Keyla Forever

Keyla Forever
EPS-63


__ADS_3

"memang punya apa kamu anak muda, sehingga berani meminta putri saya!" tanya tuan Iskandar pada Fatih yang kini tengah duduk dihadapan tuan Iskandar, ketika sampai dirumah Keyla, ternyata Fatih justru bertemu tuan rumah, bukan Nona muda Iskandar, yang tidak lain adalah Keyla.


"maaf om, saya memang tidak sekaya Om, tapi saya berjanji, Keyla tidak akan saya biarkan kekurangan," tegas Fatih tanpa rasa takut sekalipun, karena Fatih yakin dengan apa yang iya katakan, dan dia juga bisa membuktikan dengan perkataanya itu.


flasback....


"permisi tuan."


Tuan iskandar menoleh, dia melihat Nani berdiri tidak jauh darinya duduk, tuan Iskandar segera melepas rangkulan tangannya pada sang istri, "katakan bik."


"diluar ada teman Nona muda, tapi Nona muda sedang mandi tuan."


"bibik bisa pergi, dan buatkan dia minun bik, setelah ini saya temui nanti."


"baik tuan," Nani itupun berlalu dari sana, untuk melaksanakan perintah tuan besarnya.


"ayo Hany, kita temui tamu Nona muda kita," kelakar Tuan iskandar pada sang istri, tuan Iskandar mengulurkan tangannya pada sang istri setelah iya berdiri, tangan itupun disambut baik oleh mamah winda, mereka berdua masuk kedalam dan berjalan menuju ruang tengah dengan bergandengan tangan. waktu santainya ditamanpun terganggu dengan tamu sang putri.

__ADS_1


"Ehem..."


Fatih menoleh dan segera berdiri ketika dia melihat kedua orang tua Keyla, Fatih mengenal kedua orang tua Keyla, karena mereka pernah bertemu beberapa kali, sebab jika ada acara dinegara I, pasti keluarga besar Keyla datang.


"Om, Tante, apa kabar?" Fartih berjalan dan menyalimi kedua orang tua Keyla.


"baik Al, kamu apa kabar, kenapa tidak pernah kesini?" bukan tuan Iskandar yang menjawab, melainkan Nyonya Winda.


"baik Tante."


"duduklah anak muda," tuan Iskandar duduk, begitupun Fatih yang juga ikut duduk.


"tentu saja, tapi untuk apa menemui putriku? Sepertinya urusan kantor tidak perlu dibawa kerumah."


"bukan tentang pekerjaan Om,ada keperluan lain, dan ini sangat mendesak."


"hanya itu?"

__ADS_1


"tidak Om, saya kemari juga ingin restu dari Om, saya ingin meminta Keyla menjadi istri saya Om."


Tuan Iskandar hanya tersenyum samar mendengar perkataan Fatih, tuan Iskandar tidak menyangka jika Anak muda dihadapannya ini begitu berani meminta putri bungku keluarga Iskandar, namun Tuan Iskandar justru bangga dengan keberanian pria didepannya ini.


Sedangkan Nyonya Winda hanya melongo, antara percaya dan tidak, apa benar yang iya dengar, atau salah dengar, pikir Mamah Winda.


"apa kamu sudah punya hubungan sebelumnya dengan Keyla?" kali ini Nyonya Winda yang bertanya, karena beliau terkejut mendengar penuturan Fatih, yang ingin menjadikan putrinya istri, karena nyonya Winda tidak pernah mendengar keduanya dekat, sebelum ini.


"belum Tante, saya berharap restu tante dan om terlebih dahulu, baru saya akan mendekati putri Tante."


"tentu saja aku merestui," celetuk mamah Winda dengan girangnya, sehingga ada sepasang mata yang menatapnya tajam.


"sayang!"


"hehe iya pah, maaf, mamah hanya bahagian mendengar ada yang ingin menjadikan putri mamah sebagai istri, kan papah tahu sendiri, selama ini Keyla selalu tidak mau jika kita jodohkan," bisik mamah Winda.


"putri papah juga dia mah!" kesal tuan Iskandar, sehingga mamah Winda hanya nyengir kuda, sungguh suaminya ini sangat unik, jika menyangkut tentang putri satu-satunya itu.

__ADS_1


Tuan Iskandar kembali menatap Fatih yang masih setia menunggu jawaban darinya, "memang kamu punya apa anak muda?"


__ADS_2