Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-24


__ADS_3

"Pak ada tamu yang ingin bertemu dengan anda."


Fatih mengangkat wajahnya, karena sibuk dia sampai tidak mendengar asisten Reno masuk kedalam ruangannya, bahkan Bastian sudah berdiri dihadapannya, dan hanya berbataskan Meja kerja Fatih.


Bastian membungkuk hormat ketika Fatih menatapnya, "ada tamu tuan," ulang Bastian lagi.


"Siapa?" Tanya Fatih dengan alis terangkat, tanda dia bertanya, karena Fatih tidak merasa ada klien hari ini, yang dia tahu besok meeting pertemuan dengan para pemegang saham.


"Dari keluarga tuan Reno, tuan" jawab Bastian, dia kenal semua keluarga tuan Iskancar, termasuk Nona muda dari keluarga Iskandar yang kini berdiri didepan ruangan Fatih, ya meskipun keluarga Reno, namun Keyla tidak bisa sebebas itu untuk keluar masuk, karena Fatih tidak ingin ada orang yang bebas keluar masuk keruangnya selama Fatih memimpin prusahaannya.


"Oh suruh masuk saja, mungkin ada hal penting," Fatih kembali melanjutkan pekerjaannya setelah Bastian keluar dari ruangannya untuk meyampaikan pesan sang tuan.


"silahkan masuk Nona," Bastian bergeser agar Keyla bisa masuk.


"terima kasih, kamu boleh pergi, aku bisa masuk sendiri" Keyla masuk kedalam ruangan Fatih.


"mamah ini kenapa, kan bisa nyuruh ARt atau mang dadang nganter kesini, kenapa harus aku, kayak aku pengangguran saja" grutu Keyla, Keyla masuk dan menutup perlahan pintu ruangan Fatih, Keyla berbalik dan dia melihat pria itu fokus dengan pekerjaannya, dia berjalan perlahan agar heelsnya tidak mengganggu konsentrasi Fatih yang tengah fokus bekerja, Dia sama sekali tidak bersuara, Keyla berjalan menuju meja sofa yang ada diruangan Fatih dan dia langsung menaruh rantang makanan itu disana.


"Permisi."

__ADS_1


Fatih yang mendengar suara Keyla langsung mengangkat wajahnya dan dia melihat Keyla yang berjalan keluar, dia segera bediri dan berjalan cepat menuju Keyla yang mulai berlalu dari sana.


"Mau kemana?" Fatih langsung mencekal tangan Keyla yang sudah bertengger di gagang pintu.


"Pulanglah! mau apa lagi, kan udah diantar kesini makannya," tunjuk Keyla pada makanan yang ada dimeja sofa.


Fatih mengikuti arah tunjuk Keyla, dan disana Fatih melihat ada rantang makanan, Fatih menarik tangan Kayla menuju sofa.


"Lepaskan! Aku harus bekerja" Keyla memegang tangan Fatih yang berada di lengannya, Keyla berusaha melepas tangan Fatih, namun Fatih sama sekali tidak mau melepasnya.


"Temani kakak makan dulu sebentar," Fatih membawa Keyla untuk duduk, dia mulai membuka makanan yang berada didalam rantang.


"Ini untuk makan siang, aku sudah sarapan, jadi biarkan aku pergi" Keyla hendak berdiri namun tangannya langsung ditarik kembali oleh Fatih, hingga Keyla duduk dipangkuannya, posisi mereka yang begitu dekat mampu membuat Keyla diam mematung, dia sekarang wanita Dewasa, bukan hal yang baik jika berada dalam hal intim seperti ini.


Keyla segera berdiri dan berpindah duduk disamping Fatih, "biar aku yang menyiapkan" Keyla kembali berdiri dan segera mengambil alih rantang itu, dia menata makanan Fatih tanpa menoleh pada pria disampignya ini, demi bisa menghilangkan rasa gugupnya.


Fatih hanya melihat saja sambil senyum-senyum sendiri, karena dia tahu Keyla tengah gugup, dia mengingat saat Keyla dulu makan diapartement, dan membuat apartementnya berantakan, karena Keyla yang sama sekali tidak bisa membereskan apapun, kini Keyla justru yang menyiapkan makanan untuk dirinya, bahkan Keyla sangat mahir melakukan itu, seperti sudah terbiasa, dan itu menjadi nilai tersendiri bagi Fatih.


"makanlah" Keyla memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan dan beraneka ragam lauk.

__ADS_1


Fatih mengambil piring yang disodorkan Keyla padanya, dia memakan makanan itu sambil menatap Keyla yang diam disampingnya dengan menyilangkan tangan diatas perut.


"Makanlah, kenapa terus menatapku seperti itu, kamu tidak akan kenyang hanya dengan melihatku" sungut Keyla, bukan karena apa, dia merasa gugup jika dipandang seperti itu oleh Fatih, mau pergi juga tidak mungkin, karena Fatih mengunci ruangannya.


Fatih menyodorkan sendok yang berisi makanan pada Keyla, "buka mulutnya."


"apa" tanya Keyla dengan bingung.


"makan, cepat buka mulutnya."


"tidak mau, kan aku sudah bilang kalau sudah sarapan" tolak Keyla dengan tegas.


"Aku harus bekerja, tolong buka pintunya."


"Siapa yang memasak?" Tanya Fatih, bukannya mengabulkan permintaan Keyla, dia justru bertanya Hal lain, dimana itu membuat Keyla berdecih sebal, karena Fatih terlihat mengulur waktu.


"Moms sama ART" jawab Keyla dengan nada jengkelnya, dimana itu terlihat lucu dihadapan Fatih.


Bagaimana tidak jengkel, karena dia sudah telat, dan dengan mudahnya Fatih menahannya diruangan yang membuat Keyla merasa tidak baik.

__ADS_1


Tidak lama Fatih usai dengan sarapannya, dia mengambil tissu dan mengelap sisa makanan disekitar bibir yang begitu menggoda dipandangan Keyla.


Keyla langsung mengalihkan pandangannya ketika pandangan dirinya bertemu pandang dengan Fatih.


__ADS_2