Ketos Dingin VS Gadis Manja

Ketos Dingin VS Gadis Manja
possessive Rich Man 44


__ADS_3

Dengan pakaian casualnya, Rafa memasuki sebuah ruangan yang bisa di sebut markas ia dan teman temannya yang mereka beli.


Saat sudah di dalam Rafa sudah di sambut 5 temannya dan satu temannya yang paling ia benci.


Rafa menduduki bokongnya di sebelah Kevin dan langsung berhadapan dengan teman yang paling ia benci tadi yang tak lain adalah Iqbaal Diaffkhari Ramadan. ya... mereka satu geng atau satu kumpulan.


"Ada apa ngajak kumpul?" Rafa angkat bicara saat semuanya malah terdiam.


"Gini... pak Septian, guru basket SMA kita meninggal kemarin dan rencananya gue mau ngajak kalian buat ngelayat kesana." jawab Angga.


"Jadi gimana ada yang mau ikut?" tanya Angga kembali.


"Gue ngga bisa." Semua mata mengarah ke arah Iqbaal yang berucap seperti itu.


"Kenapa Baal, dia guru kita loh masa Lo kaga mau ngelayat kesana."


"Gue banyak tugas ka." Iqbaal menatap Azka yang duduk di sebelah Dio.


"Lo pikir Lo doang yang banyak tugas? kita juga kali! cuman sehari doang ko Baal." Komentar Bayu yang tidak setuju dengan perkataan Iqbaal.


"Sorry... kali ini gue emang ngga bisa! tugas gue banyak banget dan harus di kumpulin cepet. tapi gue usahain nanti nyusul."


"Bener ya nanti nyusul?" tanya Kevin.


"Iya, gue usahain."


"Lo gimana Raf? Ikut kan?"


Rafa beralih menatap Angga.


"Ikut lah... sesibuk apapun gue, gue masih punya hormat sama guru sendiri." ucap Rafa dingin dengan ekor mata melirik Iqbaal.


Iqbaal yang mendengar kata kata Rafa hanya mengepalkan tangannya. karena jelas Rafa sangat menyindirnya namun ia tetap berusaha menampakan wajah tenangnya.


"Yaudah... kalau gitu kita berangkatnya besok pagi karena Jakarta bandung cukup jauh takutnya kalau siang nanti macet. dan nanti biar gue sama Rafa aja yang bawa mobil." Ucap Angga menjelaskan.


"Kalau udah gak ada yang di omongin gue pergi dulu." Iqbaal bangkit dari duduknya dan melangkah pergi sebelum bertukar tatapan tajam dengan Rafa.


*****


Dengan sebuah kotak berisi kue buatannya Zahra memasuki rumah mewah Rafa. ia menduduk kan dirinya di sofa ruang tamu saat pelayan disana menyuruhnya.


"KA ZAHRA."


Zahra mengalihkan pandangannya ke arah Lift yang terbuka yang menampakan gadis manis dengan pakaian santainya yang tengah berlari kearahnya.


Gadis itu memeluknya dengan erat dan kemudian melepaskannya.


"Kangen banget sama kakak."


"Kakak juga kangen banget sama kamu." Zahra mengelus lembut rambut adik dari kekasihnya itu.


"O iya kakak kamu mana de?"


"Kenapa nyari gue?" Zahra dan Akila sontak mendongak saat pertanyaan dingin itu terdengar.


Zahra menatap penampilan Rafa yang sudah rapih dengan pakaian casualnya.


"Kamu mau kemana?"


"Bukan urusan Lo, gue pergi dulu ya de." Rafa mengecup puncuk kepala adiknya setelah menatap tajam ke arah kekasihnya itu.


"Kamu mau kemana ihhh." Zahra bangkit dari duduknya dan menahan Rafa yang hendak keluar rumah.


Rafa menatap tangannya yang di cekal Zahra dan kemudian menatap orangnya.


"Bandung."


"Ngapain?"


