
Syila membuka pintu ruangan Rafi tanpa sepengetahuan pria itu. ia menongol kan kepala nya di balik pintu dan menatap pria itu yang tengah bergelut dengan berkas berkas nya.
"Rafi..." Ucap Syila dengan suara kecil namun membuat pria itu menoleh ke arah nya.
Rafi tersenyum dan kemudian menutup berkas berkas yang sedang ia kerjakan.
"Sini!"
Syila tersenyum dan kemudian menutup pintu dan menghampiri pria itu. Syila berdiri di hadapan Rafi dengan senyum yang tak pernah hilang.
"Kenapa?" tanya Rafi heran.
Syila menggeleng pelan.
Rafi menghembuskan napas nya pelan dan menatap istri nya dengan tatapan lembut.
"sini duduk!" suruh Rafi dengan menepuk pelan paha nya.
Syila terdiam sejenak dan kemudian tersenyum malu. namun dengan pasti gadis itu berjalan menghampiri Rafi dan duduk di paha pria itu.
"Kenapa sayang? ada yang pengen kamu mau?" tanya Rafi dengan membelai lembut pipi cubby istri nya.
Syila tersenyum geli dan kemudian mengalungkan tangan nya di leher pria itu.
"Kamu tau aja deh..."
Rafi terkekeh kecil dan kemudian mencium pipi kanan Syila sekilas.
"Ya tau lah... tumben kamu manja kaya gini? emang mau apa?"
Syila terkekeh dengan tangan nya yang memainkan rambut belakang Rafi.
"Aku boleh minta sesuatu ngga?"
"Boleh lah... apa sih yang ngga buat kamu?"
"Bener?"
"Iya sayang!"
"Kalau gitu aku pengen tinggal di rumah mamah."
'Krik... krik... krik'
Rafi terdiam dengan wajah datar nya.
"Giman...,"
__ADS_1
"Ngga!" potong Rafi cepat.
"Lah emang kenapa?"
"Awas!"
Syila bangkit dari paha Rafi saat pria itu seakan menyuruh nya berdiri.
"Terus giman...,"
"Aku bilang nggak ya nggak."
"Tapi Raf.... "
"Keluar dari ruangan aku!"
Syila menganga... jadi Rafi mengusir nya.
"Kamu ga ngijinin?"
Rafi mendongak dan menatap Syila datar.
"Itu kamu tau!"
"Kamu itu aneh banget sih? Masa aku ketemu orang tua aku aja ga boleh?"
"Ya tapi kan aku mau..., "
"Mau apa hah? mau ngehindarin aku? dan sekalian bisa jalan kemana aja dengan bebas tanpa sepengetahuan aku? Iya?"
Syila terdiam...
kenapa sih Rafi selalu tau isi pikiran nya?
Melihat Syila yang terdiam Rafi hanya tersenyum miring dan kemudian bangkit dari duduk nya. pria itu mencondongkan wajah nya mendekati wajah gadis itu.
"Kamu pikir aku bego? yang bisa kamu kibulin gitu aja?" bisik Rafi tepat di telinga gadis itu.
Syila bergidik saat napas hangat Rafi yang merasuk di kulit telinga nya.
Rafi menegakan badan nya dan kemudian memeluk pinggang Syila denga satu tangan nya. sedangkan tangan yang satu nya membelai pipi gadis itu dengan lembut. di susul dengan kepala pria itu yang di miringkan.
"Apaan sih Rafi." ucap Syila dengan tangan yang spontan mendorong dada Rafi saat wajah pria itu yang mendekati wajah nya.
"Marah? Karena aku tau rencana kamu?" tanya Rafi dengan nada santai nya.
Syila hanya diam dengan menatap Rafi datar. dan kemudian gadis itu pun pergi meninggalkan Rafi tanpa berucap apapun. Membuat Rafi hanya mendengus kasar.
__ADS_1
...****************...
***Syila: para readers gak ada yang rindu syila ni?
Rafi: Buat apa rindu in lo? ga guna!
Syila: Ihh ka Rafi apaan si?
Rafi: Bikin kesel tau gak!"
Author: Bertengkar lagiπ΅
Rafi: yang buat gue bertengkar dengan binik gue siapa? ya lo, Author!
Author: Heeh Rafi! Author sudah kabulin permintaan lu yahπ
Rafi: permintaan yang mana?
Author: Pikir sendiri!
Syila: Oooh jadi ka Rafi yang mintaππ***
***Rafi: Ihh apaan sih sayang, enggak kok!
Syila: Alah kalau gitu aku juga mau ke rumah Author... mau minta sesuatu!π
Rafi: Syila woi... sayang!
Syila: Auh ahh..... bye***...
...****************...
***Ka Ari muncul guys...
#Ketos_Dingin_VS_Gadis_Manja
#Possessive_Rich_Man
#RafSyil
#Rafi_Syila
ππ€ππππ***
__ADS_1