lebay banget sih jadi cowo!" ucap Abun.


"Eh....lu mau kemana, Fi?" tanya Abun spontan saat Rafi berjalan kearah pintu keluar.


"Pergi! lu berdua urusin dulu kantor gue." ucap nya dan kemudian melangkah pergi.


Kedua pria ini hanya terdiam menatap kepergian Rafi dengan bingung.


*****


Seorang pria tampan ini menatap kekasihnya dengan dingin. sedangkan gadis yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan kepalanya dengan perasaan takut.


"Siapa yang ngelakuin itu?"


Gadis cantik dengan rambut terurai itu mendongak saat pertanyaan itu teralun dari bibir tipis pria yang 5 bulan belakangan ini berstatus sebagai kekasih nya.


"Ini... ini... karena...."


"Ulah Rafi?"


'Deg'


Gadis yang tak lain adalah Syila membulatkan matanya kaget mendengar ucapan Ervin.


kenapa pria ini bisa tahu?


Ervin yang melihat reaksi kekasih nya ini hanya tersenyum miring.


"Syila... Syila! Lo pikir dengan gue di Amrik dan Lo di Jakarta, gue ngga tau apa apa? dari lo nginjekin kaki di bandara sampe lo nganterin makanan ke kantor nya Rafi gue juga tau!"


Syila di buat semakin kaget mendengar penuturan Ervin. kenapa pria ini bisa tahu banyak?


"Jadi selama ini kakak...."


"Gue nyuruh orang buat mata matain Lo!" potong Ervin cepat.


Syila terdiam. Ia menatap Ervin dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


Ervin dan Rafi memang saling kenal. karena Ervin dan Rafi dulu adalah seangkatan di SMA high school dan berarti dulu Ervin adalah Kakak kelas nya.


Entah kebetulan atau apa mereka di pertemukan kembali di universitas Stanford Amerika serikat.


dan mengapa ia dan Ervin bisa berpacaran?


alasan nya adalah TERPAKSA.


Sungguh ia bahkan tidak pernah bermimpi bisa berpacaran dengan Ervin. Pria yang pintar, kaya, dan berprestasi.


namun bisa di catat kalau Ervin bukan tipe nya. pria yang mempunyai sifat posesive itu membuat nya jengkel bahkan pria itu mempunyai sifat yang sebelas dua belas dengan Rafi. bedanya Ervin itu kadang bersikap romantis. dan kalau bukan karena Ari mana mau ia berpacaran dengan Ervin.


Catat: ERVIN BUKAN TIPE NYA!


Ervin menggeser duduk nya mendekati kekasihnya yang kini malah menunduk. ia mengelus rambut kekasihnya dan kemudian menutupi leher gadis itu dengan rambut yang sempat ia singkap. tangan nya mengepal saat tanda merah itu terlihat jelas di leher putih kekasihnya.


"Besok kita pulang ke Amrik!"


Syila dengan spontan mendongak menatap Ervin dengan tak percaya.


"pulang?"


"Iya! kenapa? lo mau nolak?"


"Ya ga bisa gitu dong, kak. aku di sini tuh lagi praktek buat tugas kuliah aku. dan aku ga bisa pulang gitu aja tanpa nyelesain tugas aku."


"Ga usah di bikin ribet! nanti gue ngomong sama pimpinan kampus lo, buat mindahin tempat praktek lo jadi di Penang! dan lo bisa lebih leluasa di sana. karena rumah sakit di sana milik papah!"


"Ya tapi kan kak.... "


"Udah ga usah ngebantah." ucap Ervin.


dan kemudian pria itu pun menyenderkan kepala nya di sofa dan mulai memejamkan matanya.


'Tling'


Syila yang tadinya tengah memperhatikan Ervin pun teralihkan saat iPhone nya berbunyi. Ia meraih iPhone nya yang tergeletak di atas meja. membuka aplikasi What's App dan terlihat ada beberapa pesan dari mantan kekasih nya itu.


Syila menatap Ervin sekilas dan kemudian kembali menatap iPhone nya dan tangan nya pun mulai siap menari nari di atas keyboard nya.

__ADS_1


namun sayang...


baru saja ia akan membalas pesan Rafi, kini iPhone nya telah pindah tangan.


"Kak Ervin! apaan sih?" kesal Syila saat Ervin merampas iPhone nya.


Ervin tersenyum miring saat membaca rentetan rentetan kalimat yang terpampang di iPhone kekasih nya itu.


'Prankkk'


Syila membulatkan matanya saat benda pipih itu kini sudah hancur berserakan seperti cermin. lantaran Ervin yang melemparnya. ia pun beralih menatap Ervin yang kini tengah menatap nya santai, bahkan pria itu tetap terlihat santai.


'Astaga!'


"Ga usah ke orang susah! nanti gue beliin lagi." ujar Ervin yang melihat reaksi kekasih nya itu.


****


Syila....


gadis blasteran itu hanya terdiam dengan tatapan kosong. menatap para manusia yang berlalu lalang. sehingga sebuah kecupan di kening nya membuat ia tersadar.


"Kenapa bengong, hmm?"


Syila mendongak menatap Ervin dan kemudian menggeleng pelan.


"Kesana yuk! bentar lagi pesawat kita take off!" ucap Ervin dengan menunjuk tempat yang ia maksud dan hanya di angguki Syila.


"Kenapa?" tanya Syila saat Ervin menghentikan langkah nya.


"Kayak nya hp gue ketinggalan di toilet deh!" ucap Ervin dengan meraba raba saku celana nya.


"Yaudah ambil dulu sana!" suruh Syila.


"Lo tunggu di sin... jangan kemana mana apalagi kabur."


"Iya!" jawab Syila malas.


"Awas kalau gue kesini Lo ngga ada!"


Syila mengepalkan tangan nya. menghela napas dan mencoba mengontrol emosi nya.


"Iya kak Ervin! aku ga bakalan kabur kok!" ucap Syila.


Dan setelah mendengar jawaban Syila. Ervin pun berbalik dan berjalan menuju toilet di bandara tersebut.


Sedangkan Syila...


gadis itu sepertinya merutuki pria posesive itu dalam hati.


Syila menoleh ke sekeliling saat ia merasa ada yang memperhatikan. Sejak dari perjalan ke bandara hingga sampe di bandara ia merasa ada yang mengikutinya.


namun ia berpikir mungkin itu hanya perasaan nya saja sehingga pikiran nya pun teralihkan saat melihat seorang anak perempuan yang menghampiri nya.


Syila tersenyum saat anak perempuan itu telah berada di hadapan nya.


"Hai kak!" sapanya.


"Hai juga!" balas Syila.


"Aku boleh minta tolong ngga kak?" tanya anak perempuan tersebut.


"Boleh. emang mau minta tolong apa?"


"Kalau gitu ikut aku yu!"


"Kemana?"


"Ada deh... ayo!" ucap anak perempuan tersebut dan kemudian menarik tangan Syila.


Sedangkan Syila, gadis itu hanya pasrah mengikuti kemauan gadis kecil itu.


...****************...


#***Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja


#Possessive_Rich_Man


#RafSyil


#Rafi_Syila


πŸ‘‰πŸ–€πŸ‘ˆπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


❌NO DARK READERS***


__ADS_2