"Lo ga perlu tau! udah gue pergi dulu." Rafa mencium sudut bibir Zahra sekilas dan kemudian melenggang pergi menuju mobilnya yang sudah di siapkan oleh para penjaga rumahnnya.


Zahra hanya menatap sendu kepergian Rafa dan kemudain beralih menatap Akila yang tengah tersenyum jahil kepadanya.


"Cie... cie... yang abis ciuman."


Zahra hanya terkekeh kecil dan menduduk kan dirinya di sebelah Akila.


"Apaan sih de, udah biasa kali."


Akila menatap Zahra dengan kaget.


"Jadi sering dong?"


"Ya gitulah! kaya gak tau aja kakak kamu mesumnya kaya gimana."


"What? Jadi kak Rafa selama ini suka mesumin kak Zahra."


Zahra hanya mengagguk kecil.


"Namanya juga cowok de... kakak maklumin ko."


Akila hanya mengagguk dan kemudian meraih tangan Zahra.


"Ke kamar aku yuk kak... nonton run BTS terbaru."


"Udah ada yang baru emang?" Tanya Zahra antusias.


"Udah dong... semalam aku udah liat di VLive. Tapi aku pen nonton lagi... Ayo kak...." Akila menarik tangan Zahra menuju kamarnya di lantai atas.


*****


"Ini tiket siapa de?" Zahra menatap Akila dengan 2 tiket 'Dilan suara dari milea' di tangannya.


"Punya aku di kasih temen." Ucap Akila yang matanya tetap pokus ke arah Televisi LG.


"Ko ga di pake?"

__ADS_1


"Aku gak suka filmnya... kalau kakak mau ambil aja."


"Pengen sih... tapi nonton sama siapa?"


"Ajak aja temen kakak."


Zahra hanya mengangguk kecil dan kemudian beralih duduk di samping calon adik iparnya itu.


Belum tentu :v


*****


Hari Senin...


hari dimana Zahra kembali masuk kampus. Jam kini menunjukan pukul satu siang.


Zahra berjalan santai menuju kantin kampus yang pastinya sudah ada ke 4 sahabatnya yang sudah nongkrong di sana.


Zahra menduduki dirinya di samping Zidni dan mengeluarkan 2 tiket yang di kasih Akila kemarin.


"Ada yang mau nonton film Milea ngga?"


Sontak ke 4 temannya menatapnya dan dengan cepat ke 4 temannya pun menggeleng.


"Kenapa?" Tanya Zahra lesu.


"Gue udah nonton."


"Males."


"Banyak tugas gue."


"Gak minat."


"CK... ayo dong... aku pen nonton nih."


"Nonton aja sendiri." Cerocos Devano.


"Ga enak tau nonton sendiri, ke jomblo aja."


"Yaudah... gak usah."


Zahra menatap Zidni dengan bibir mengerucut.


"Boleh gabung ngga?" Zahra dan ke 4 temannya itu pun mendongak dan mendapati Iqbaal yang tersenyum manis.


"Boleh dong ka... duduk aja." Saut Cessi cepat.


Iqbaal tersenyum kecil dan kemudian duduk di sebelah Devano.


"Ada apa nih, kayanya seru banget ngobrolnya?"


"Ini ka... si Zahra katanya mau nonton film Milea tapi mau di temenin. sedangkan kita semua gak bisa." Jawab Dianti yang langsung mendapat tatapan tajam dari Zahra.


Iqbaal beralih menatap 2 tiket yang tergeletak di atas meja dan kemudian menatap Zahra.


"Nah bener tuh Zah, kapan lagi coba nonton Milea ditemenin sama Dilannya langsung." Sambar Devano.


"Bener tuh Zah, sama ka Iqbaal aja." Kali ini Zidni ikut berkomentar.


Zahra menatap Iqbaal dan kemudian tersenyum kecil.


"Makasih kak... tapi ga papa kok aku lain kali aja nontonnya."


"Loh emang kenapa?"


"Aku ga mau ngerepotin kakak."


