
Satu minggu sudah berlalu, hubungan Keyla dan Fatih semakin hari semakin harmonis, meskipun keduanya belum melakukan malam pertama, karena Keyla yang masih datang tamu bulanan, tapi tetap saja, mereka berdua terlihat bucin, bahkan mereka tidak malu memperlihatkan kemesraannya didepan umum.
"Mas, Key malas kalau olah raga pagi, kita pulang saja ya, Key masih ngantuk," rajuk Keyla, Kini Keyla mengekori Fatih yang terus berlari, bahkan Keyla tidak bisa mengimbangi sang suami, karena semangatnya belum bersatu.
"No sayang, kamu harus menjaga kesehatan kamu, olah raga pagi baik buat tubuh, dan kita tidak setiap hari olah raga, hanya diwaktu libur saja," tegas Fatih, Fatih tidak ingin istrinya malas-malasan, apa lagi ini demi kebaikan tubuhnya, Fatih sejak dulu selalu menjaga pola hidupnya, meskipun dimasa itu dia bukanlah orang yang cukup seperti saat ini.
Fatih menghentikan larinya sejenak, untuk menunggu sang istri yang berada dibelakangnya, bahkan terlihat jelas Keyla yang tidak semangat sama sekali.
"Aku tidak mau lagi jogging! Aku mau pulang!" kekeh Keyla yang tidak mau dibantah, bahkan Keyla melipat tangannya diatas perut, dengan bibir yang maju satu senti.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu yakin mau pulang, jaraknya jauh lho, kalau mau pulang harus jalan kaki, kan gak bawa dompet, soalnya Mas belum ingin pulang," bohong Fatih, agar istrinya tidak terus mengajak iya pulang, karena pagi ini cuaca sangat baik, jadi bagus untuk kesehatan, dan untungnya Fatih tidak mengantongi dompet, sehingga kebohongannya tidak diketahu sang istri.
Keyla diam beberapa saat, dia menimang-nimang perkataan suaminya, hingga Fatih berlalu dari sana dengan pelan, sambil menunggu sang istri kembali mengejarnya, Fatih yakin Keyla kali ini tidak akan memaksanya untuk pulang.
"Yasudah, aku jalan kaki saja, nanti didepan sana pesan taksi, kan bisa bayar dirumah," gumam Keyla,akhirnya Keyla menemukan ide dari semua permasalahanya, sungguh Keyla benar-benar lelah, Keyla berbalik berlawan arah dengan suaminya.
Fatih menoleh, dia menepuk jidatnya ketika melihat istirnya benar-benar memilih untuk pulang, Fatih berdecak karena Keyla benar-benar teguh pada pendiriannya, Fatih mengejar Keyla yang lumayan jauh, mau tidak mau dia ikut pulang bersama sang istri, "ah, wanita memang tidak terbantahkan" batin Fatih yang masih berusaha mengejar istirnya.
"Gak mau, aku mau pulang! Kakiku pegal semua!" Keyla terus berjalan menuju parkiran, namun tiba-tiba....
__ADS_1
"Mas! apa yang kamu lakukan" teriak Keyla, karena Fatih tiba-tiba mengangkat tubuhnya, dia berusaha turun dari gendongan suaminya, karena malu dilihat banyak pengunjung, namun Fatih masa bodo dengan semua itu.
"Katanya kakinya pegal, maka diamlah sayang," akhirnya Keyla tidak membantah, dia melingkarkan tangannya dileher sang suami, dia terus menatap pahatan indah yang berada begitu dekat dengan wajahnya, keringat yang berada diarea wajah tampan itu, menambah kesan maskulin untuk sang suami.
"Iya, mas sadar kalau mas tampan, tidak perlu menatap begitu" goda Fatih yang sadar sejak tadi sang istri terus menatap dirinya.
"Dasar narsis" desis Keyla, Keyla menyembunyikan wajahnya diceruk leher sang suami, dia menghirup aroma wangi yang melekat ditubuh suaminya, bahkan Keyla mendusel-duselkan wajahnya disana, hingga menggangu Fatih yang sedang keberatan menggendong tubuh wanita itu.
"Hentikan sayang! Nanti kamu jatuh, ini sungguh geli," Fatih berusah mati-matian menghindari kejailan sang istri dengan menjauhkan lehernya dari duselan sang istri, hingga tidak lama dia sampai diparkiran, dan menurunkan istrinya, "kamu nakal ya" Fatih memencet hidung Keyla dengan gemas, karena sudah mengganggunya tadi.
__ADS_1
"Nakal sama suami kan gak masalah," Keyla memasang seatbellnya dan duduk dengan baik disana, setelah Fatih membukakan pintu mobil untuk dirinya.