Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-43


__ADS_3

"ibu tinggal dengan siapa bu, dirumah?"


"Rara dan putri ibu yang paling kecil Nona."


"yang sabar ya ibu, semuanya akan baik-baik saja."


"iya Nona terima kasih, kalau begitu ibu keruangan dokter dulu ya Nona, sekali lagi maaf merepotkan Nona," ibu itu menatap Nada dengan dalam, dia tidak bisa membalas apapun selain mengucapkan terima kasih, karena ibu Rara sadar jika dirinya bukan orang yang berada.


"iya ibu sama-sama."


Tidak lama ibu Rarapun menuju ruangan dokter, setelah Nada pamit untuk pulang.


"eh aku kan belum membayar tagihan rumah sakit, astaga,,," Nada menepuk jidatnya karena dia sungguh lupa, Nada memutar kembali tubuhnya untuk kembali kedalam, "tunggu dulu, kan ada kartu kesehatan dari prusahaan, astaga bisa lupa begini, apa sebenarnya yang aku pikirkan," gumam Nada sambil terkekeh, karena menyadari kebodohannya.

__ADS_1


"siapa ya yang Kak Fatih maksud?" Keyla sedang duduk dikursi kerjanya sambil menggigit bolpen, Keyla mengambil ponselnya dan menghubungi Nada, karena dia juga penasaran, siapa yang datang ke apartementnya semalam, sehingga mengundang tanya pada seorang Fatih, yang notabenya tidak peduli padanya dulu.


Tidak lama ponsel itu terhubung dengan Nada,


"Iya Key?" suara Nada dari sebrang sana.


"Nad, siapa semalam yang datang ke apartement?"


"Ow,,,, kak Cand, dia ada perlu katanya sama kamu, tapi saat aku akan membangunkan kamu, kak Cand tidak mengijinkan, jadi dia pulang," memang benar yang Nada katakan.


"iya anak manja ada apa?" Cand tertawa begitu tahu jika Keyla yang menelfon dirinya, Cand yakin Keyla akan minta maaf padanya, dan merengek seperti anak kecil, lihat saja, pikir Cand.


"kak tadi malam Key ketiduran, jadi Key gak jadi pergi."

__ADS_1


"iya tidak masalah, kakak tidak marah, asal nanti siang makan sama kakak, bagaimana?" sebagai ganti janjian semalam, pikir Cand.


"siap kak, nanti di resto biasanya ya kak, kalau begitu Key tutup dulu telfonnya, bye bye kak" pamit keyla.


"astaga,,, aku kira dia akan minta maaf, dasar anak ini" Cand geleng geleng kepala sambil melihat layar ponselnya yang sudah gelap, Cand melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda sebentar tadi, karena ada telfon dari Keyla.


"mana mungkin aku akan membiarkan kamu pergi gadis kecil" gumam Fatih yang sedikit mencuri dengar percakapan Keyla dan Temannya, karena Fatih yang hendak pergi untuk meeting dengan Bastian.


"ini sudah hampir siang, bagaimana jika sebelum aku kembali Keyla sudah pergi" gumam Fatih lagi, Fatih melihat jam di tangannya, jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, sedangkan kliennya minta meeting dijam makan siang.


Fatih berjalan dan menghampiri Keyla yang tengah berkutak dengan pekerjaannya, "Ehemm"


Keyla mengangkat wajahnya, dia segera berdiri setelah tahu siapa yang datang, "ada yang bisa saya bantu tuan?"

__ADS_1


"hari ini ikut saya meeting diluar, segera siapkan berkasnya," Fatih langsung berlalu dari sana setelah mengatakan itu, bahkan dia tidak menunggu jawaban Keyla, dia kembali keruangannya dan menunggu Keyla siap baru dia akan kembali keluar, Fatih berdiri di depan kaca yang bisa melihat segala aktifitas Keyla.


"berkas apa yang harus aku siapkan?" gumam Keyla.


__ADS_2