"Alah... biasanya juga Lo ngerepotin." Zahra menatap Devano dengan tatapan tajam dan kemudian mencubit perut pria itu yang membuat ia mengaduh.


"CK... sakit Zah! Lo pikir gue apaaan di cubit cubit."


Zahra memberenggut kesal dan kembali menatap Iqbaal.


"Gimana mau?" Tanya Iqbaal.


"Udah Zah terima aja katanya mau nonton." Ucap Dianti sembari memainkan ponselnya.


Zahra berpikir sebentar sebelum mengangguk pelan.


"Filmnya tayang jam berapa?"


"Tiga siang."


"Yaudah nanti gue jemput di rumah."


Zahra hanya mengangguk kecil dan menerima ajakan Iqbaal tanpa berpikir panjang.


*****


"Dilan nya ganteng."


Iqbaal menoleh menatap Zahra yang kini fokus ke layar bioskop. gadis cantik namun bukan miliknya.


"Gantengan mana gue sama Dilan?"


Zahra menoleh sekilas.


"Dilan."


"Dilan apa Iqbaal?"


Zahra kembali menoleh dan tersenyum kecil.


"Ck.... sama aja! yang meranin Dilan kakak juga."


"Mau jadi Mileanya ngga?"

__ADS_1


Zahra menggeleng.


"Kenapa?"


"Karena Milea ngga bisa bersatu sama Dilan. Milea nikah sama orang lain."


"Kalau sama gue mau ngga?"


Zahra tertawa kecil dan kembali menggeleng.


"Ngga mau."


"Kenapa?"


"Nanti Rafa marah."


Senyum Iqbaal luntur saat nama rivalnya itu di sebut. Iqbaal terdiam dan beralih menatap layar bioskop.


*****


"Kak." Zahra menoel tangan Iqbaal yang membuat pria itu menatapnya.


Iqbaal hanya mengangkat alisnya sembari memakan italian meatball sandwichnya.


ya...


mereka mampir ke Starbuck untuk mengisi perut setelah selesai nonton.


"Kenapa?"


"Liat deh cewek cewek di bangku sana!"


Iqbaal mengikuti pandangan Zahra dan kemudian menatap gadis itu lagi.


"Kenapa emang?"


"Mereka kaya mau makan aku."


"Maksudnya."


"Mereka Fans kakak."


"Masa?"


"Iya... liat aja tuh case hp nya ada polaroid gambar kakak."


"Udah biarin aja."


"Nanti mereka ngadu ke Milea, di kiranya aku ngerebut kakak lagi."


Iqbaal tersenyum mendengar omongan gadis di hadapannya ini.


"Ada ada aja kamu."


Iqbaal tersenyum kecil dan kemudian merogoh ponselnya dan memoto gadis itu secara diam diam yang tengah menopang kepala nya dan menatap Iqbaal intens


Instagram


@Iqbaal.e



Di sukai oleh @aldymldni dan 790.438 lainnya


@Iqbaal.e


beautiful but not mine😒😏


Lihat semua 261.321 komentar


@aldymldny asekkkkk😃


@Bastiansteel ketinggalan berita gue😏


@Syifahadjureal ehem ehemmm


@Arnoldleonard05 bening bgt baal😍


@Teukurizky but not mine... Kasihan🤣


@Zidnylthifa astoge😲


@anggayunandareal16 pacar orang ko di post😏


@nrazka astaga baal... Doi temen itu😂


@Kevinhugo katanya banyak tugas... Tapi🙄


@devdanendra cocok dah... Jadian gih😇


@diantyanisa baaaaperrrrrr😍


@cassandraslee di Poto sama dilan yeee😆


@aqillaSanjaya pacar Kaka gue😒


@Bayu67 tag @RafaSanjaya


@dioalvero tag @PutriAzahra


Muat komentar lainnya ....


Beautiful but not mine


(artinya)


cantik tapi bukan miliku

__ADS_1


...****************...


__ADS_2