
"permisi tuan, ada tuan Riki didepan."
Tuan Iskandar menganggukan kepalanya, "suruh masuk saja Bik, biar sekalian gabung dengan kita."
"baik tuan," Nani itu pun berlalu dari sana, setelah membungkuk hormat, sedangkan Fatih yang mendengar nama Riki disebut, merasa tidak suka, untuk apa pria itu datang kemari, apa pria itu begitu dekat dengan keluarga ini, pikir Fatih.
"hallo om, apa Keyla sudah siap?" Riki berjalan menghampiri kedua orang tua Keyla, dan berjabah tangan. Tidak lupa dia juga tersenyum pada Fatih.
"Entahlan, coba saja kamu lihat sana Rik, sejak pulang kerja belum turun."
"ok om," Riki melewati Fatih begitu saja, bahkan dia hanya tersenyum sedikit dan berlalu dari sana untuk menemui Keyla.
"apa mereka akan pergi berdua?" batin Fatih, Fatih terus melihat Riki sehingga pria itu tidak terlihat lagi.
"Ehem! pembahasan kita sampai mana tadi Al?"
__ADS_1
Fatih langsung tersadar dan menetralkan expresinya yang terlihat kesal, "Em, sepertnya hanya itu Om, kalau begitu saya permisi ya Om."
"lho, apa kamu tidak jadi menemui Keyla?" heran mamah Winda, sebab tadi pria didepannya ini ingin bertemu Keyla putrinya.
"lain kali saja Tante, sepertinya Keyla ada keperluan lain dengan temannya," sebenarnya Fatih hanya takut jika Keyla menyuruhnya pergi, karena ada Riki bersama Keyla, dari pada dia kecewa, lebih baik pamit pulang, begitu pikir Fatih.
"baiklah, kalau begitu hati-hati Al, apa tidak akan makan malam disini saja, sebentar lagi waktunya makan malam lho."
"tidak tante, terimakasih," Fatih berdiri dari duduknya dan berpamitan pada kedua orang tua Keyla.
"biarkan dia berjuang dengan caranya mah, sudah cukup putri kita menderita dan berjuang untuk pria itu." batin tuan Iskandar.
"bagaimana bisa aku makan disini, disaat Keyla tidak dirumah ini," batin Fatih sambil memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sungguh hatinya begitu cemburu melihat ada pria yang terang-terangan mendekati Keyla, bahkan pria itu dengan bebas menemui Keyla kapan saja, sedangkan dirinya, harus ada alasan untuk menemui wanita pujaan hatinya.
"hey bangun! tuh didepan ada pria pujaan hati lho" Riki duduk disamping Keyla yang tengah menonton tv di sofa atas, khusus tempatnya bersantai.
__ADS_1
"siapa?" tanya Keyla dengan menautkan kedua alisnya, karena setahu Keyla tidak ada janji dengan siapapun.
"tentu saja kakak cinta pertamamu," sindir Riki.
Keyla langsung duduk dan menatap Riki yang berada disampingnya, "apa kak Fatih?" tanya Keyla sambil menarik kaos Riki, sehingga terlihat akan bertarung.
"heh tanganmu," Riki melepas tangan Keyla yang menarik kaosnya.
"jawab dulu!"
"lihat saja sendi- astaga dia langsung pergi begitu saja, dasar Keyla," Riki memakan cemilan Keyla yang berserakan dimeja itu dan mengganti canel TV.
Sebenarnya Riki tidak ada janji keluar dengan Keyla, dia hanya mengunjungi Keyla untuk bersantai saja, karena Riki juga bosan diapartemennya.
"dua bulan berlalu, sama sekali tidak ada prubahan jika aku tidak memulainya, sebenarnya siapa pria yang Keyla cintai, apa mungkin aku tidak bisa menggantikan pria itu, apa pria itu Riki," gumam Fatih yang kini berhenti dipinggir jalan, pikirannya kalut, dia terus memikirkan kemana Keyla akan pergi dengan pria tadi, apa kehidupan Keyla sebebas itu.
__ADS_1
Sepertinya Fatih lupa, jika ini masih sangat sore, bahkan matahari belum terbenam, sepertinya kecemburuan Fatih mengalahkan akal sehatnya.