
"Apa yang kamu pikirkan, aku hanya ingin segera sampai dikantor, itu saja." elak Fatih lagi, sepertinya Fatih akan selalu menjadi pembohong jika menyangkut Keyla.
"yayaya terserah anda saja tuan, mau sampai kantor, mau berduan dengan Nona, suka suka saja lah," Bastian segera masuk mobil setelah memastikan tuan dan Nona muda Iskandar masuk, dia membelah jalanan yang cukup padat itu, karena waktu jam makan siang, jadi jalanan masih padat.
"kenapa kamu lari, kalau jatuh bagaimana, apa kamu tidak takut jatuh," omel Fatih setelah duduk dibelakang kemudi, dia mengatur nafasnya karena sedikit ngos ngosan akibat mengejar Keyla.
"buktinya saya baik-baik saja tuan, jadi tidak perlu berlebihan, takutnya ada yang salah Faham," sindir Keyla, Keyla mengambil ponselnya dan berbalas pesan dengan teman-temannya.
"siapa?"
"entahlah, mungkin calon istrinya," Fatih yang mendengarnya menahan tawa, sepertinya ada yang sedang cemburu, pikir Fatih.
__ADS_1
"apa kamu marah sama kakak?" tanya Fatih, karena sejak tadi Keyla mengacuhkan dirinya, "seharusnya aku tidak mengajak Bastian tadi, setidaknya aku tidak malu jika ingin menggoda Keyla, kalau ada Bastian kan aku hanya bisa diam" batin Fatih sambil memijit pelipisnya.
"apa kakak sedang pusing, coba pejamkan mata sebentar, kalau sudah sampai nanti Key bangunkan," secara sepontan Keyla begitu hawatir, ketika dia menatap Fatih yang tengah memijit keningnya, Keyla menaruh punggung tangannya di kening Fatih, "tidak panas" gumam Keyla.
Keyla tetaplah Keyla, wanita yang peka dengan sekitar, seperti kali ini,padahal Fatih tidak sedang sakit kepala, melaikan memikirkan cara menggoda Keyla, namun tanpa Susah payah sepertinya Fatih punya cara untuk menggoda wanita disampingnya itu.
"Bas!"
Fatih tersenyum puas, karena Bastian paham maksud dirinya, sudah jelas paham, karena sejak tadi Bastian mendengarkan percakapan keduanya, karena Bastian juga pria, jadi dia paham maksud tuannya.
Tanpa menunggu lama Bastian menutup tirai yang berada dibelakangnya, "entah apa yang ingin dilakukan pria alim itu, sepertinya tidak akan ada yang panas," ujar Bastian sambil terkekeh geli, membayangkan drama pria alim dan wanita bar bar dibelakang kemudinya itu, Bastian paham betul seperti apa karakter tuannya itu, meskipun belum lama kerja bersama.
__ADS_1
"duh Key, kakak benar-benar pusing," bohong Fatih, Fatih menyandarkan kepalanya dipundak Keyla dan dia mengambil tangan Keyla agar mengelus kepalanya.
Keyla hanya menurut saja apa yang Fatih lakukan, dia mengelus kepala Fatih dengan begitu lembut, sehingga hati Fatih merasa hangat, tangan wanita inilah yang selama ini Fatih harapkan, wanita yang sempat dia sia-siakan dimasalalu.
"apa kakak ingin kedokter?"
"tidak perlu, nanti juga mendingan, cukup berbaring sebentar," Fatih kini malah menaruh kepalanya di pangkuan Keyla.
"kak jangan seperti ini, ada Bastian, tidak enak," Keyla berusaha menggeser duduknya, namun Fatih justru menarik Keyla kembali.
"tetap seperti ini Key, lagian Bastian tidak akan melihat kita seperti ini, kakak janji tidak akan macam-macam" Fatih memejamkan kedua matanya, pura-pura tidur, agar Keyla tidak terus menolak dirinya, "enak saja, mana mungkin aku sia-siakan kesempatan ini," batin Fatih.
__ADS_1
Keyla hanya menghembuskan nafasnya panjang, dia lebih memilih diam dan membiarkan Fatih tertidur dipangkuannya, tangannya tidak lupa terus mengelus kepala Fatih, sesekali Keyla menatap wajah tampan yang kini berada dipangkuannya itu, "bahkan kita hanya berjarak beberapa Senti saja, namun kita terasa jauh" gumam Keyla yang masih didengar jelas oleh Fatih, karena sebenarnya Fatih tidak tertidur.