Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-76


__ADS_3

"Dorrr!"


Keyla mengejutkan Nada yang tengah fokus dengan laptop yang ada dihadapnnya, sehingga sebuah kertas melayang dibahu Keyla.


"Heh Jem! tumben kamu kekantor sini, memang kamu sudah tidak menjadi sekertaris suami kamu lagi?" Karena setahu Nada, Keyla masih menjadi sekertaris Fatih, dan disini yang pimpin adalah kak Richad dan Lois, asisten Keyla.


"Tidak! Dia sekarang sudah punya sekertaris baru, lagian mana mungkin aku meninggalkan kantorku terlalu lama," Keyla berlalu dari sana, dia sudah sangat merindukan ruangan yang selalu iya tempati.


"Dasar Keyla," Nada menggeleng melihat kelakuan temannya itu, "Auwww! Aku lupa, bukannya sekarang ada jadwal kontrol," Nada segera membereskan tempat kerjanya dan menuju ruangan sahabatnya.


Tok,,, tok,,,


"Masuk!" Teriak Keyla dari dalam, Keyla menunggu siapa yang datang, baru juga duduk, pikir Keyla.


"Bu bos, saya ijin hari ini, mau nganter ayang jams ke rumah sakit, apa boleh?" Terlihat Nada cengengesa disana, sehingga Keyla mendengus melihat kelakuan sahabatnya itu, ada saja tingkah Nada jika wanita itu membutuhkan sesuatu.

__ADS_1


"Mumpung aku lagi baik, pergilah," Keyla mengibaskan tangannya tanda menyuruh Keyla untuk pergi.


"Ah baek deh," Nada berlari sedikit untuk memeluk Keyla.


"Eatt,,, mau apa? Pargi sana," Keyla sedikit menjauh ketika Nada akan memeluk tubuhnya.


"Ok," sungut Nada, "mentang-mentang sudah punya suami," Nada berlalu dari sana sambil bernyanyi ria, karena pagi ini dia akan bertemu pujaan hatinya.


Ting...


"Sayang, nanti makan siang bersama Mas ya, nanti mas Jemput." Sebuah pesan masuk keponsel Keyla.


"Siap suamiku tercinta😘" balas Keyla disertai imute cium.


Sedangakan dirumah sakit, kini terjadi adu mulut sengit, antara Nada dan Jams.

__ADS_1


"Kamu itu tidak berhak ya memerintah saya!" Bentak James, pada  Nada yang kini tengah duduk disamping pria itu.


"apa? Aku hanya meminta dokter itu untuk bertemu lebih sering, siapa yang memerintah" elak Nada, karena memang seperti itu adanya.


"terus apa bedanya!"


Nada melengos, dia sama sekali tidak peduli dengan bentakan James padanya, lebih tepatnya pura-pura tidak peduli, padahal yang sebenarnya terjadi, Nada begitu sakit dibentak seperti itu oleh pria yang iya kagumi, padahal niatnya baik.


"Aku hanya ingin kamu cepat sembuh Jams! itu saja! Kenapa kamu malah marah-marah tidak jelas, ini kan juga demi kebaikanmu, dan perlu kamu ingat, kamu tidak perlu membentakku terus seperti itu, bicara saja baik-baik, aku pasti mendengarkan," sungguh Nada tidak habis pikir, kenapa James selalu bicara keras jika dihadapnnya, padahal dengan Keyla saja tidak seperti itu.


"Kamu ingin tahu kenapa?" Tekan Jams dengan suara beratnya.


Nada mengangguk dengan cepat, Nada sudah sumringah, karena James sudah mulai lunak padanya, meskipun masih ada raut tidak suka dari nada suaranya.


"Karena kamu tidak pantas mendapatkan kebaikan dariku! Sebab kamu itu wanita yang tidak tahu malu, mengejar pria sampai segitunya! Apa kamu ingin tahu, apa perbedaan diantara kita."

__ADS_1


Nada sama sekali tidak menjawab, hatinya begitu sakit mendengar perktaan James yang begitu menusuk, matanya sudah mulai berebun, sungguh Nada mengutuki hatinya yang begitu prasa dengan ucapan pedas James, karena biasanya Nada masa bodo dengan umpatan pria didepannya ini.


Tapi entah kenapa, perkataan James kali ini begitu melukai hatinya.


__ADS_2