
tok.. Tok..
Terdengar pintu ruangan Fatih yang diketuk dari luar, tidak lama terlihat Bastian masuk kedalam ruangan Fatih, dia berjalan mendekati meja kerja Fatih.
"ada apa Bas?" tanya Fatih tanpa menatap Bastian, karena Fatih masih fokus pada maps ditangannya.
"saya sudah mendapatkan apartementnya tuan, tapi tidak satu gedung dengan anda, ada di gedung sebelah, apa perlu saya mencari kembali tuan yang satu gedung dengan anda?" tanya Bastian.
ya Bastian datang keruangan Fatih tidak lain hanya untuk penyampaikan prihal apartement yang diminta Fatih waktu itu, untuk Siska.
"tidak perlu Bas, itu saja, nanti kamu bisa menempatkan orang untuk menjaganya, karena tidak baik satu atap tanpa setatus pernikahan"
Sepertinya Fatih sengaja mencari alasan, karena hatinya tidak terpaud dengan Siska.
"baik tuan, sore nanti Nona Siska bisa langsung pindah jika begitu."
__ADS_1
"baiklah, kamu bisa kembali keruanganmu."
"baik tuan, saya permisi" Bastian membungkuk hormat, diapun berbalik dan berjalan keluar kearah pintu.
"tunggu Bas!"
"Iya tuan, ada yang bisa dibantu?"
"tolong panggilkan Siska kemari, itu saja"
"sepertinya aku harus menyelesaikan ini semua sekarang," Fatih menelfon OB dan memintanya untuk mengantar minuman, buat dirinya dan Siska.
Sedangkan diruangan Siska, dia tengah tersenyum senang, setelah dia mendapat perintah untuk keruangan Fatih, Siska sangat yakin jika Fatih akan meminta maaf padanya, seperti yang sudah sudah, karena dia tahu betul sifat kekasihnya itu, Siska memperbaiki riasannya yang amburadul, karena Siska tidak akan membiarkan Fatih melihat wajah tanpa makeupnya, bisa gagal rencana memikat Fatih, pikir Siska.
"sempurna," ujar Siska ketika dia melihat penampilannya dari kaca yang ada diruangannya, yang begitu memukau.
__ADS_1
Siska kini mulai berjalan menuju ruangan Fatih, tidak lama dia membuka pintu ruangan Fatih tanpa mengetuknya terlebih dahulu, dia melihat Fatih yang tengah berdiri tidak jauh dari jendela kaca yang menampakkan pemandangan indah kota sidney.
"sepertinya kamu sangat menikmati pemandangan disiang hari Al, sehingga kamu tidak sadar aku datang."
Fatih langsung menoleh ketika mendengar suara Siska, "oh sudah disini ternyata."
Fatih berjalan kearah Sofa, begitupun Siska yang juga berjalan kearah sofa.
"duduklah Sis, aku ada perlu denganmu," Fatih duduk, begitupun Siska, "ini minumlah, teh melati kesukaanmu" Fatih menyodorkan segelas minuman pada Siska yang tadi dia pesan melalui OB.
"ada apa Al, tidak biasanya kamu seserius itu, apa ada masalah dengan pekerjaan disini?"Siska bisa menebak jika kekasihnya tidak baik-baik saja, karena terlihat dari raut wajahnya yang aneh.
"tidak," Fatih menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, dia bingung ingin memulai dari mana, karena Fatih yakin Siska akan kecewa padanya Nanti, namun Fatih juga tidak ingin Siska akan lebih terluka lagi Nanti, mengingat hatinya hanya untuk Keyla, gadis yang beberapa jam yang lalu menemaninya sarapan.
"katakan Saja Al, tidak usah ragu, aku akan mendengarkan dan menjadi bahumu jika kamu butuh, bukannya sudah biasa kamu berbagi keluh kesahmu denganku," Siska mengambil minuman yang ada dimejanya, dia mulai meminum perlahan, bahkan Siska terlihat tidak sabar menunggu cerita Fatih.
__ADS_1